PERSIAPAN
- Doa
Penyelenggara Ibadah adalah Majelis Jemaat yang bertugas.
- Penyelenggara Ibadah memimpin doa di konsistori, mengantar Khadim, membaca Warta Jemaat, membaca Alkitab, mengatur Petugas Persembahan dan Doa Persembahan.
- Sebelum naik ke mimbar Khadim menyalakan tiga lilin sebagai simbol Trinitas.
MARI, MENGHADAP HADIRAT-NYA.
Menyanyi NNBT 4 NAIKKAN DOA PADA ALLAH
1 Naikkan doa pada Allah di tempatNya yang kudus;
sembah Dia yang di sorga Allah Yang Mahakudus.
Puji Dia, puji Dia Juru s'lamat manusia!
Agungkanlah Yang mulia, Juru s'lamat dunia.
2 Nyanyikan syukur bagiNya di tempat Maha tinggi.
B'ritakan kasih setiaNya di seluruh dunia.
Puji Dia, puji Dia Juru s'lamat manusia!
Agungkanlah Yang mulia, Juru s'lamat dunia.
BERSEKUTU DALAM NAMA-NYA
P Di dalam nama Allah Bapa Anak-Nya Yesus Kristus dan Roh Kudus, kita bersembah sujud; memuliakan nama-Nya; berkarya dan mengabdi.
J Amin, ya Amin.
Menyanyi PKJ No 13 – KITA MASUK RUMAHNYA
- Kita masuk rumahNya, berkumpul menyembah kepadaNya.
Kita masuk rumahNya, berkumpul menyembah kepadaNya.
Kita masuk rumahNya, berkumpul menyembah kepada Kristus,
menyembah Kristus Tuhan. - Lupakanlah dirimu, arahkan hatimu kepadaNya.
Lupakanlah dirimu, arahkan hatimu kepadaNya.
Lupakanlah dirimu, arahkan hatimu kepada Kristus,
menyembah Kristus Tuhan.
PERSEKUTUAN YANG MENGAKU DOSA (Jemaat duduk)
P Kita hidup dalam satu dunia, dimana terjadi interaksi sosial, dalam mana gesekan pun menyebabkan kita terluka. Salah paham, perbedaan pandangan tidak jarang menyebabkan teralaminya ketegangan. Adakah itu terjadi juga di antara kita, di sini, di dunia kita? Ya,... di dunia kita ini.
Menyanyi: NKB No 19 – DALAM LAUTAN YANG KELAM
- Dalam lautan yang kelam, terancam jiwaku,
dalam dosa tenggelam, hilang harapanku.
Tapi Tuhan berkenan dengar seruanku,
lalu ‘ku dis’lamatkan Mukhalisku. Refrein:
Kasih kudus! Kasih kudus!
Yang t’lah mengangkatku: Kasih kudus!
Kasih kudus! Kasih kudus!
Yang t’lah mengangkatku: Kasih kudus!
JAMINAN-NYA MENGUATKAN
P Dalam Mazmur 91, pemazmur mengungkapkan kesaksian imannya tentang jaminan Allah yang menyatakan bahwa: “Orang yang duduk dalam lindungan Allah Yang Mahatinggi dan yang bermalam dalam naungan Yang Maha-kuasa” (ayat 1), lalu berseru kepada-Nya, akan dijawab: ”Aku akan menyertai dia dalam kesesakannya, Aku akan meluputkan-nya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.” (ayat 15,16)
Menyanyi KJ No 237. ROH KUDUS, TETAP TEGUH
- 1. Roh Kudus, tetap teguh Kau Pemimpin umatMu.
Tuntun kami yang lemah lewat gurun dunia.
Jiwa yang letih lesu mendengar mendengar panggilanMu,
"Hai musafir, ikutlah ke neg'ri sejahtera!" - 2. Kawan karib terdekat, Kau menolong yang penat;
b'ri di jalan yang kelam hati anakMu tent'ram.
Bila badai menderu, perdengarkan suaraMu,
"Hai musafir, ikutlah ke neg'ri!"
PELAYANAN SAKRAMEN BAPTISAN KUDUS ANAK
PENGAJARAN (Jemaat duduk)
P Jemaat yang dikasihi TUHAN Yesus Kristus, baptisan anak-anak adalah sah menurut kesaksian Alkitab. Sebab perintah baptisan ditujukan kepada segala bangsa (Mat 28:19-20). Kebanyakan berita Alkitab tentang pelayanan baptisan menyaksikan baptisan keluarga atau baptisan seisi rumah (Kisah Para Rasul 16:33, 1 Kor.1:16).
