Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan Lansia GMIM 17-23 Desember 2023, Matius 1:1-17 Silsilah Kelahiran Yesus

Aprilia Sahari • Jumat, 15 Desember 2023 | 14:43 WIB
LOGO GMIM.
LOGO GMIM.

Tema Mingguan: "Silsilah Kelahiran Yesus"
Bacaan Alkitab: Matius 1 : 1-17

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Tinggal beberapa hari lagi kita akan merayakan Natal Yesus Kristus pada tanggal 25 Desember 2023. Perayaan ini mengingatkan kita tentang Tuhan Allah datang ke dalam dunia melalui kelahiran Yesus Kristus. Peristiwa suci ini terjadi di luar akal manusia. Alkitab mengisahkan perawan Maria bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami dan isteri. Melalui Malaikat Tuhan, disampaikan kepada Yusuf anak Daud jangan takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus (Mat. 1:18, 20b). Menjadi pertanyaan Siapa Maria dan Yusuf yang menjadi orang tua Yesus Kristus? Karena itu tema Renungan minggu berjalan ini ialah "Silsilah Kelahiran Yesus".

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Silsilah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya Asal-usul suatu keluarga berupa bagan susun atau keturunan. Penginjil Matius mencatat silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham (ayat 1). Pernyataan ini menunjuk kepada Yesus Kristus dari keturunan Daud dan Abraham. Matius secara sistimatis menguraikan silsilah Yesus Kristus dalam tiga masa, yaitu Pertama, Empat belas keturunan sejak dari Abraham sampai Daud (Ayat 2-6). Kedua, Empat belas keturunan dari Daud sampai masa pembuangan di Babel (ayat 7-11) dan ketiga, Empat belas keturunan dari masa pembuangan ke Babel hingga Yesus kristus (ayat 12-16).

Sepintas lalu melihat sisilah Yesus Kristus hanyalah urut-urutan nama. Tetapi sesungguhnya nama-nama ini sangat memberi arti dan makna serta pesan bahwa Yesus Kristus memiliki riwayat atau silsilah yang jelas asal usul-Nya. Leluhur-Nya memiliki peran dalam situasi dan konteks tertentu dan melalui silsilah hendak menunjukkan kelebihan dan keterbatasan manusia yang berdosa. Namun dipakai oleh Tuhan Allah untuk menjadi saluran berkat bagi penyelamatan manusia dari belengguh dosa melalui Yesus Kristus.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Kedatangan Yesus Kristus ke dalam dunia yang diurutkan melalui silsilah merupakan penggenapan nubuat dari Perjanjian Lama (PL) sebagaimana yang disebutkan oleh
Matius. "Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi; sesungguhnya, anak darah itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki- laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel yang berarti: Allah menyertai kita" (Mat. 1:22,23). Matius menunjuk nubuatan nabi seperti Yesaya untuk menjelaskan tentang Yesus Kristus adalah Mesias yang diurapi, dilahirkan dari keturunan Raja Daud. Besar kuasanya dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas tahta Daud. Ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran (Yes. 9:6). "Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri." (Yer. 23:5).

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Melalui silsilah Yesus Kristus, Matius hendak meyakinkan secara khusus kepada orang Yahudi, ahli-ahli Taurat dan kepada orang percaya sepanjang masa bahwa Mesias dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem tempat Daud dahulu tinggal ( Yoh. 7:42). Matius menunjuk Silsilah Yesus Kristus selaku anak Daud, anak Abraham. Sebagaimana janji Tuhan Allah kepada Abraham "Aku akan membuat engkau bangsa yang besar, memberkati engkau serta membuat namamu masyhur dan engkau akan menjadi berkat bagi banyak bangsa. "(Kej. 12:3). Berkat Abraham adalah berkat yang Tuhan Allah beri melalui silsilah keturunannya, lahir sang Mesias yaitu Yesus Kristus untuk menyelamatkan manusia.

Tuhan Allah mengadakan perjanjian dengan Daud tentang tahta, bahwa ia memerintah di bawah tahta Tuhan Allah dan dari keturunan Daud akan lahir Yesus Kristus yang
memerintah dengan damai sejahterah. Matius menyebut nama Abraham dan Daud selaku leluhur Yesus Kristus merupakan penggenapan janji Tuhan Allah. Dalam silsilah Yesus Kristus banyak nama dicatat selaku garis keturunan sampai pada lahirnya Yesus Kristus. Nama-nama yang dicatat ini bukanlah orang-orang sempurna. Abraham pernah berbohong kalau Sarai itu adiknya, Daud pernah berdosa dengan Bersyeba, Yakub pernah menipu untuk mendapatkan hak kesulungan, namun Tuhan Allah dengan kedaulatan-Nya memakai mereka menjadi saluran keselamatan.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Dalam Silsilah Yesus Kristus, tidak saja disebut nama laki-laki tetapi juga nama-nama perempuan (ayat 2, 5) dengan perannya di dalam sejarah penebusan-Nya. Selain Maria Ibu Yesus Kristus, disebut juga dua perempuan yang dianggap berdosa seperti Tamar berzinah dengan mertuanya (Kej. 38: 16), Rahab Pelacur (Yos. 2:1) Rut perempuan kafir dari Moab. Sekalipun manusia sangat hina karena dosa dan Tuhan Allah membenci dosa, namun la mengasihinya untuk diselamatkan. Manusia berdosa mendapat kasih karunia untuk jadi saluran berkat lahirnya sang Juruselamat. Hal penting kita renungkan ialah, apakah kita lebih baik dari nama- nama yang disebutkan tadi? Tentu tidak! Sebab seperti kata Rasul Paulus "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah." (Rom. 3: 23).

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Tuhan Allah tidak menghitung dosa-dosa kita lagi. Tuhan Allah punya acara sendiri sesuai kedaulatan-Nya, termasuk memakai orang berdosa untuk ikut dengan dalam karya selamat-Nya. Tuhan Allah mengubah manusia berdosa untuk menjadi alat-Nya seperti tokoh yang disebutkan dalam silsilah Yesus Kristus. Karena itu selaku orang percaya termasuk LANSIA, kita diingatkan bahwa Tuhan Allah tidak pernah lupa dan lalai dalam janji penyertaan-Nya, sekalipun manusia mengkhianati janji setia Tuhan Allah.

Silsilah Yesus Kristus yang ditulis oleh Matius dengan menyebut tokoh-tokoh sesuai dengan perannya, diikutsertakan Tuhan Allah dalam karya selamat-Nya. Oleh karena itu, Tuhan Allah juga memanggil dan menikutsertakan kita, sesuai talenta dan karunia yang kita terima dari pada-Nya.

Menyambut Natal Yesus Kristus, selaku LANSIA kiranya perayaan ini tidak saja perayaan seremonial semata, tetapi memberi makna dan arti penting untuk terus menjaga dan memelihara iman, kesehatan jasmani dan rohani serta menjadi teladan bagi anak, cucu dan semua orang yang ada di sekitar. Tuhan Allah itu baik. Kasih setia-Nya tak pernah surut untuk menolong dan memberkati kita selamanya. Amin.

Baca Juga: Renungan Lansia GMIM 3-9 Desember 2023, Mazmur 85:1-14 DAMAI Bertemunya Kasih, Kesetiaan dan Keadilan

Baca Juga: Renungan Lansia GMIM 10-16 Desember 2023, Yesaya 8:23-9:6 Nubuat Lahirnya Raja Damai

Editor : Aprilia Sahari
#GMIM #Lansia #Renungan GMIM