Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Pelita GMIM 14-20 Januari 2024, Matius 7:15-23 Mengenal dan Cerdas Memilih Pemimpin

Aprilia Sahari • Selasa, 9 Januari 2024 | 14:12 WIB
LOGO PKB GMIM
LOGO PKB GMIM

Tema : "Mengenal dan Cerdas Memilih Pemimpin"
Bacaan Alkitab : Matius 7 : 15-23

Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Sudahkah kita mengenal calon pemimpin yang akan dipilih? Sebab adalah lebih baik dan cerdas, jika figur calon yang akan dipilih telah kita kenal, baik itu Calon Presiden dan Wakil Presiden, maupun Calon Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Dengan harapan para pemilih dapat menentukan pilihannya sendiri sesuai hati nurani, bukan karena faktor-faktor lain, seperti paksaan dan tekanan apalagi hanya karena uang, yang seolah-olah suara pemilih dibayar. Calon yang hanya mengandalkan money politic demi ambisinya meraih jabatan sudah langsung dapat dikenal kepribadiannya seperti apa.

Sahabat Pria/Kaum Bapa yang diberkati Tuhan!
Bacaan Alkitab saat ini merupakan salah satu pokok pengajaran Tuhan Yesus kepada para murid-Nya ketika Ia menyampaikan khotbah di atas bukit (pasal 5 - 7). Menurut Matius yang merupakan salah satu saksi hidup dari Injil, Yesus dalam pengajarannya, banyak kali menyentil hal-hal keagamaan (Yahudi) yang keliru dan yang harus diluruskan. Maksud Matius juga supaya orang-orang Kristen (komunitas berlatar belakang Yahudi) dapat menjalankan kehidupan beriman dengan benar, terutama para pemimpin jemaat harus sungguh-sungguh menjadi pelaku firman yang setia. Matius, yang diyakini sebagai penulis Injil ini adalah seorang Yahudi yang selalu mengikut Yesus. Matius meninggalkan pekerjaannya sebagai pemungut cukai sejak ia dipanggil Yesus dan selalu turut menyertai Yesus.

Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan!
Yesus dalam pengajaran-Nya memperingatkan para murid untuk waspada terhadap nabi-nabi palsu yang menyamar seperti domba, tetapi mereka adalah serigala yang buas. Nabi-nabi palsu digambarkan juga seperti pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang tidak baik. Lalu setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Yesus sebetulnya sedang menyorot para ahli Taurat dan orang Farisi. Mereka yang mengajarkan hukum Taurat tetapi mereka bersikap sombong, tamak, munafik, suka menindas, mementingkan diri sendiri dan sebagainya.

Orang Kristen harus waspada jangan sampai diperdaya dan disesatkan oleh ajaran dan perilaku hidup yang bertentangan dengan Injil Kristus. Nabi-nabi palsu akan dapat dikenal dari cara hidup mereka yang tidak sesuai dengan ajaran gereja yang benar. Nabi-nabi palsu atau rasul-rasul palsu hanya mencari keuntungan pribadi untuk kesenangan mereka (Bandingkan Roma 16:18). Tindakan dan perilaku mereka sama sekali bertolak belakang dengan apa yang mereka ajarkan.Mereka kelihatan saleh tapi hidup mereka penuh dengan kemunafikan. Mereka memperlihatkan diri sebagai orang-orang yang menerima ilham dan nubuat dari Allah namun mereka sendiri tidak melakukan kehendak Bapa di sorga.

Nabi-nabi palsu kelihatan taat beragama dan mengajarkan tentang kebaikan Allah namun mereka justru berbuat hal-hal yang jahat. Dalam kitab Wahyu juga dikatakan tentang rasul-rasul palsu. Mereka adalah orang-orang yang menyebut diri sebagai rasul tetapi sebenarnya tidak demikian; mereka adalah pendusta (Wahyu 2:2).

Sahabat Pria/Kaum Bapa yang diberkati Tuhan!
Orang-orang Kristen yang baik dapat digambarkan pula sebagai pohon-pohon yang baik yang menghasilkan buah-buah yang baik lewat perkataan dan perbuatan sehari-hari. Hidup orang Kristen yang memberi diri dipimpin oleh Roh (dan firman Tuhan sebagai pedang Roh Kudus) akan menghasilkan buah-buah Roh (Galatia 5:22). Sedangkan orang-orang yang menuruti keinginan daging akan menghasilkan perbuatan-perbuatan daging (Galatia 5:19-20). Barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah (Galatia 5:21). Yesus berkata:"...Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Firman Tuhan ini secara tidak langsung juga mengingatkan para pemimpin agamaigereja masa kini untuk sungguh-sungguh menjadi pengajar dan pelaku firman dengan setia. Pemimpin harus benar-benar berintegritas. Apa yang dikatakannya, itulah yang diperbuatnya sesuai firman Tuhan. Pemimpin yang seperti itulah yang dikehendaki Tuhan yang berperan penting untuk kebaikan jemaat yang digembalakan bukan untuk kepentingan pribadi. Figur pemimpin yang demikianlah yang tentu saja kita harapkan. Bukan saja di dalam agama atau gereja, tetapi juga di dalam masyarakat bangsa dan negara. Sebab itu kita wajib mengenal sosok calon presiden, calon DPR, DPD dan DPRD sebelum kita menentukan siapa pilihan kita di hari Rabu 14 Februari 2024. Pilihan kita turut menentukan masa depan bangsa. Yang tak kalah pentingnya lagi kita harus berdoa; meminta petunjuk dan hikmat dari Tuhan, bukan saja untuk pilihan kita melainkan demi kebaikan bangsa dan negara yang sama-sama kita cintai. AMIN.

Pertanyaan untuk PA:
1. Mengapa Yesus memperingatkan murid-murid-Nya untuk mewaspadai nabi-nabi palsu? Dan bagaimana cara mengenal nabi-nabi palsu masa kini?
2. Menurut saudara figur calon pemimpin yang bagaimana yang layak untuk dipilih?

Baca Juga: Pelita GMIM 7-13 Januari 2024, Filipi 3:1b-16 Tetap Setia Di Jalan Tuhan Menghadapi Penyesat

Editor : Aprilia Sahari
#PKB GMIM #GMIM #Pelita GMIM #Renungan GMIM