Tema Mingguan: "Nubuat Lahirnya Raja Damai"
Bacaan Alkitab: Yesaya 8 : 23 - 9 : 6
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Nubuat adalah pernyataan tentang apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Perjanjian Lama, khususnya kitab nabi-nabi, banyak menyebutkan tentang nubuat yang diberikan kepada umat Allah, orang Israel. Nubuat berisi pernyataan tentang tindakan yang akan dilakukan Tuhan Allah kepada umat-Nya. Nubuat bisa berisi berita tentang penghukuman dan juga berita tentang pemulihan, pembaruan, dan penyelamatan. Nubuat diberikan dalam suatu konteks tertentu yang harus dihadapi oleh umat Allah. Sehingga nubuat disebut juga sebagai janji yang diberikan oleh Tuhan Allah kepada umat-Nya.
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Teks bacaan kita ini adalah bagian dari nubuat nabi Yesaya bagi bangsa Israel dan berbicara tentang janji atau nubuat tentang pembaruan Tuhan Allah yang dikedakan bagi umat-Nya. Sang nabi jelas menyebut bahwa Tuhan Allah yang melakukan pembaruan tersebut, karena Ia adalah TUHAN semesta alam (Yehwah tseba'ot) dan karena cemburu-Nya dan kasih-Nya (qine'at) kepada umat-Nya (9:6). Janji/nubuat pembaruan yang dilakukan Tuhan Allah itu:
Pertama, ayat 8:23 dimulai dengan pernyataan bahwa tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terimpit itu. Perhatikan kata kesuraman dan negeri yang terimpit. Dua kata yang menggambarkan keadaan umat yang terhukum karena dosa ketidaktaatan mereka kepada Tuhan Allah. Kemudian teks ini menyatakan dua hal yang berbeda dengan rumusan: kalau dahulu... maka di kemudian hari.
Kedua, ayat 9:1 juga menyatakan: bangsa yang berjalan di dalam kegelapan—mereka yang diam di negeri kekelaman: telah melihat terang yang besar-atasnya terang telah bersinar. Kegelapan dan kekelaman dikontraskan dengan terang yang besar dan terang yang bersinar. Kegelapan dan kekelaman bisa merujuk pada situasi yang sulit dan penuh penderitaan. Dan bisa juga merujuk pada sikap/tindakan ketidaktaatan. Sehingga terang dapat diartikan sebagai harapan tentang suatu yang berbeda dari keadaan/situasi saat ini. Situasi umat yang terhukum, akan kembali bersinar. Mereka yang hidup dalam dosa dan ketidaktaatan, kini telah dituntun ke dalam kehidupan bersama Tuhan Allah.
Ketiga, 9:2 TUHAN Allah telah menimbulkan sorak-sorai (simkhah) dan sukacita (samekhu) seperti sukacita pada waktu panen dan pada waktu menang dalam peperangan. Tuhan Allah menimbulkan sukacita besar bagi umat, sebab: Kuk (`ol) yang menekan; gandar (sobel) yang di atas bahunya; dan tongkat (mateh) si penindas, telah dipatahkan Tuhan (ayat 3). Sepatu tentara dan jubah akan menjadi umpan api; sepatu dan jubah tidak lagi digunakan sebab perang telah selesai, dan mereka telah menang dan karena itu mereka bersukacita (ayat 4). Seorang anak/Putera telah lahir/diberikan untuk umat Allah. Nama anak ini: Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai. Kekuasaan sang Anak sangat besar. Dan damai sejahtera akan selamanya di atas tahta Daud dan kerajaannya. Karena Ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran selama-lamanya (ayat 5-6a).
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Janji tentang seorang anak yang akan diberikan kepada umat Allah menjadi janji pembaruan yang memberi sukacita. Sebab melalui nama-Nya dan apa yang akan dilakukan-Nya, kita mendapat gambaran tentang apa yang akan dilakukan Tuhan Allah kepada umat-Nya. Penasihat Ajaib adalah seseorang yang memberikan nasihat bijaksana. Ia adalah penguasa yang hikmat-Nya melebihi hikmat manusia. Allah yang Perkasa adalah gelar Tuhan Allah sendiri. Bapa yang kekal merujuk pada tugas seorang raja dan juga cara Tuhan Allah menjaga dan melindungi umat-Nya.
Sedangkan Raja Damai merujuk pada penguasa yang kekuasaan-Nya atau pemerintahan -Nya membawa perdamaian karena keputusan-keputusan-Nya yang adil. Sang nabi menambahkan bahwa kuasa Sang Anak sangat besar, oleh karena Dia mendasarkan dan mengokohkan-Nya dengan keadilan dan kebenaran selama-lamanya, maka damai
sejahtera tidak akan berkesudahan di atas tahta Daud dan kerajaan-Nya.
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Jadi, janji tentang seorang Anak adalah janji tentang kehadiran seorang pemimpin yang berasal dari Tuhan Allah. Seorang pemimpin yang akan memimpin, mengasihi dan
melayani umat Allah menurut kasih setia Tuhan Allah. Seorang pemimpin yang memberikan sukacita dan sorak-sorai, perlindungan, keamanan, keadilan dan kebenaran, serta perdamaian. Janji tentang seorang Anak adalah juga janji tentang suatu masa di mana ada damai sejahtera dan sukacita, keadilan dan kebenaran, serta perdamaian, yang akan tercipta dalam kehidupan manusia dan seluruh ciptaan. Para penafsir menyatakan bahwa janji Tuhan Allah ini digenapi melalui kehadiran Yesus Kristus di tengah dunia.
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Kita sedang berada di perayaan Minggu-minggu Advent. Ada dua pokok yang kita renungkan atau rayakan di masa Advent ini. Pertama, kita mengingat Tuhan Allah yang telah mengaruniakan Anak-Nya, Yesus Kristus, bagi dunia ini, agar dunia dan seluruh isinya (manusia dan seluruh ciptaan) diperdamaikan dengan Tuhan Allah dan diselamatkan dari kehancuran kehidupan dan maut. Kedua, kita mengingat dengan penuh harapan akan janji-Nya bahwa Yesus Kristus akan datang kembali untuk memerintah dan membawa damai sejahtera atas seluruh bumi dan seluruh alam semesta. Mari kita jalani kehidupan dengan iman, ketaatan, dan pengharapan, karena kasih-Nya besar atas kita dan atas seluruh ciptaan. Tuhan Allah, tidak akan melupakan janji-Nya, sebab Ia mahakuasa. Amin.