Bacaan Alkitab : 1 Timotius 2:1-7
Tema : Naikkan Doa Untuk Ketentraman Bangsa
Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Sebagai warga negara RI saat ini kita sedang berada di masa tenang dalam rangka pemungutan suara PEMILU yang akan digelar pada hari Rabu 14 Februari 2024. Dan di masa tenang ini GMIM dalam pemberitaan dan perenungan firman mengangkat tema: "Naikkan Doa Untuk Ketenteraman Bangsa" yang didasarkan pada Alkitab 1 Timotius 2:1-7.
Sahabat Pria/Kaum Bapa yang diberkati Tuhan!
Kitab 1 Timotius dikenal dengan sebutan surat pastoral seperti juga kitab Titus. Dinamakan surat-surat pastoral karena berisi petunjuk-petunjuk mengenai bagaimana jemaat Kristen harus digembalakan. Timotius adalah orang yang dipilih oleh rasul Paulus untuk membantunya dalam tugas pekabaran Injil. Timotius menjadi orang terdekat Paulus bahkan dianggapnya sebagai anak yang sah dalam iman (seperti anak baptis/anak sarani). Dari Makedonia Paulus menulis surat 1 Timotius ke Efesus sekitar tahun 63 Masehi. Dalam surat-surat pastoral, Paulus bermaksud menetapkan rumusan peraturan-peraturan gereja yang harus disampaikan kepada penerus-penerus sehingga menjadi tradisi gereja. Selain itu Paulus bermaksud jemaat melawan ajaran-ajaran sesat yang bertentangan dengan ajaran Kristus.
Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan!
Khusus dalam perikop bacaan kita saat ini Paulus sangat berharap agar Timotius maupun Jemaat berdoa bagi semua orang, berarti baik Kristen maupun non Kristen, mendoakan para pemerintah di masa itu demi ketenangan dan ketenteraman Jemaat yang merupakan bagian dari masyarakat (negara), baik menjalankan keagamaan maupun dalam hal kemanusiaan sosial-kemasyarakatan yang dihormati. Memang tidak disebutkan seperti apa bentuk doa bagi semua orang dan pemerintah tapi secara tersirat menurut latar belakang sejarah dapat dipahami bahwa doa yang dimaksud berisi ucapan syukur dan permohonan kepada Allah yang senantiasa menyertai jemaat sehingga jemaat dapat bertahan kendati diperhadapkan dengan banyak pergumulan, mengingat kehadiran orang Kristen dan penyebaran iman Kristen yang masih menuai pertentangan di tengah masyarakat baik Yahudi maupun non Yahudi (Yunani dan pemerintah Romawi). Isi doa permohonan kepada Allah untuk pemerintah tidak lain adalah agar pemerintah dapat menjalankan tugas dengan baik, benar dan adil dalam bimbingan dan kendali Allah. Jemaat berdoa agar kekuasaan yang dijalankan pemerintah di semua tingkatan bisa berdampak pada ketenteraman segenap rakyat, termasuk Jemaat Kristen. Sama halnya dengan kehidupan umat Yehuda ketika berada di
Babilonia, mereka diminta oleh nabi Yeremia agar mengusahakan kesejahteraan kota walaupun kota itu (baik pemerintah maupun masyarakat) karena kesejahteraan kota itu adalah juga kesejahteraan umat yang tinggal di dalamnya.
Sahabat Pria/Kaum Bapa yang diberkati Tuhan!
Hal berdoa tentu saja bukan sekadar tradisi turun-temurun sebagai Allah. Berdoa adalah kebutuhan mendasar orang Kristen. Berdoa adalah ajaran dan teladan dari Tuhan Yesus. Tak heran Paulus membimbing gereja untuk berdoa. Berdoa adalah cara terbaik menyikapi pergumulan apalagi segala sesuatu yang sudah di luar kemampuan kita. Jemaat yang diminta berdoa untuk semua orang dan pemerintah adalah cara yang terbaik dan tepat, ketimbang melakukan perlawanan dengan kekerasan terhadap kekerasan dan berbagai kejahatan, yang ujung-ujungnya hanya menimbulkan banyak korban dan ketidaktenteraman. Tuhan Yesus Kristus telah mengajarkan agar kita mengasihi semua orang bahkan musuh sekalipun. Jangan membalasa kejahatan dengan kejahatan tapi dengan kebaikan. Yesus bahkan rela menyerahkan hidup-Nya sebagai tebusan bagi semua orang yang berdosa. Ia rela mati demi keselamatan kita agar kita tidak dihukum (binasa), maka sudah sepatutnya kita hidup untuk Kristus.
Mari kita mendoakan agar bangsa dan negara yang kita cintai senantiasa mengalami ketenteraman dan kemakmuran. Terutama di masa tenang ini kita berdoa agar Tuhan menyertai semua proses PEMILU agar berlangsung dengan segala baik, berkualitas dan bermartabat. Doakan agar masyarakat wajib pilih dapat menyalurkan hak suaranya secara langsung, umum, bebas, rahasia. Dan berdoa agar para stake holder PEMILU:
KPU, BAWASLU dan perangkatnya dari pusat hingga daerah, provinsi, kota/kabupaten, kecamatan, kelurahan/desa berperan secara netral, jujur dan adil. Juga berdoa untuk pemerintah, TNI, POLRI dan semua aparatur kamtibmas. Berdoa juga agar para
calon dan tim sukses dapat mengikuti dan menghormati semua ketentuan yang berlaku. AMIN.
Pertanyaan untuk PA:
1. Apa pemahaman saudara mengenai isi atau bentuk doa bagi semua orang dan para pemerintah agar jemaat hidup tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan?
2. Selain berdoa, bagaimana sikap konkret gereja (di dalamnya P/KB) menyikapi pesta demokrasi?
Baca Juga: Pelita GMIM 4-10 Februari 2024, Amos 5:7-13 Bersama Tuhan Melawan Ketidakadilan
Editor : Aprilia Sahari