Tema Mingguan: "Nubuat Lahirnya Raja Damai"
Bacaan Alkitab: Yesaya 8 : 23 - 9 : 6
Wanita/Kaum Ibu yang dikasihi Tuhan,
Kita bersyukur karena sampai hari ini masih ada kesempatan untuk menikmati anugerah Tuhan yang besar. Scpanjang tahun ini, kita terus siaga menghadapi bencana krisis pangan global, apalagi bulan-bulan kemarin musim panas yang panjang sehingga beberapa bahan pokok mengalami kenaikan harga yang sangat meresahkan kita selaku ibu-ibu. Puji TUHAN, sebab dalam tuntunan hikmat-Nya, GMIM sigap dan tanggap sehingga memasuki tahun 2023 telah dicanangkan dan dilaksanakan Program besar GMIM menghadapi gumul ini yaitu Gerakan Menanam dan Beternak. Jika sebagai Wanita/Kaum Ibu secara pribadi maupun kolektif merealisasikan program ini, maka kita adalah ibu-ibu yang cekatan tapi juga pekerja keras dan jadi berkat untuk keluarga. Buah dari kerja keras kita akan memberi dampak pada lingkungan dan menjadikan kita pribadi yang tidak hidup dalam keluhan tapi selalu bersyukur. Hidup ini takkan perrtah berhenti dari pikul salib, maka apa yang harus kita lakukan? Mari belajar dari bacaan kita.
Di Minggu Adven kedua ini, kita membaca dan merenungkan Yesaya 8:23-9:6 dengan tema "Nubuat Lahirnya Raja Damai". Nubuat adalah pesan dari Allah yang disampaikan oleh seorang nabi yang berisikan peristiwa-peristiwa akan terjadi. Tujuan Nubuat adalah untuk menghibur dan menguatkan umat yang mendengar sekaligus menjadi ajakan bagi mereka untuk hidup selalu takut akan Tuhan. Pada ayat la kita bisa membaca isi pesanAllah yang disampaikan Nabi sebagai berita nubuatan yaitu "tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terimpit itu". Umat TUHAN sepertinya sedang mengalami suatu masa di mana ada bencana alam, banjir, kelaparan, kemelaratan. Umat hidup dalam kesesakan dan kegusaran sehingga membuat mereka mengutuk rajanya dan Allahnya (lihat ayat 5-8; 20-22). Hidup tak lagi bisa dimaknai, perasaan putus asa dan takut menghinggapi, dan seluruh tatanan hidup terganggu, apalagi ketika melihat tanah Zebulon serta Naftali telah direndahkan, harta mereka habis dijarah, hidup dalam penindasan dan memikul kuk yang berat. Sungguh sangat memprihatinkan, dan semua itu terjadi karena ulah mereka sendiri yang lebih banyak meminta petunjuk kepada arwah atau roh-roh peramal daripada mencari wajah TUHAN Allah yang hidup (lihat.ayat 19). Dalam kecemburuan-Nya, umat harus menerima disiplin agar tobat dan kembali ke jalan yang benar. Tuhan Allah tidak berlama-lama dalam murka-Nya, karena Dia adalah Mahakasih. Maka sekali lagi pesan Allah melalui nubuatan Nabi Yesaya bahwa negeri yang terimpit itu tidak akan selamanya mengalami kesuraman. Kelak akan lahir seorang Raja yang membawa damai, keadilan, kebenaran dan pemulihan atas negeri. Tanah Zebulon dan Naftali yang pada masa itu sedang terimpit danmembuat penghuni yang tinggal di atasnya menderita, di kemudiian hari akan mendapatkan kebahagiaan dan kemuliaan. Selanjutnya Raja Damai yang akan lahir itu membawa pemulihan, kita dapat baca dalam ayat 2-4 yaitu "bangsa yang berjalan dalam kegelanan telah melihat terang yang besar, yang diam di negeri kekelaman atasnya terang telah bersinar". Katakanlah bahwa akan ada sukacita yang besar di hari itu, kuk dan gandar yang menekan serta tongkat si penindas akan dipatahkan dan Sang Raja Damai akan memerintah dengan kuasa penuh dalam pemerintahan yang adil.
Bahkan jaminan yang menguatkan dan menghibur disampaikan sang Nabi bahwa Raja Damai yang akan lahir itu, Mahakuasa dan umat akan hidup dalam Damai Sejahtera yang takkan pernah berkesudahan (lihat ay.6) oleh karena Sang Raja Damai akan membangun kerajaan-Nya di atas dasar keadilan dan kebenaran yang sesungguhnya.
Nubuat Nabi Yesaya ini kemudian menunjuk kepada inkarnasi Allah dalam dan melalui Yesus Kristus. Ia adalah penggenapan nubuatan Yesaya, yang dalam Kasih dan Kesetiaan Allah Bapa, Yesus menjadi jembatan untuk membawa keselamatan abadi dan damai bagi manusia, melalui kematian-Nya di kayu Salib. Kelahiran-Nya menjadi tonggak sejarah awal perubahan peradaban kosmos, dari hidup yang tak benriakna dan binasa akhirnya menjadi ciptaan baru yang mengalami pembaruan dan pemulihan di dalam Yesus.
Wanita/ Kaum Ibu yang dikasihi Tuhan,
Di tengah arus tantangan zaman sekarang ini, maka hendaknya Wanita Kaum Ibu tetap siaga. Jadilah pekerja cerdas, pekerja keras, berintegritas dan berkomitmen. Di masa-masa penantian Adven ini, mari orientasikan persiapan menanti kedatangan-Nya bukan hanya pada hal-hal yang sifatnya lahiriah, tapi pada hal-hal yang sifatnya rohani. Hendaknya kita bergiat di mana pun, kapan pun dan sebagai apa pun dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan baik, yang berdampak/bemilai pada sesama dan lingkungan. Menghadapi krisis global maka kiranya ibu-ibu Tuhan mampu menjadi teladan dalam hal pelestarian lingkungan termasuk melaksanakan program gereja yaitu Gerakan Menanam dan Beternak. Jadilah juga pribadi yang selalu optimis menyikapi tantangan sambil menaruh pengharapan kepada TUHAN Yesus di mana hidup dan berkarya bersama Dia, pasti Damai dan Sukacita diberi-Nya. Amin.
Pertanyaan Untuk Didiskusikan :
1. Apa yang ibu-ibu pahami tentang nubuat?
2. Mengapa nabi Yesaya harus menyampaikan nubuat tentang lahirnya Raja Damai, menurut perikop Yesaya 8:23-9:6?
3. Apa makna berita nubuatan ini bagi kita di masa kini dalam merayakan Minggu Adven? Dan bagaimana kita mewujudkan dalam hidup kita sebagai Isteri dan Ibu
dalam keluarga?
Baca Juga: Upus Ni Mama GMIM 3-9 Desember 2023, Mazmur 85:1-14 DAMAI Bertemunya Kasih, Kesetiaan dan Keadilan
Editor : Aprilia Sahari