Bacaan Alkitab: Mazmur 85 : 1-14
Tema Mingguan: "DAMAI Bertemunya Kasih, Kesetiaan dan Keadilan"
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Siapa dan bagaimana pun keadaan kita hari ini tentu sangat bersyukur kepada Tuhan sebab Dialah Allah yang berkuasa atas kehidupan. Dia masih berkenan menganugerahkan kesempatan menjalani berbagai aktifitas dalam rangka memaknai hidup. Firman Tuhan sangatlah penting, bahkan satu-satunya pegangan untuk menilai segala sesuatu yang kita hadapi dan yang akan dilakukan supaya tetap berkenan kepada Tuhan Allah.
Minggu ini kita diajak merenungkan Firman Tuhan dalam kitab Mazmur 85:1-14 menyoroti Tema "Damai, Bertemunya Kasih, Kesetiaan dan Keadilan".
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Bacaan Alkitab ini berisi doa permohonan kepada Tuhan Allah agar Israel dipulihkan. Pemulihan merupakan salah satu kebutuhan dalam hidup manusia, apakah berkaitan dengan fisik (tubuh manusia), relasi sosial, ekonomi, maupun spiritual, agar dapat menikmati indahnya hidup sebagai anugerah Tuhan Allah. Bangsa Israel selaku umat pilihan Tuhan Allah. Ketika menjadi bangsa yang dibuang di Babilonia mereka mengalami penderitaan dan kesengsaraan. Mereka dibuang di Babilonia akibat ulah mereka sendiri yang memberontak pada Tuhan Allah. Karena melakukan berbagai kesalahan, hidup dalam kejahatan, saling menjegal, saling memusuhi, melakukan ketidakadilan, hidup dalam dosa.
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Dosa telah menghancurkan hidup umat manusia sehingga berada dalam keterpurukan. Kesadaran itu membuat mereka bertobat dan kembali kepada Tuhan Allah. Tuhan Allah mendengar dan mengampuni dosa-dosa mereka, memulihkan hidup umat-Nya dengan membebaskan dari pembuangan dan membawa kembali pulang ke Yerusalem. Pasca pembuangan, mereka mengalami penderitaan baru manakala menyaksikan Kota Yerusalem yang hancur, Bait Allah yang runtuh. Mereka seakan berada pada titik terendah keterpurukan hidup. Mereka sedih menyaksikan Yerusalem dan Bait Suci lambang kehadiran Tuhan Allah yang hancur dan kota yang porak-poranda, apalagi sadar kalau mereka lemah dan terbatas untuk membangunnya kembali.
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Situasi inilah yang membuat mereka meratap dalam doa, berseru memohon belas kasih dan kemurahan Tuhan Allah. Meratap dalam doa yang di lakukan oleh umat pertanda bahwa mereka tidak punya kekuatan untuk mengatasi keterpurukan hidup dan menyadari kesalahan. Bahwa hanya kekuatan, kebesaran dan kuasanya, karena kasih-Nya yang dapat memulihkan keadaan hidup mereka.
Karena itu dalam doa mereka berkata:
1. Engkau yang telah berkenan kepada tanah-Mu telah memulihkan Yakub.
2. Engkau yang telah mengampuni kesalahan umat-Mu, telah menutupi segala dosa mereka.
3. Engkau yang telah menyurutkan segala gemas-Mu telah meredakan murka-Mu yang menyala-nyala .
Perhatikan kata Engkau dan telah menjelaskan pada kita tentang pengakuan umat tentang kasih, kemurahan dan pertolongan Tuhan Allah yang berinisiatif memulihkan keadaan mereka yang menderita ketika di Babilonia dan bukan karena kekuatan mereka.
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Untuk membangun kota yang hancur dan Bait Allah yang diruntuhkan mereka butuh kehadiran, campur tangan, pertolongan Tuhan Allah. Bahwa mereka butuh pemulihan Tuhan Allah sepanjang waktu hidup. Itulah sebabnya mereka memohon dalam doa: Ayat 6 : 1.Pulihkanlah kami ya Allah penyelamat kami, 2.Tiadakanlah sakit hati-Mu pada kami, 3.Jangan murka selamanya sampai turun temurun, 4.Perlihatkanlah pada kami kasih-Mu dan setia-Mu pada kami supaya kami bersukacita dan berikanlah keselamatan.
Doa yang mengandung kesadaran dan pengakuan bahwa pemulihan yang mendatangkan sukacita atas keselamatan hanya berasal dari Tuhan Allah. Mereka dapat mengalaminya ketika menjadi pribadi yang mau mendengar suara Tuhan Allah. Dan taat melakukan kehendak Tuhan Allah dalam Firman-Nya. Karena itu dalam tekad, mereka berkomitmen, `aku mau mendengarkan apa yang di Firmankan Tuhan supaya tidak kembali kepada kebodohan yakni tidak lagi hidup dalam dosa'. Umat sadar bahwa ketaatan orang yang takut akan Tuhan Allah untuk melakukan setiap perintah-Nya adalah harga yang harus dibayar untuk menemukan kembali keindahan hidup yang pernah hilang karena dosa. Yaitu hidup kemuliaan di negeri, hidup dalam alam kedamaian, menemukan kasih dan kesetiaan, keadilan dan damai sejahtera. Bahwa mereka akan mengalami kehadiran Tuhan Allah dan kenyataan itu hanya ada di bumi yang dipijak oleh orang-orang yang takut akan Tuhan.
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Tak dapat dipungkiri bahwa kita butuh suasana hidup dalam damai, kasih dan kesetiaan. Namun terkadang hal-hal indah itu justru menghilang dari hidup kita, menjauh dari jangkauan kita. Karena kita tidak lagi menjadi pribadi yang hidup takut akan Tuhan. Dengan demikian kita mengalami kehancuran dan keterpurukan hidup, relasi dengan sesama rusak, demikian relasi dengan Tuhan Allah menjadi tidak baik. Dalam keadaan seperti ini, kita butuh pertobatan dan permohonan pemulihan dari Tuhan Allah. Hanya dengan demikian maka pemulihan secara menyeluruh (holistik) dari Tuhan Allah menjadi bagian hidup kita.
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Apabila kita berada di titik terendah secara rohani, tidak mengalami berkat-berkat rohani dari Tuhan Allah, maka hendaknya kita jujur mengakui kemiskinan batiniah, merendahkan diri di hadapan-Nya dan berdoa. Dan kembali atau berbalik kepada-Nya agar Ia memulihkan kita dan menjadikan kita orang yang berkenan kepada-Nya. Pada perayaan minggu-minggu Adven ini, marilah kita berjuang untuk menjadi pelopor teralaminya keindahan hidup dalam damai, kasih, kesetiaan dan keadilan. Marilah kita mengambil bagian untuk menjadi berkat dalam rangka mewujudkan kehendak Tuhan Tuhan Yesus Kristus kiranya menolong dan memberkati kita. Amin.