Tema : "Tetap Setia Di Jalan Tuhan Menghadapi Penyesat"
Bacaan Alkitab : Filipi 3 : 1b-16
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Siapa yang usia paling tua di sini (bertanya kepada semua yang hadir)? Kapan Bapak/Ibu mengenal Tuhan Yesus Kristus? Kebanyakan kita pasti akan bilang sejak dari kecil. Tetapi menjadi pertanyaan selanjutnya, apakah kita hanya sekedar mengenal Tuhan Yesus Kristus, sangat mengenal atau bahkan sungguh-sungguh mengenal Tuhan Yesus Kristus? Ini tentunya berhubungan dengan kehidupan beriman seseorang. Tentang pengenalan Tuhan Yesus Kristus yang adalah kebenaran yang sejati, ditegaskan oleh Rasul Paulus dalam bagian pembacaan kita, Filipi 3:lb-16.
Rasul Paulus menulis surat Filipi sewaktu di penjara. Hubungan Rasul Paulus dengan jemaat di Filipi terjalin dengan baik, tetapi ada sekelompok orang yang disebut Paulus dalam ayat 2 "anjing-anjing, pekerja-pekerja yangjahat dan penyunat-penyunat yang palsu" yang menentang dia, memfitnah, menghasut, bahkan memberi pengaruh negatif supaya jemaat di Filipi marah dan membenci dia. Orang-orang seperti ini, dikritik oleh Paulus.
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Rasul Paulus menceritakan masa lalu dirinya yang tadinya percaya kepada hal-hal lahiriah untuk mendapat kebenaran yang sejati, seperti disunat pada hari ke-8, dari bangsa Israel, suku Benyamin, orang Ibrani asli, memiliki pendirian teguh kepada hukum Taurat, orang Farisi, memiliki kegiatan sebagai penganiaya jemaat, memiliki kebenaran dalam mentaati hukum Taurat yang tidak bercacat cela. Tapi itu dulu, sebelum dia mengenal Yesus Kristus. Setelah mengenal Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat-Nya.
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Rasul Paulus berubah dan menganggap semua yang pernah dilakukannya adalah sampah. Kebenaran sendiri dengan amal perbuatan baik bukanlah jalan menuju pada kebenaran sejati. Tetapi dengan kepercayaan kepada Tuhan Yesus Kristus itulah kebenaran sejati yang sesungguhnya. Rasul Paulus menekankan kalau kebenaran sendiri yang diterapkan, maka setiap hari akan sibuk mencari dan menghitung amal dan perbuatan baik yang dilakukan dan lupa akan kebaikan Tuhan Allah. Kita harus percaya sepenuhnya kepada Tuhan Yesus Kristus dalam karya penyelamatan-Nya, sehingga kita beroleh jaminan hidup yang kekal. Kita mengenal Tuhan Allah lewat ciptaan-Nya, Firman-Nya dan anak-Nya Tuhan Yesus Kristus yang menderita dan bangkit.
Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Rasul Paulus mengungkapkan (ayat 13b, 14a) "Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Yesus Kristus." Jadi, yang utama di sini adalah mau memperbaharui diri ke arah pengenalan akan kebenaran yang sejati yaitu dalam Tuhan Yesus Kristus. Sehingga mampu menghadapi para penyesat yang menentang dan menggoyahkan iman percaya kepada Tuhan Kristus.
Kesetiaan beribadah, kedisiplinan waktu, kerinduan untuk membaca Alkitab dan mendengarkan Firman Tuhan adalah sikap hidup yang sudah ditunjukkan Bapak, Ibu, Para Orang Tua Lanjut Usia dalam kehidupan berjemaat. Hal ini menjadi teladan bagi kaum muda untuk menjaga kesetiaan kepada Tuhan Yesus Kristus. Apalagi menghadapi tantangan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang bisa saja menyesatkan. Setia sampai akhir hendaklah bukan hanya menjadi ungkapan, tetapi menjadi hal yang dilakukan. Amin.
Editor : Aprilia Sahari