Saudara-saudara yang diberkati oleh Tuhan,
Terpujilah nama Tuhan Yesus yang senantiasa memberi jaminan keselamatan kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya. Sesunggunya kita sudah berada dalam penghayatan minggu adven ketiga yang juga kita sedang merayakan dalam bentuk ibadah menyambut Natal. Sebagai manusia dan orang percaya kita bersyukur kita diberikan kesempatan untuk lahir dan berkarya ditengah-tengah dunia ini.
Generasi yang satu ke generasi yang berikutnya selalu ada cerita atau sejarah hidupnya. Manusia dikenang atas kebaikannya dalam berkeluarga, bermasyarakat dan berjemaat. Bahkan nenek atau kakek kitapun telah mewarisi iman selalu menjadi rujukan kebaikan untuk keturunannnya selanjutnya.
Saudara-saudara yang diberkati oleh Tuhan,
Kitab Injil Matius diawali dengan mencantumkan silsilah Yesus Kristus, karena alamat tulisannya untuk pembaca Kristen berlatar belakang Yahudi. Matius berusaha memaparkan kisah hidup Yesus Kristus sebagai penggenapan atas nubuatan dalam Perjanjian Lama, dan pembuktian historis itu harus diawali dengan pembuatan silsilah-Nya. Hal ini penting untuk memberikan pemahaman bahwa sesungguhnya kelahiran Yesus Kristus cocok dengan nubuat para nabi.
Ayat 1, adalah sebuah pendahulun tentang silsilah Yesus Kristus yang nantinya dijelaskan secara rinci dalam 2 – 17. Nama Abraham, dikaitkan dengan janji kepadanya tentang berkat kepada keturunannya di muka bumi ini (Kej.22:18), serta janji tentang kekuasaan akan diberikan melalui Daud dan keturunannya (2 Sam.7:12).
Karena itu penulis Injil Matius ingin memberikan bukti nyata bahwa benar Yesus Kristus adalah anak Abraham dan Daud, maka para pembaca akan mengakui Yesus Kristus adalah Mesias sesuai janji yang disampaikan itu. “Mesias” adalah kata Ibrani yang berarti “yang diurapi oleh Tuhan”.
Matius mengelompokan silsilah ini dengan tiga (3) kelompok besar, yaitu: Pertama: Abraham sampai Daud, ay.2-6a; Kedua: Daud sampai pembuangan ke Babel, ay.6b-11; dan Ketiga: Pembuangan ke Babel sampai Yesus Kristus, ay.12-17.
Selanjutnya, mari kita lihat ay.2-6a, dalam bagian ini, dari beberapa nama yang disampaikan, hendak menjelaskan bahwa penulis menyampaikan pesan apa adanya. Tidak ada hal yang ditutup-tutupi dengan merekayasa hanya hal-hal baik untuk memberikan kesan positif bagi pembaca kitab ini.
Hal itu nampak dari dicantumkannya kisah tentang Yehuda yang memperanakan Perez dan Zerah dari Tamar. Kedua anak ini, dimana salah satunya yakni Perez, yang masuk dalam daftar Riwayat keturunan Yesus Kristus, ternyata adalah anak hasil perzinahan antara Yehuda dan Tamar menantunya (Lih. Kej.38).
Orang-orang seperti ini, ternyata turut dilibatkan dalam merintis jalan keselamatan dari Tuhan Allah. Dengan demikian pintu keselamatan terbuka bagi siapa saja, dalam latar belakang kehidupan yang dianggap nista sekalipun oleh manusia pada umumnya. Merekapun tetap menjadi alamat keselamatan dari Yesus Kristus.
Selanjutnya, Rut adalah seorang perempuan Moab yang dibawa oleh Naomi, ibu dari suaminya Kilyon. Hal inipun hendak menyatakan bahwa keselamatan dari Tuhan Allah dalam Yesus Kristus bersifat universal. Bangsa Israel memang membanggakan diri sebagai bangsa pilihan Tuhan Allah.
Pada bagian yang kedua, ay.6b-11, menjelaskan juga tentang beberapa nama, diawali dengan dua nama yang sangat terkenal dan yang mempengaruhi pemerintahan kerajaan Israel, yaitu Daud dan Salomo. Melalui Daud, bangsa Israel tumbuh menjadi bangsa yang disegani dalam percaturan politik di masa itu.
Perluasan dan penaklukan bangsa-bangsa sekitar, membuat bangsa Israel sebagai bangsa yang kuat dan ditakuti di masa pemerintahan Daud. Hal ini berkelanjutan sampai dengan Salomo. Matius memberi penekanan tentang Daud yang memperanakkan Salomo dari isteri Uria, untuk menunjukkan ada kesalahan yang diperbuat olehnya.
