Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Upus Ni Mama GMIM 17-23 Desember 2023, Matius 1:1-17 Silsilah Kelahiran Yesus

Aprilia Sahari • Jumat, 15 Desember 2023 | 14:27 WIB
LOGO WKI GMIM
LOGO WKI GMIM

Tema Mingguan: "Silsilah Kelahiran Yesus"

Bacaan Alkitab: Matius 1 : 1-17

Ibu-ibu yang dikasihi Tuhan Yesus
Di minggu ketiga bulan Desember ini, kita sudah berada dalam perayaan Minggu Adven ketiga. Minggu adven ke 3 disebut sebagai minggu sukacita yang dalam bahasa Latin disebut gaudete. Suatu ajakan kepada umat yang percaya untuk bersukacita menyambut Natal Yesus Kristus yang sudah dekat. Kita semua memahami bahwa adven bukan saja sebuah masa untuk mempersiapkan dan menyambut Natal Yesus Kristus, tapi lebih dari itu, adven adalah sebuah masa penantian akan kedatangan Kristus kembali.

Di minggu Adven ketiga ini, bacaan Alkitab diambil dari Matius 1:1-17 tentang Silsilah Yesus Kristus yang dalam Alkitab Terjemahan Baru Edisi Kedua diberi judul "Daftar nenek moyang Yesus Kristus". Daftar asal usul tentang Yesus dalam bacaan Alkitab ini disusun dalam tiga kelompok dan ketiga kelompok ini didasarkan pada tiga tahap sejarah Yahudi.

Kelompok yang pertama berisi sejarah mula-mula sampai kepada Daud. Daud adalah tokoh yang mempersatukan bangsa Israel menjadi satu bangsa, dan yang membuat kerajaan Yahudi menjadi salah satu penguasa besar pada waktu itu. Bagia pertama ini berisi sejarah permulaan sampai dengan munculnya raja Israel yang terbesar.

Kelompok yang kedua melanjutkan sejarah itu sampai kepada pembuangan Babel. Bagian ini menuturkan malapetaka atau tragedi serta surutnya bangsa Israel.

Kelompok ketiga melanjutkan cerita sejarah itu sampai kepada Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah tokoh yang membebaskan manusia dari perbudakan, yang menolong mereka dari malapetaka dan yang merubah tragedi menjadi kemenangan besar.

Ibu-ibu yang dikasihi Tuhan Yesus
Daftar silsilah atau asal-usul ini menekankan beberapa hal:
➢ Daftar itu memberi tekanan yang besar kepada kenyataan bahwa Yesus adalah Anak Daud. Untuk maksud itulah maka silsilah itu disusun. Yang menyebut Yesus sebagai Anak Daud adalah orang-orang banyak, orang-orang sederhana dan orang-orang biasa. Orang-orang Yahudi adalah umat yang sedang menantikan sesuatu. Mereka tidak lupa dan tidak pernah akan lupa mereka adalah umat pilihan Allah. Meskipun sejarah mereka terdiri dari serangkaian malapetaka, meskipun pada waktu itu mereka merupakan orang jajahan, mereka tidak pernah lupa akan masa depan mereka yang pasti. Dan orang-orang biasa, orang-orang kebanyakan itulah yang mengharap-harapkan bahwa ke dalam dunia ini pada suatu saat akan datang seorang keturunan Daud, yang akan memimpin mereka ke dalam kemuliaan yang menjadi warisan serta hak mereka. Jadi Yesus adalah jawaban dan pemenuhan harapan orang-orang ini.

➢ Daftar silsilah ini juga mau menekankan bahwa Yesus adalah pemenuhan nubuatan Perjanjian Lama. Di dalam Yesus, berita para nabi menjadi nyata.

➢ Dalam daftar silsilah, terdapat nama-nama para perempuan. Biasanya di dalam daftar silsilah/asal-usul orang Yahudi sama sekali tidak terdapat nama-nama perempuan. Perempuan tidak mempunyai hak hukum. Perempuan dianggap bukan sebagai pribadi tapi hanya sebagai sesuatu. Ia adalah milik bapanya atau milik suaminya. Dalam ayat 3 disebutkan ada perempuan Tamar, seorang pelacur (Kej.38). Dalam ayat 5 disebut Rahab dan Rut. Rahab adalah seorang pelacur dari Jerikho (Josua 2:1-7). Rut bukan seorang perempuan Yahudi. Ia adalah seorang perempuan Moab (Rut 1:4). Rut termasuk orang asing yang dibenci oleh orang Yahudi. Selanjutnya Bathzeba, ibu Salomo, yang memikat hati Daud sehingga Daud terlibat pelacuran dengan dia (2 Sam 11 dan 12). Sepertinya maksud Matius dengan menghadirkan perempuan-perempuan ini adalah mau menunjukkan bahwa halangan-halangan yang merintangi Injil itu sekarang ditiadakan. Halangan atau tembok pemisah antara orang Yahudi dan non Yahudi dihilangkan. Halangan atau tembok pemisah antara laki-laki dan perempuan juga dihilangkan. Halangan atau tembok pemisah antara orang suci dan orang berdoa juga dihilangkan. Jadi, dari permulaan Injil ini kita diberi kesan bahwa kasih Allah itu sangat luas dan mencakup semuanya. Allah dapat mengangkat setiap orang untuk menjadi hamba-Nya, baik orang yang merasa terhormat maupun yang tidak.

Ibu-ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Jika perayaan minggu adven ketiga mengajak seluruh umat yang percaya untuk bersukacita menyambut Natal Yesus Kristus yang sudah dekat, maka sebagai Wanita Kaum Ibu, kita juga terpanggil untuk menyambut Natal Yesus Kristus di tahun 2023 ini dengan sukacita.

Kita juga bersukacita karena Tuhan memakai kaum perempuan sebagai alat keselamatan sebagaimana kita temukan adanya peran beberapa perempuan dalam silsilah kelahiran Yesus. Dan dalam penantian kedatangan-Nya kembali, kita diajak untuk mengisi setiap waktu yang dianugerahkan Tuhan dengan mengerjakan segala tanggung jawab kita baik di tengah kehidupan keluarga, gereja dan masyarakat. Tuhan kiranya menolong kita. Amin.

Pertanyaan Untuk Diskusi
1. Apa yang mau dijelaskan dalam bacaan Alkitab Matius 1 : 1 — 17 kaitan dengan tema: Silsilah Yesus Kristus?
2. Bagaimana kita sebagai Wanita/Kaum Ibu menberi makna perayaan Adven di minggu ketiga ini?

Baca Juga: MTPJ GMIM 17-23 Desember 2023, Matius 1:1-17 Silsilah Kelahiran Yesus

Baca Juga: Upus Ni Mama GMIM 3-9 Desember 2023, Mazmur 85:1-14 DAMAI Bertemunya Kasih, Kesetiaan dan Keadilan

Baca Juga: Upus Ni Mama GMIM 10-16 Desember 2023, Yesaya 8:23-9:6 Nubuat Lahirnya Raja Damai

Editor : Aprilia Sahari
#Upus Ni Mama GMIM #GMIM #Renungan GMIM #WKI