Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan Lansia GMIM 14-20 Januari 2024, Matius 7:15-23 Mengenal dan Cerdas Memilih Pemimpin

Aprilia Sahari • Selasa, 9 Januari 2024 | 15:02 WIB
LOGO GMIM.
LOGO GMIM.

Tema : "Mengenal dan Cerdas Memilih Pemimpin"
Bacaan Alkitab : Matius 7 : 15-23

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Syalom!. Kita bersyukur hari ini boleh bertemu satu dengan yang lain dalam persekutuan Ibadah Kelompok Pelayanan Lansia. Usia semakin bertambah tentu iman juga semakin kuat di dalam Tuhan, amin? Bagian Firman Tuhan yang kita baca saat ini dari Injil Matius 7:15-23 hendak memberikan beberapa pemahaman, yaitu:

Pertama, waspada terhadap pengajar atau nabi palsu (ayat 15). Bagian Firman ini ada dalam satu kesatuan, yakni khotbah di bukit yang disampaikan oleh Yesus Kristus sendiri yang dimulai dari ucapan-ucapan bahagia, menjadi garam dan terang dunia serta hal-hal praktis menyangkut relasi kehidupan dengan Tuhan Allah dalam doa dan sesama. Khusus di perikop ini penulis mengawali dengan mengatakan: "waspada/ah terhadap nabi-nabi palsu". Mereka dianalogikan (digambarkan) seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Perilaku atau sikap hidup mereka kelihatan baik, namun sesungguhnya ada maksud di balik semua itu untuk "memangsa- orang-orang tersebut. Umat Tuhan harus waspada, jangan mudah terpengaruh dengan bujuk rayuan yang kelihatan indah dan menyenangkan namun berujung sengsara bahkan maut. Umat Tuhan harus teguh berpegang pada ajaran yang benar, yakni di dalam Yesus Kristus. Waspada berarti juga berjaga-jaga, siap sedia, tidak tertidur, terus bertekun dalam doa dan tekun belajar Firman Tuhan.

Kedua, setiap pohon dikenal dari buahnya (ayat 16). Kita mengenal setiap jenis pohon khususnya pohon buah-buahan dari buahnya. Kalau pohon itu berbuah durian, maka kita mengatakan itu adalah pohon durian, begitu juga kalau pohon itu berbuah rambutan, maka kita mengatakan itu pohon rambutan. Begitu juga dengan jenis kayu-kayuan, kalau kayu itu kayu cempaka, maka pohonnya kita katakan pohon cempaka. Tidak mungkin pohon itu berbuah mangga dan kita mengatakan bahwa pohon itu pohon sursak, setiap pohon dikenal dari buahnya. Ayat ini memberikan gambaran bahwa umat Tuhan juga harus menghasilkan buah sebagai orang percaya, buah-buah yang dimaksud adalah buah Roh, yakni: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan dan penguasaan diri (Gal. 5:22-23). Dengan menghasilkan buah-buah Roh ini, maka umat Tuhan akan disebut orang percaya kepada Yesus Kristus. Tanpa banyak berkata-kata orang lain akan melihat sikap dan prilaku yang sesuai dengan Injil Yesus Kristus.

Ketiga, pohon yang baik dan menghasilkan buah yang baik (ayat 17-20). Bila kita menanam pohon buah-buahan, maka pasti kita akan mengurusnya dengan baik, yakni dengan membersihkannya, memberi pupuk sehingga pohon itu akan berbuah. Tidak mungkin pohon itu akan berbuah banyak kalau pohon tersebut tidak dirawat dengan baik. Ini adalah gambaran yang mau diungkapkan melalui ayat ini, yakni umat Tuhan digambarkan sebagai pohon yang ditanam dan kemudian menghasilkan buah yang baik.

Pemazmur mengatakan bahwa: "mereka yang ditanam di bait Tuhan akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar" (Mzm. 92:14-15). Tuhan menghendaki umat-Nya untuk berbuah, menjadi berkat bagi banyak orang, bagaimana untuk berbuah banyak? Tinggallah dalam Yesus Kristus dan belajarlah Firman Tuhan serta lakukan kehendak-Nya. Umat Tuhan harus menunjukkan iman percaya di tengah berbagai tantangan dan pergumulan, bagaikan pohon yang bertumbuh di semak berduri, tetapi pohon itu terus bertumbuh dan menghasilkan buah pada musimnya. Selanjutnya dikatakan kalau pohon itu tidak berbuah, maka sebaiknya pohon itu ditebang dan dibuang ke dalam api. Artinya kehidupan yang tidak menghasilkan buah, berarti tidak berguna. Hidup itu harus berguna untuk banyak orang dan untuk kemuliaan nama Tuhan AlIah. Ungkapan ini sangat keras yang mengingatkan umat Tuhan bahwa mereka hidup haruslah menjadi berkat bagi orang lain, harus menunjukkan buah-buah Roh jangan hidup tapi tidak berguna untuk orang lain. Jangan sampai Tuhan sendiri yang "menebang" mereka dan pada akhirnya mereka tidak akan hidup lagi.