Beberapa nama raja yang sempat memerintah di Israel, adalah pencampuran antara mereka yang berbuat baik dan jahat. Misalnya, Rehabem yang jahat memiliki anak Abia yang jahat; Abia yang jahat memiliki anak Asa yang baik; Asa yang baik memiliki anak Yosafat yang baik; Yosafat yang baik memiliki anak Yoram yang jahat.
Bagian ini mau memberikan penekanan bahwa rencana Tuhan Allah untuk menggenapi janji-Nya, sama sekali tidak ditentukan oleh eksistensi manusia yang penuh kelemahan dan kekurangan serta berdosa. Tuhan Allah berkenan memakai siapa saja untuk menggenapi janji-Nya. Anugerah Tuhan Allah memiliki otoritas sendiri dan tidak ditentukan oleh perbuatan baik dan jahat dari manusia.
Ayat 12-17, nama-nama yang ditampilkan hampir tidak memiliki peran yang berarti. Misalnya, nama Yekhonya yang terangkut dalam pembuangan di Babel, pemerintahannya yang sangat singkat, hanya tiga bulan (2 Raj.24:8-17), ia dan ibunya serta permaisuri diangkut dan dibuang. Lalu Sealtiel, Abihud, Elyakim dan lainnya sampai Yusuf. Hanya ada Zerubabel yang diberi kepercayaan sebagai wakil penguasa untuk daerah Yudea.
Dia dipakai Tuhan Allah untuk memimpin orang Israel kembali dari pembuangan untuk mendirikan Kembali mezbah dan Bait Suci di Yerusalem. Puncak keemasan dari keturunan Abraham sampai dengan Daud & Salomo, sesudah itu terjadi kemunduran dan kemerosotan untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa, bahkan hal itu berlangsung sampai dengan akhirnya menjadi keluarga “tukang kayu” (Mat.13:55), yaitu keluarga Yusuf dan Maria.
Tetapi melalui kelahiran Yesus yang disebut Kristus, cahaya yang penuh kemuliaan itu kembali bersinar untuk menerangi, bukan saja bagi bangsa Israel, tetapi terang-Nya diperluas untuk seluruh ciptaan Tuhan Allah. Dan ini merupakan alasan penulisan silsilah untuk memperkuat gagasan bahwa yang berhak atas tahta Kerajaan itu adalah keturunan Daud. Dan bagian terakhir, ay.17, sebagai konklusi dari silsilah ini, Matius menutupnya dengan rangkuman berupa pembagian tiga kali empat belas orang, untuk sampai kepada Yesus Kristus.
Saudara-saudara yang diberkati oleh Tuhan,
Dalam masa raya minggu Adven ini, kita diajak untuk mempersiapan pribadi dan keluarga masing-masing, tetap fokus pada panggilan iman bahwa sesungguhnya kelahiran Yesus Kristus adalah sebuah penggenapan terhadap nubuatan dalam Perjanjian Lama. Sekaligus hendak menunjukkan bahwa Tuhan Allah setia dengan perwujudan janji-janji-Nya.
Kesetian Tuhan Allah ini harus dijawab oleh setiap orang percaya dalam kesetiaan untuk menjadikan Yesus Kristus sebagai pusat perayaan natal oleh gereja-Nya. Bahkan untuk tetap setia dalam setiap tugas dan tanggungjawab yang dipercayakan kepada kita, baik yang berkaitan dengan pelayanan di gereja, maupun pelayanan di masyarakat.
Kedatangan Yesus Kristus ke dalam dunia sebagai seorang manusia, yang ditunjukkan melalui daftar silsilah ini mau menyatakan bahwa Dia hendak merangkul manusia untuk mewujudkan Kerajaan Allah di tengah-tengah dunia ini.
Nama-nama yang ditampilkan, menunjukkan beberapa orang adalah raja, secara khusus raja Daud, membuktikan bahwa Yesus Kristus adalah sah sebagai Raja, Mesias yang di janjikan. Untuk memulihkan secara sempurna tahta Daud dan mengalihkannya menjadi Kerajaan Allah. Dan dalam posisi ini, Yesus Kristus mengubah kerajaan Israel dari yang sifatnya nasional, menjadi Raja untuk semua orang bahkan untuk segenap ciptaan Tuhan Allah.
Ternyata Kristen keturunan tidaklah salah, warisan iman dari orang tua kita sangat penting. Sering terdengar dalam pelayanan yaitu lahir di GMIM, Baptis di GMIM, sidi di GMIM, diberkati di GMIM, mati di GMIM. Ungkapan ini yang menandai warga gereja yang mengasihi Tuhan tetapi juga mencintai GMIM. Karena itu marilah kita yang telah menerima warisan iman dari Yesus Kristus kiranya iman kita selalu berakar, bertumbuh dan berbuah bagi Kristus. Amin.
Sumber: Disadur dari Buku MTPJ dan RHK Edisi Desember 2023 sampai dengan Junuari 2023. Salam dari Saya Pdt DR Djoli Sondakh, MTh.
Editor : Clavel Lukas