Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Pelita GMIM 4-10 Februari 2024, Amos 5:7-13 Bersama Tuhan Melawan Ketidakadilan

Aprilia Sahari • Selasa, 6 Februari 2024 | 09:44 WIB
LOGO PKB GMIM
LOGO PKB GMIM

Bacaan Alkitab : Amos 5 : 7-13
Tema Mingguan : "Bersama Tuhan Melawan Ketidakadilan"

Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Masalah-masalah yang dominan di negara kita adalah korupsi yang belum dapat terselesaikan, apalagi oknum-oknum penegak hukum justru yang melanggar hukum. Orang-orang yang tahu apa itu keadilan justru berlaku tidak adil. Namun demikian kita sebagai warga gereja tetap diajak untuk menjadi garam dan terang dunia dalam semua aspek kehidupan termasuk dalam Pemilihan Umum yang tidak lama lagi akan digelar.

Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Bacaan kita minggu ini adalah kitab Amos 5:7-13. Nabi Amos adalah nabi pemberani dan tidak takut dengan risiko bahaya yang mengancamnya ketika menyampaikan firman Allah sekaligus menegur para pembesar pada waktu itu. Khususnya berhadapan dengan raja Uzia yang berkuasa di Yehuda sekitar tahun 781-740 SM. Amos adalah seorang peternak domba dari Tekoa dan memutarbalikkan kebenaran dan keadilan. Amos melawan perkosaan keadilan yang telah diputarbalikan oleh penguasa.

Pemimpin-pemimpin Israel betah dengan berbuat tidak adil dan nyaman dengan penindasan serta hidup mewah. Keadilan telah dijungkirbalikkan dan telah menjadi ipuh. Ipuh sebagai kiasan yang diambil dari tanaman beracun yang pahit. Itu menandakan bahwa ketidakadilan yang dilakukan telah menjadi seperti tanaman yang beracun dan mematikan masyarakat. Ipuh juga menjadi simbol kepahitan dan malapetaka. Demikian juga kebenaran telah dicampakkan ke tanah untuk diinjak-injak supaya kebenaran tidak muncul lagi. Namun nabi Amos tetap menyuarakan dan mengecam praktik ketidakadilan itu. Amos menyakini bahwa Tuhan yang menciptakan bintang kartika, belantik, yang mengubah kekelaman menjadi pagi dan yang membuat siang gelap seperti malam. Amos meletakkan keadilan dan kebenaran dengan dasar yang kuat berasal dari Tuhan. Jadi Amos tidak takut karena suaranya berasal dari Tuhan sendiri (Ayat 7-8).

Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Amos mengingatkan kepada mereka yang memutarbalikkan kebenaran bahwa Tuhan yang menimpakan kebinasaan atas yang kuat sekalipun itu sangat berkubu yang dilakukan oleh raja pada waktu itu. Bahkan bila nabi menegur mereka muncul kebencian dan ketidaksenangan terhadap nabi yang menegur mereka. Mereka melakukan kekejian terhadap orang yang ditindak. Padahal nabi menegur dengan tulus ikhlas. Tuhan dapat mendatangkan kebinasaan bagi mereka yang merasa kuat yaitu penguasa dan orang-orang kaya yang menindas orang miskin. Bila Tuhan yang bertindak maka tidak ada benteng yang dapat dijadikan tempat persembunyian bagi yang melakukan ketidakadilan. Juga sangat disayangkan orang kaya saat itu sangat serakah dengan menginjak-injak orang yang lemah dan mengambil pajak gandum dari padanya, padahal mereka memiliki rumah-rumah dari batu pahat namun mereka tidak tenang hidup mereka dan sekalipun mereka telah membuat kebun anggur yang indah namun tidak akan minum anggurnya. Amos memperingatkan bahwa perbuatan mereka adalah jahat, dan dosa mereka berjumlah besar. Para penguasa dan pemimpin waktu itu menjadikan orang benar terjepit. Sungguh sangat ironis bahwa orang benar dan yang adil terjepit. Mereka tidak segan-segan menerima uang suap dan mengesampingkan orang miskin di pintu gerbang. Mereka yang berakal budi akan berdiam diri pada waktu itu, waktu itu adalah waktu yang jahat. Namun Amos tetap meyuarakan keadilan dan kebenaran yang berasal dari Tuhan sendiri (ayat 8-13).

Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Fakta bahwa ketidakadilan dan ketidakbenaran masih terus terjadi di negara kita ini. Ada orang rela berbuat tidak adil demi tercapai keinginannya. Orang berlaku tidak benar hanya untuk memuluskan kepentingan kelompok. Kenyataan lain juga ada orang rela menjatuhkan sesama demi kesenangan pribadi. Dan demi memuluskan tujuannya, orang lain ditindas dan dikorbankan. Gereja hadir di tengah realitas yang sangat mendambakan keadilan dan kebenaran.

Dengan tema "Bersama Tuhan Melawan Ketidakadilan", kita terpanggil untuk menghadirkan keadilan dan kebenaran termasuk mengedepankan keadilan dan kejujuran dalam menghadapi pesta demokrasi pemilihan Umum. Berbeda pilihan bukanlah alasan untuk saling menjatuhkan satu dengan yang lain, tetapi saling menghargai dan besama Tuhan kita melawan ketidakadilan. Orang Kristen dan siapa pun calon atau kontestan serta para penyelenggara curang. Sebaliknya ikuti dan tegakkan aturan yang berlaku. Takutlah akan Tuhan dengan takut berbuat apa yang jahat. Sementara aparatur pemerintah harus berani dan tegas menegakkan hukum dan keadilan sesuai ketentuan hukum yang berlaku agar kehidupan bangsa dan negara mengalami keadilan dan kemakmuran bersama. AMIN.

Pertanyaan untuk PA:
1. Apa bentuk-bentuk ketidakadilan menurut Amos 5:7-13?
2. Bagaiman kita menerapkan keadilan dan kebenaran dalam kehidupan kita bergereja dan bermasyarakat?

Editor : Aprilia Sahari
#PKB GMIM #GMIM #Pelita GMIM #Renungan GMIM