Ini berarti pelayanan baptisan yang ditujukan kepada segala bangsa, berlaku bagi keluarga dan seisi rumah meliputi anak-anak dan orang dewasa.
Baptisan adalah pengganti sunat sebagai tanda perjanjian (Kol. 2:11-12). Kisah Para Rasul 2:39 menyatakan baptisan adalah tanda, meterai dari perjanjian Allah dengan orang yang dipanggil-Nya serta keturunannya. Kita memperhatikan istilah keturunan di sini menunjuk pada kewajiban dan tanggung jawab orang tua dan orang tua baptisan untuk menurunkan iman percaya melalui pendidikan iman kepada anak-anak. Dan bagi orang dewasa yang belum dibaptis, menerima pelayanan baptisan adalah merupakan pengambilan keputusan iman oleh kuasa Roh Kudus untuk menerima tanda dan meterai keselamatan TUHAN Allah di dalam Yesus Kristus.
Baptisan dikiaskan bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani tetapi memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah (1 Pet. 3:18-22)
Perintah baptisan terutama diberikan supaya dilakukan dalam NAMA ALLAH BAPA, ANAK dan ROH KUDUS. Justru itu pemberlakuan pelayanan baptisan yang dilakukan Gereja Reformasi termasuk GMIM diimani dalam kehadiran TUHAN ALLAH Tritunggal. Selanjutnya, kita orang tua, orang tua baptisan, orang dewasa dan jemaat berikrar melayankan baptisan di dalam NAMA TUHAN ALLAH BAPA, ANAK dan ROH KUDUS. Oleh karena itu, dalam iman percaya ini, kita melakukan pelayanan baptisan sekali seumur hidup.
Dibaptiskan DALAM NAMA BAPA menyatakan dan memeteraikan kepada kita, bahwa Allah Bapa Pencipta mengadakan suatu perjanjian anugerah yang kekal dengan anak-anak maupun orang dewasa dan mengakui kita sebagai anak-anak-Nya.
Dibaptiskan DALAM NAMA ANAK menyatakan dan memeteraikan kepada kita, bahwa Yesus Kristus menyucikan anak-anak maupun orang dewasa oleh darah-Nya dari segala dosa, dan mema-sukkan kita ke dalam persekutuan kematian dan kebangkitan-Nya.
Dan dibaptiskan DALAM NAMA ROH KUDUS memeteraikan kepada kita, bahwa Roh Kudus hendak diam di dalam hati anak-anak dan orang dewasa, supaya berakar serta berdasarkan pada kasih.
Di lain pihak baptisan itu mewajibkan semua orang yang telah dan yang akan dibaptis saat ini untuk mengasihi Allah Bapa Anak dan Roh Kudus dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan dengan segenap kekuatan,
bahkan untuk melayani seorang akan yang lain dalam kasih dan tidak menghambakan diri lagi kepada dosa.
J Menyanyi : Menyanyi K.J. No. 304:1 “PANDANG, YA BAPA. DALAM RAHMATMU”
Pandang, ya Bapa, dalam rahmatMu
Kami umatMu yang berkumpul ini,
Membawa anak padaMu di sini
dalam percaya akan janjiMu. (KJ No.252; 249 atau nyanyian lain yang sejiwa)
DOA PERMOHONAN
P TUHAN menyertai saudara-saudara.
J Dan menyertai saudara juga.
P Marilah kita berdoa: ………
JANJI BAPTISAN (Orangtua, orangtua baptisan berdiri)
P Saudara-saudara yang kekasih dalam Yesus Kristus, saudara-saudara telah mendengar bahwa baptisan kudus telah di-tetapkan oleh Yesus Kristus sebagai tanda dan meterai suatu perjanjian baru oleh Allah dengan manusia; sebab itu patutlah kita memakai baptisan itu untuk maksud tersebut, bukan karena kebiasaan atau kepercayaan takhyul.
