Tema: "Sesungguhnya Seorang di Antara Kamu Akan Menyerahkan Aku"
Bacaan Alkitab: Yohanes 13 : 21-30
Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Yudas Iskariot! Ya. Dialah yang Yesus maksudkan, yang akan menyerahkan diri-Nya untuk ditangkap dan dibunuh. Peristiwa terjadi setelah Tuhan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya (Yohanes 13:1-20). Tuhan Yesus sangat mengasihi para murid. Yudas adalah murid Yesus yang dipercayakan sebagai bendahara atau pemegang uang (ayat 29). Jadi Yudas sebetulnya adalah orang kepercayaan Yesus. Yudas dekat dengan Yesus, namun ternyata kedekatan dengan sang Guru bukan berarti Yudas bebas dari godaan untuk melakukan hal yang buruk. Menurut keterangan Alkitab dalam Yohanes 13:2, saat Yesus dan murid-murid-Nya makan bersama, iblis membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot untuk mengkhianati Yesus. Itu pun berkesinambungan di mana Yudas kerasukan iblis (ayat 27). Pengkhianatan dapat terjadi kepada seseorang bukan saja oleh orang atau musuh yang jauh dari padanya, melainkan oleh orang yang sangat yang dipercaya.
Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan!
Lewat bacaan ini kita diingatkan untuk tetap mawas diri dan menjaga hubungan yang baik kita dengan Tuhan. Ingat bahwa iblis tidak suka kita melakukan kebenaran dan pasti iblis akan selalu mencari celah untuk menaklukkan kita, apalagi jika kita yang memberi peluang kepada iblis untuk mencobai kita. Iblis akan sangat senang jika anak-anak Tuhan yang dekat dengan Tuhan terjebak pada kepentingan dan keegoisan diri apalagi jika kita dipercayakan pada suatu jabatan tertentu. Hati-hati, jika kita tidak waspada maka kita akan hal-hal yang mengkhianati Allah dan sesama.
Pengkhianatan itu bukan hanya pada pekerjaan atau pada sebuah jabatan, namun bisa saja pada anggota keluarga kita atau pada pasangan kita, orang-orang yang kita cintai. Orang yang melakukan pengkhianatan bisa saja menyalahkan iblis yang melakukan hal itu, padahal dirinya sendiri yang membuka peluang bagi pekerjaan iblis dengan berkhianat pada orang-orang yang mengasihinya, yang mencintainya bahkan memercayakan tanggung jawab yang besar. Iblis tidak akan mampu masuk dalam hati kita jika kita sungguh-sungguh melekat pada Tuhan, hati dan pikiran kita tertuju pada Tuhan yang hidup yang telah mengalahkan maut dan Dia yang hidup di antara kita.
Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Di Minggu Sengsara yang ketiga ini, kita benar-benar diingatkan jangan pernah kita mengkhianati Allah yang kita sembah di dalam Kristus. Dialah Tuhan dan Juru Selamat dunia. Penderitaan-Nya adalah demi keselamatan kita. Kasih-Nya yang besar dan ajaib membawa kita yang sepantasnya mendapatkan penghukuman kepada kehidupan yang diberkati.
Penderitaan Kristus hendaknya menyadarkan kita untuk berubah dalam hidup. Jangan ada lagi figur Yudas masa kini yang tidak hanya mengkhianati sang Guru tetapi juga kembali menyalibkan Kristus lewat segala kelakuan dan perbuatan kita yang tidak berkenan kepada Allah. Kristus telah mati bagi dosa-dosa kita, namun Dia hidup kembali untuk selama-lamanya. Kasih-Nya sempurna agar kita memperoleh selamat dari penderitaan, kesengsaraan dan kematian-Nya.
Sahabat Pria/Kaum Bapa yang diberkati Tuhan!
Keselamatan adalah anugerah, dan menjadi orang percaya adalah panggilan iman oleh Tuhan dan Juruselamat dunia. Namun menjadi orang percaya bukanlah kesempatan untuk hidup dalam berbagai dosa termasuk dosa pengkhinatan yang sangat dibenci oleh orang-orang yang dikasihi apalagi Allah. Jangan lagi kita mengkhianati Allah lewat ketidaksetiaan pada keluarga, tugas pekerjaan dan pelayanan kita. Seperti halnya Yudas. Ia menjadi hamba iblis bukan karena tidak memiliki jabatan, bukan karena ia tidak dikasihi, justru karena ia dekat dengan Yesus dan dipercayakan untuk memegang kas. Ia nekat melakukan pengkhianatan. Dia tidak lagi berpikir jernih dengan menjual Yesus seharga 30 keping perak.
Hari-hari ini adalah momen bagi kita untuk konsisten dengan keputusan iman bahwa kita tidak akan tergoda oleh apa pun untuk berlaku tidak sedia, pengkhianatan dan berbagai dosa. Apapun kedudukan dan jabatan, kekayaan materi, kesenangan duniawi dalam hidup ini, semua sifatnya tidak kekal dan hanya sementara saja. Ingat pada Tuhan yang tahu isi hati kita. Hiduplah sesuai dengan kehendak-Nya agar kita diberkati selama-lamanya. AMIN.
Pertanyaan untuk PA:
1. Mengapa Yudas rela dan nekat mengkhianati Yesus, Gurunya sendiri?
2. Berikan contoh dan jelaskan Pria/Kaum Bapa GMIM yang menjaga kesetiaannya dalam berbagai aspek kehidupan!
Editor : Aprilia Sahari