Keempat, berseru kepada Tuhan Allah dan melakukan apa yang dikehendaki-Nya (ayat 21-23). Tuhan Yesus Kristus sendiri berkata: "Tidak semua orang yang berseru Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga." Hal ini hendak menjelaskan bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga adalah dengan melakukan kehendak-Nya, jangan hanya berseru, beribadah dan memuji nama-Nya, tetapi tidak melakukan apa yang menjadi kehendak Firman, ketetapan dan kehendak-Nya. Perkataan Tuhan Yesus Kristus ini hendak mengingatkan kepada umat-Nya bahwa iman percaya mereka kepada Tuhan bukan hanya sekedar diucapkan saja, tetapi harus benar-benar menjiwai setiap prilaku hidup mereka yang terpancar melalui sikap hidup yang sesuai atau berpadanan dengan apa yang Ia inginkan umat-Nya lakukan. Antara lain: mengasihi sesama umat manusia, menolong mereka yang dalam pergumulan, rajin dan setia beribadah. Selanjutnya juga dikatakan bahwa pada hari-hari terakhir (menjelang kedatangan Tuhan Yesus kembali), maka akan muncul orang yang berseru kepada Tuhan dengan mengaku sudah bernubuat, mengusir setan dan melakukan banyak mujizat lainnya demi nama Tuhan Yesus. Tetapi dengan tegas, Tuhan Yesus berkata: "Aku tidak mengenal kamu. ". Sungguh ironis mereka memakai nama Tuhan Yesus untuk menutup kedok atau topeng mereka yang sesungguhnya yakni membuat umat menjauhi persekutuan ibadah dengan Tuhan dan pada akhirnya mengingkari iman percaya mereka serta membawa mereka pada jurang kebinasaan.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Tak lama lagi kita akan melaksanakan pesta demokrasi. Kita akan memilih orang-orang yang akan kita percayakan membangun negeri yang kita cintai ini, baik itu di aras nasional, provinsi dan kabupaten kota. Kita akan memilih Presiden dan Wakil Presiden, DPD RI, DPR-RI, DPR Propinsi, DPR Kabupaten/Kota. Menjadi tanggung-jawab bersama untuk menyukseskan pesta demokrasi ini. Apalagi sebagai orangtua tua/Kelompok Pelayanan Lansia untuk mengingatkan kepada anak-anak dan cucu-cucu (wajib pilih) untuk memilih yang terbaik di antara yang baik, orang-orang yang takut akan Tuhan, mencintai gereja, mereka yang peduli akan dunia pendidikan dan berkomitmen untuk membangun kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Jangan mudah terpengaruh dengan bujuk rayu Calon atau TS (Tim Sukses) yang sengaja membagikan sembako atau uang untuk memilih Calon yang bersangkutan. Tetapi kita harus mengenal jati diri atau track record (latar belakang). Sebagai orangtua, mari kita memberi contoh untuk dapat memilih pemimpin bangsa dan negara kita yang beriman, punya budi pekerti/etika yang baik, mereka yang teruji jatidiri, jujur dan memperhatikan banyak orang, terlebih yang takut akan Tuhan.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Bagian Firman Tuhan di minggu ini juga hendak mengingatkan bahwa sebagai orang percaya masa kini, terlebih sebagai Oma, Opa, Papa dan Mama untuk terus mengajarkan nilai-nilai iman kepada anak-anak dan cucu-cucu supaya mereka terus hidup dalam Tuhan, rajin belajar Firman Tuhan dan tekun berdoa supaya dapat membedakan mana ajaran yang benar dan yang tidak. Tidak akan mudah terpengaruh oleh guru-guru/nabi-nabi palsu dengan ajaran mereka yang menyesatkan. Kita sebenarnya dapat melihat dari buah yang dihasilkan dari ajaran itu, apakah benar atau palsu, yakni: bila ajaran itu berbuah kebenaran, menjadi berkat bagi banyak orang dan memuliakan nama Tuhan Yesus, maka yang pasti ajaran itu benar. Namun bila hanya memuliakan diri sendiri, mencari kesenangan duniawi dan mendatangkan pertikaian, ketidakharmonisan satu dengan yang lain, maka itu adalah ajaran sesat. Tetaplah setia di dalam Tuhan dan hasilkan karya-karya indah di masa tua, bahwa masa tua pun kita tetap dipakai oleh Tuhan menjadi berkat bagi banyak orang, seperti kata pemazmur: "Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan, bahwa Tuhan itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya." (Mzm. 92:15-16). Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Baca Juga: Renungan Lansia GMIM 7-13 Januari 2024, Filipi 3:1b-16 Tetap Setia Di Jalan Tuhan Menghadapi Penyesat

Editor : Aprilia Sahari
#Lansia GMIM #GMIM #Renungan GMIM