Tema: "Hidup Taat Menurut Hukum"
Pembacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 25 : 1-12
Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Hidup adalah anugerah Tuhan. Karena itu tidak ada alasan bagi manusia untuk tidak dapat bersyukur. Hidup manusia berada dalam proses dan kendali Tuhan. Terkadang ada dalam kebahagiaan, terkadang dalam pergumulan pula. Tidak ada manusia yang dapat mengatur hidupnya sendiri selain menyerahkan saja dalam kekuasaan Tuhan. Menjalani kehidupan adalah kewajiban manusia, karena selama Allah memberikan napas hidup, selama itulah kita menjalaninya. Tidak serta merta kalau Tuhan memberikan hidup maka manusia dapat mengatur Tuhan untuk mengikuti keinginannya. Manusia yang menjalani hidup namun Tuhan yang mengaturnya.
Hidup tidak hanya enak saja, terkadang berat dan sangat sulit dijalani menurut ukuran manusia. namun akan menjadi ringan jika manusia berserah pada Tuhan. Ada waktu Tuhan yang terbaik bagi anak-anak-Nya yang berpengharapan pada-Nya. Alkitab banyak memberi kesaksian tentang bagaimana hidup orang percaya tidak selamanya bahagia namun ada penderitaan yang dijalaninya. Upah dari kesetiaan, buah dari ketaatan, upah dari mengandalkan Tuhan adalah diberkati (Yeremia 17:7-8). Ketaatan kita pada Tuhan adalah wujud dari keimanan kita yang besar pada Tuhan. Iman harus melewati proses ujian, dan tanpa itu kita tidak dapat mengatakan bahwa kita memiliki iman yang besar. Yusuf adalah contoh. Ia tidak hanya sekadar percaya kepada Allah namun ia mengikuti proses Tuhan dari iman yang ia miliki. Proses Tuhan dalam hidupnya membawa ia pada keberhasilan yang paripurna. Yusuf menjadi teladan bagi semua orang beriman.
Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan!
Dalam bacaan kita saat ini Paulus dalam keyakinan imannya pada Kristus membawa ia pada proses hidup orang percaya. Tidak serta merta karena ia telah percaya kepada Tuhan Yesus lantas ia tidak menjalani proses kehidupan. Kita semua tahu siapa Paulus, ia adalah seorang penganiaya orang percaya namun Tuhan Yesus menangkapnya dan menjadikan Paulus sebagai alat bagi-Nya dalam memberitakan Injil kebenaran. Paulus yang benar-benar bertobat dan menjadi orang beriman harus menjalani hidup dengan proses yang sangat panjang, bahkan proses yang ia jalani karena imannya pada Kristus membuat ia harus dihukum. Bagi Paulus penjara dan hukuman bukanlah hal yang menakutkan sebab ia telah memiliki Kristus yang melebihi segalanya.
Paulus menjalani proses kehidupan yang penuh tantangan berat namun tidak membuat ia takut dan gentar. Paulus tetap berani menyuarakan kebenaran apa pun itu termasuk di tengah ancaman. Rencana imam-imam kepala dan orang-orang Yahudi untuk membunuh Paulus di tengah jalan tidak sedikitpun menggetarkan hatinya, malahan Paulus sangat berani menunjukkan keimanannya pada Tuhan di hadapan Festus. Bagi Paulus kebenaran adalah kebenaran dan kejahatan pasti akan kalah dari kebenaran. Kata Paulus, "..jika aku benar-benar bersalah dan berbuat suatu kejahatan yang setimpal dengan hukuman mati, aku rela mati, tetapi jika apa yang mereka tuduhkan itu terhadap aku tidak benar, tidak ada seorang pun yang berhak menyerahkan aku... Aku naik banding kepada Kaisar" (ayat 11). Bagi Paulus kebenaran Kristuslah yang akan menang dari pada tuduhan imam-imam kepala dan orangorang Yahudi. Ketaatannya pada Kristus membawa ia juga taat pada peraturan dan hukum yang berlaku. Paulus sekali lagi tidak takut proses hukum yang harus ia jalani karena bagi Paulus yang terutama dalam hidup adalah menaati Allah dan tidak mengabaikan peraturan yang berlaku.
Sahabat Pria/Kaum Bapa yang diberkati Tuhan!
Proses hidup Paulus memberi kita banyak pelajaran berharga. Hidup bersama Kristus bukan berarti tidak melewati proses yang sulit. Hidup bersama Kristus adalah hidup dalam ketaatan. Bukan hanya taat pada kehendak-Nya yang sempurna lewat firman Tuhan namun juga pada peraturan-peraturan yang Tuhan tetapkan sebagai orang percaya. Taat pada Allah adalah juga taat pada hukum yang berlaku dalam hidup kita.
Sebagai Pria/Kaum Bapa kita memiliki tanggung jawab yang besar pada Allah. Keteladanan yang kita lihat dalam diri Paulus itu, hendaknya juga berlaku bagi kita sebagai suami, ayah yang baik bagi anak-anak kita dan isteri tercinta. Gereja Tuhan yang taat hukum adalah gereja Tuhan yang hidup menurut apa yang Kristus kehendaki dan bukan melanggarnya apalagi mengabaikannya. Karena itu marilah kita taat pada kehendak Allah dan taat pada peraturan yang berlaku dalam hidup ini. Amin.
Pertanyaan untuk PA:
1.Jelaskan arti ketaatan kita pada Allah sesuai bacaan kita saat ini?
2. Bagaimana cara P/KB menjadi orang yang taat hukum gereja maupun negara/pemerintah?