Agar menjadi nyata, bahwa saudara-saudara menghendaki yang demikian, maka saudara-saudara diundang untuk men-jawab pertanyaan-pertanyaan yang berikut dengan tulus ikhlas. Kepada orangtua dan orangtua baptisan anak (-anak) yang akan dibaptis kami bertanya:
- Apakah saudara-saudara sebagai orangtua dan orangtua baptisan memohon pembaptisan anak (-anak) saudara dalam kepercayaan kepada Allah Bapa, Yang Maha kuasa, Khalik langit dan bumi, dan kepada Yesus Kristus, Anak Allah yang tunggal, TUHAN kita, dan kepada Roh Kudus?
Apakah saudara-saudara sebagai orangtua dan orangtua baptisan berjanji di hadapan Allah kita dan jemaat selaku saksi-saksi-Nya bahwa saudara-saudara akan mendidik anak (-anak) saudara sedemikian rupa, sehingga dia (mereka) akan menjadi orang yang percaya kepada Allah: Bapa dan Anak dan Roh Kudus?
P Orang tua dan orang tua baptisan, apakah jawaban saudara-saudara?
OT+OTB : Ya, dengan segenap hati. Amin.
PELAYANAN BAPTISAN (Orangtua, orangtua baptisan berdiri)
P ………, aku membaptis engkau dalam Nama Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Amin. (setiap yang dibaptis hanya satu kali dibasahi)
P TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya. Amin.
(Orang tua dan orang tua baptisan membawakan puji-pujian setelah itu memberikan persembahan khusus Baptisan)
DOA MOHON TUNTUNAN ROH
P Marilah kita memohon tuntunan Roh-Nya.
Kita berdoa: .........
TUHAN Allah, Pelita hidup kami,
sinarilah kami dengan firman-Mu,
karena firman-Mu adalah pelita hidup kami
dan suluh pada jalan kami.
Tuntunlah kami oleh Roh-Mu yang kudus,
agar kami dapat memahami kehendak-Mu
dan menjalani hidup kami sesuai maksud-Mu. Amin.
Menyanyi: KJ No 59 – BERSABDALAH, TUHAN
- Bersabdalah, Tuhan, kami mendengarkan. Bersabdalah, Tuhan, kami mendengarkan.
- Kuatkanlah kami dan hiburlah kami. Kuatkanlah kami dan hiburlah kami.
PEMBACAAN ALKITAB
-Puji-pujian
- Khotbah/Refleksi/Dialog
BERILAH YANG BAIK
P Berilah yang baik, sebagai ungkapan syukur kita sambil mengingat bahwa pemberian ini akan dimanfaatkan bagi kesaksian dan pelayanan Gereja kepada dunia.
Menyanyi: NKB 133 – Syukur PadaMu, Ya Allah
- Syukur padaMu, ya Allah, atas s’gala rahmatMu;
Syukur atas kecukupan dari kasihMu penuh.
Syukur atas pekerjaan, walau tubuhpun lemban;
Syukur atas kasih sayang dari sanak dan teman. - Syukur atas bunga mawar, harum, indah tak terp’ri.
Syukur atas awan hitam dan mentari berseri.
Syukur atas suka-duka yang ‘Kau b’ri tiap saat;
Dan FimanMulah pelita agar kami tak sesat - Syukur atas keluarga penuh kasih yang mesra;
Syukur atas perhimpunan yang memb’ri sejahtera.
Syukur atas kekuatan kala duka dan kesah;
Syukur atas pengharapan kini dan selamaNya!
DOA SYUKUR/SYAFAAT
P Marilah kita berdoa: .........
TEMBANG TEKAD (Jemaat berdiri)
P+J NKB No 49 TUHAN YANG PEGANG
- Tak ‘ku tahu ‘kan hari esok, namun langkahku tegap. Bukan surya ‘ku harapkan, kar’na surya ‘kan lenyap. O tiada ‘ku gelisah akan masa menjelang; ‘ku berjalan serta Yesus, maka hatiku tenang. Reff
Banyak hal taku ‘ku fahami dalam masa menjelang.
Tapi t’rang bagiku ini: Tangan Tuhan yang pegang.
BERKAT
P Pergilah dengan selamat dan terimalah berkat TUHAN:
Pergilah dengan sejahtera umat TUHAN,
pergilah dengan damai menurut kasih TUHAN!
J Amin, Amin, Amin (dinyanyikan)
SAAT TEDUH
SINODE GMIM
Editor : Clavel Lukas