Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Pelita GMIM 18-24 Februari 2024, Zakharia 11:4-17 Celakalah Gembala-Ku Yang Meninggalkan Domba-domba

Aprilia Sahari • Selasa, 13 Februari 2024 | 10:24 WIB
LOGO PKB GMIM
LOGO PKB GMIM

Tema: "Celakalah Gembala-Ku Yang Meninggalkan Domba-domba"
Bacaan Alkitab: Zakharia 11 : 4-17

Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Sesuai penanggalan tahun gerejawi, minggu ini kita telah memasuki Sengsara Tuhan Yesus (Minggu Sengsara I), kita tentunya tertuntun untuk dan memaknai kasih Tuhan Yesus yang rela menderita demi keselamatan kita umat ciptaan-Nya. Sementara di hari-hari ini juga kita sedang menghadapi hasil pesta demokrasi dari Pemilu Presiden-Wakil Presiden, DPR, DPD, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Kita akan memperoleh pemimpin bangsa dan wakil-wkil rakyat yang nantinya ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di semua tingkatan. Kita doakan agar semua tetap berproses dengan baik dan sukses. Kita doakan pula kepada mereka yang terpilih benar-benar dapat mengemban tanggung jawab mulia untuk kepentingan masyarakat dan bukan untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu; para pemimpin dan wakil rakyat benar-benar menjadi "gembala-gembala yang baik" kebaikan "domba-domba" (segenap rakyat).

Sahabat Pria/Kaum Bapa yang diberkati Tuhan!
Tema perenungan firman di minggu ini adalah "Celakalah Gembala-Ku yang Meninggalkan Domba-domba", yang diambil dari bacaan Alkitab Zakharia 11:4-17. Mari kita pelajari bersama bacaan ini. Pertama dari nama kitab ini. Nama Zakharia berarti "Tuhan mengingat". Nabi ini berkarya pada kira-kira tahun 520-an Sebelum Masehi di zaman kekuasaan Persia, raja Darius (1:1,7),atau sekitar 20 tahun sesudah pembuangan di Babel berakhir. Zakharia mendesak sisa-sisa Israel untuk membangun kembali Bait Allah yang telah dihancurkan oleh Babel karena Bait itu adalah pusat ibadah sekaligus lambang berkat Allah yang diperbarui untuk umat Allah yang dipulihkan.

Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan!
Isi dari pasal 9 sampai pasal 11 kitab ini terutama berbicara tentang hukuman Tuhan atas musuh-musuh Israel dan para gembala (pemimpin) Israel yang tidak layak akibat ketidaksetiaan. Namun demikian bagian ini juga memberikan gambaran bagaimana Tuhan akan membawa pulang para tawanan yang tercerai-berai di negeri-negeri lain. Seorang raja dinubuatkan yang akan membawa damai bagi bangsa-bangsa.

Khusus perikop bacaan kita saat ini berisi peringatan bagi umat dan para pemimpin agar taat kepada Allah, supaya Allah tidak akan meninggalkan mereka. Orang yang menjadi utusan Allah dan gembala bagi umat, dalam bacaan ini, mungkin menunjuk pada nabi Zakharia sendiri. Konteks pada waktu itu umat sedang terancam bahaya kehancuran, sebab para pedagang domba (artinya para pemimpin masyarakat sipil) lebih mementingkan uang dari pada manusia.

Gembala itu menamakan kedua tongkat "kemurahan" dan "ikatan". Kedua nama ini mewakili jenis hubungan umat dengan Allah dan dengan sesama sebagaimana dikehendaki Allah. Peringatan dipertegas ketika gembala mematahkan kedua tongkat itu. Umat melihat pematahan tongkat kemurahan sebagai pertanda bahwa Allah membatalkan perjanjian dengan umat. Sedangkan pematahan tongkat ikatan bisa menunjukkan keputusasaan karena pemulihan kerajaan Yehuda dan Israel untuk kembali menjadi sebuah kerajaan tidak akan pernah menjadi kenyataan.

Sahabat Pria/Kaum Bapa yang diberkati Tuhan!
Dikatakan bahwa Tuhan akan membangkitkan seorang gembala yang akan membuat domba-domba mengalami kesusahan (ayat 16). Hal ini menunjuk pada kehadiran penguasa yang tidak akan memerhatikan umat Tuhan akibat dosa mereka kepada Allah. Tuhan sengaja menghukum mereka tapi bukan berarti Tuhan mebenarkan penguasa bebal yang menindas umat Yahudi. Sebab itu firman berkata: "Celakalah gembala-Ku yang pandir, yang meninggalkan domba-domba!" (ayat 17). Gembala yang pandir adalah sebutan untuk gembala yang bodoh atau gembala yang tidak berguna. Artinya gembala atau pemimpin
yang sengaja menyusahkan domba-domba (rakyat) yang dipimpinnya pasti akan menanggung risiko bahwa ia juga akan dikutuk atau dihukum.

Firman ini juga menjadi warning (peringatan) bagi pemimpin gereja atau jemaat dan para pemimpin masyarakat, agar benar-benar menjadi "gembala-gembala" yang baik dan benar; jadilah pemimpin yang takut akan Tuhan dalam segala hal. Setia dan jujur melaksanakan tugas. Tidak korupsi, kolusi dan nepotisme. Tidak mementingkan pribadi atau kelompok tertentu, melainkan bekerja keras, berjuang bahkan rela berkorban demi kebenaran, keadilan dan kesejahteraan seluruh rakyat. Inilah juga bentuk kesaksian orang Kristen akan Kristus yang rela berkorban demi kebaikan umat manusia. Sebaliknya apabila terjadi penyalahgunaan tugas, jabatan dan kewenangan maka pasti akan "celaka" atau berhadapan dengan sanksi hukum dan sanksi moral dari masyarakat. Di sisi lain kita pun selaku jemaat dan masyarakat patut menghormati para pelayan gereja dan pemerintah kita yang telah ditetapkan Allah dengan cara nkan kewajiban kita sebagai warga jemaat dan warga negara yang baik; aktif bersekutu, bersaksi dan melayani. Laksanakanlah ketetapan dan program-program pemerintah dengan sebaik-baiknya. AMIN.

Pertanyaan untuk PA:
1. Siapa yang dimaksudkan dengan gembala yang meninggalkan domba-domba?
2. Apa dan bagaimana peran P/KB sebagai gembala dalam keluarga?

Baca Juga: Pelita GMIM 4-10 Februari 2024, Amos 5:7-13 Bersama Tuhan Melawan Ketidakadilan

Baca Juga: Pelita GMIM 11-17 Februari 2024, 1 Timotius 2:1-7 Naikkan Doa Untuk Ketentraman Bangsa

Editor : Aprilia Sahari
#PKB GMIM #GMIM #Pelita GMIM #Renungan GMIM