Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Upus Ni Mama GMIM 7-13 Januari 2024, Filipi 3 : 1b-16 Tetap Setia Di Jalan Tuhan Menghadapi Penyesat

Aprilia Sahari • Kamis, 4 Januari 2024 | 10:07 WIB
LOGO WKI GMIM
LOGO WKI GMIM

Tema : "Tetap Setia Di Jalan Tuhan Menghadapi Penyesat"
Bacaan Alkitab : Filipi 3 : 1b-16

Ibu-ibu yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Selamat Tahun Baru bagi kita semua, puji syukur kepada Tuhan karena masih memperkenankan kita semua menapaki tahun 2024 ini. Saudara-saudara kemajuan teknologi membuat kehidupan yang kita jalani ini dipermudah. Realita yang terjadi segala sesuatu yang kita butuhkan mudah didapat karena tinggal kita menggerakkan jari-jari kita lewat handphone, maka apa yang kita perlukan boleh kita dapatkan. Tidak lagi susah-susah kita cari, mengeluarkan energi, tinggal keluarkan uang. Semua kebutuhan pokok mudah didapat karena kemajuan teknologi yang sungguh pesat. Termasuk ajaran-ajaran Kristen dalam Alkitab kita sudah dapat mengaksesnya lewat HP. Dan hal yang burukpun mudah kita akses lewat situs media sosial. Mengawali perjalanan hidup kita di tahun 2024 ini kita dituntun dengan tema renungan : "Tetap Setia Di Jalan Tuhan Menghadapi Penyesat".

Ibu-ibu yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,
Dalam menjalani hidup pasti ada tujuan yang akan kita capai. Siapapun kita pasti menginginkan kehidupan yang kita jalani memberi makna tersendiri bagi kita. Pasti kita mengharapkan sesuatu yang membuat kita bahagia, senang, tentram dan lain sebagainya. Kita percaya ketika kita telah menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat, maka ada kemudahan yang akan kita darat, walaupun perjalanan hidup yang kita lalui tidak pernah lepas dari tantangan dan pergumulan.

Rasul Paulus menulis surat Filipi dengan satu kerinduan yaitu agar jemaat bertumbuh dalam iman kepada Yesus Kristus, terus hidup saling mengasihi satu dengan yang Iainnya. Paulus tidak menghendaki ada pertikaian terjadi di antara jemaat. Dalam penjara Paulus menulis surat ini untuk memberi perhatian khusus kepada jemaat Filipi yang mengalami pergumulan dengan ajaran-ajaran sesat yang mau memecah belah persekutuan jemaat. Dampak ini mungkin disebabkan karena kota Filipi yang letaknya sangat strategis karena menghubungkan Eropa dan Asia, di samping itu sebagai pusat perdagangan, sehingga di kota ini hidup orang-orang dari berbagai suku bangsa dan strata sosial yang berbeda-beda. Karena itu ada beberapa hal yang mau diingatkan oleh Paulus dalam surat Filipi 3:1b-16. Pertama: tetap teguh dalam iman kepada Yesus Kristus, sebab ada pertentangan yang terjadi. Paulus mengingatkan kembali tentang sesuatu yang telah pernah ia ajarkan seperti "hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja sesat dan terhadap penyunat-penyunat palsu. Jemaat Filipi jangan bermegah pada hal-hal lahiriah saja seperti harus disunat maka akan diselamatkan sesuai Taurat, tetapi lebih dari pada itu Paulus mengharapkan jemaat untuk menyerahkan diri seutuhnya kepada Tuhan sebab itulah yang terpenting, jangan mudah terpengaruh, tetap berhati-hati. Karena itu ia memberi contoh dirinya sendiri, di mana kemegahan, kejayaan maka ia disegani di kalangan Yahudi, tetapi semuanya itu sia-sia, karena semua yang dimilikinya di luar Kristus dianggap sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya/tidak bermanfaat hanya sebagai sampah. Yang paling penting bagaimana iman akan pengenalan tentang Kristus yang mati dan bangkit. Dalam arti jemaat harus bermegah dalam Kristus, bukan bermegah atas diri atau perbuatan yang diiakukan. Kedua: Paulus mengingatkan jemaat Filipi untuk tetap menyerahkan hidup pada Tuhan sumber keselamatan manusia. Sebab tidak ada yang dapat memisahkan kita dari Allah jika kita tetap setia dan percaya pada-Nya. Paulus menyadari bahwa ia belum sempurna karena itu ia ingin maju dalam pengenalan akan Kristus dan melupakan segala yang terjadi di masa lalu, dan terus mengarahkan diri kepada apa yang ada di hadapanku karena itulah tujuan/sasaran hidup yang Paulus harapkan yang merupakan hadiah baginya untuk menjawab panggilan iman sorgawi menjadi sempurna berpikir dan setia di jalan Tuhan.

Ibu-ibu yang dikasihi oleh Yesus Kristus,
Tema renungan: "Tetap Setia Di Jalan Tuhan Menghadapi Penyesat", menuntun kita sebagai ibu-ibu Tuhan untuk tetap setia di jalan Tuhan. Kemajuan teknologi yang semakin canggih menguji iman kita sebagai orang percaya. Sebab semua teknologi yang ada dibuat oleh manusia dengan segala kekayaan hikmat yang Tuhan anugerahkan. Bagaimana cara kita supaya tidak terpengaruh dan bisa bertahan hidup mengendalikan diri agar tidak terjebak pada hal-hal yang menyesatkan kita. Mempergunakan sesuai kebutuhan bukan sesuai dengan keinginan. Kita memang tidak dapat memprediksi apa yang akan terjadi di tahun 2024 ini yang masih penuh dengan misteri, tetapi sebagai orang beriman maka ada pengharapan kepada Tuhan Yesus Kristus. Pengharapan bahwa Tuhan yang telah menyertai kita di tahun-tahun sebelumnya, akan memberkati kita di tahun 2024 ini. Masing-masing kita sebagai ibu-ibu mengharapkan sesuatu di tahun 2024, seperti sukses dalam pekerjaan, selalu diberi kekuatan, kesehatan, hidup selalu bahagia, terus jadi istri yang baik dan bijaksana, jadi mama yang baik untuk anak-anak, terus jadi tiang doa di tengah-tengah keluarga dan berbagai kerinduan lainnya. Untuk mewujudkan semua harapan itu maka firman saat ini mengingatkan kita untuk tetap setia di jalan Tuhan. Jangan menyimpang ke kiri dan ke kanan, fokus hanya kepada Tuhan supaya tidak tersesat dan menyesatkan orang lain, cari dan terus andalkan Tuhan, jangan andalkan kekuasaan, jabatan, kekayaan yang ada pada kita sebab semua itu hanya sementara, akan berakhir dengan kekecewaan, kehampaan, frustasi dan lain-lain. Ketika tujuan hidup yang kita capai dalam kendali Tuhan maka kesuksesan, keberhasilan, kebahagiaan, kemujuran dan hal-hal baik lainnya menjadi bagian hidup kita. Pandang hari esok dengan segala harapan, jangan takut menghadapinya, tetap berhati-hati, semangat untuk maju dan berjalan bersama Tuhan, pasti kita bisa. Amin.

Pertanyaan Untuk Diskusi
1. Apa pendapat kita tentang tema: Tetap setia di jalan Tuhan, menghadapi penyesat menurut Filipi 3:1b-16 ini?
2. Apa yang harus kita lakukan sebagai ibu-ibu untuk menghadapi penyesat-penyesat?

Editor : Aprilia Sahari
#Upus Ni Mama GMIM #WKI GMIM #GMIM #Renungan GMIM