Tema Mingguan: "Persiapan Penguburan Yesus"
Bacaan Alkitab: Matius 26 : 1-13
Shalom.....Damai di hati
Ibu - ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan.
Kita sedang berada pada pemaknaan tentang kematian Tuhan Yesus di minggu sengsara yang keempat. Kematian adalah sesuatu hal yang pasti dialami manusia, bahkan ada orang — orang tertentu yang telah mempersiapkan kematiannya. Pada perenungan minggu ini kita membaca bagaimana Tuhan Yesus memandang apa yang diperbuat oleh seorang perempuan membawa minyak wangi yang mahal di buli-buli pualam dan meminyaki Yesus dengan minyak mahal sebagai persiapan penguburan-Nya. Walaupun sikap perempuan ini dipandang sebagai pemborosan oleh murid-murid dengan dalih minyak mahal itu dapat dijual dan uangnya dapat diberi kepada orang miskin. Padahal untuk sesuatu yang diberikan terakhir kali kepada Tuhan Yesus bukanlah pemborosan, karena orang-orang miskin masih akan ada bersama mereka sedangkan Tuhan Yesus akan mati. Artinya masih ada banyak kesempatan untuk berbagi dengan orang-orang miskin. Yesus memandang pemberian pencurahan minyak mahal di atas kepala-Nya sebagai persiapan penguburan-Nya bukanlah pemborosan. Peristiwa di atas terjadi menjelang perayaan Paskah bagi umat Israel. Paskah (Yun. pascha) merupakan suatu hari raya musim semi yang dikaitkan dengan peristiwa Israel meninggalkan Mesir. Rumah-rumah orang Ibrani karena darah anak domba telah dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan ambang atas pintu rumah mereka selamat dari kematian yang sulung di Mesir. Penyaliban Kristus terjadi pada saat "hari persiapan Paskah" (Yoh 19:14). Di kernudian hari Paskah bagi orang Kristen dilakukan dalam pemaknaan bahwa Tuhan Yesus adalah korban yang dipersembahkan untuk pengampunan dan penebusan dosa umat manusia telah bangkit dari antara orang mati. Apa yang dilakukan oleh perempuan di atas telah ditetapkan Tuhan. Kisahnya ini (Mat 26:6-13) harus selalu disebut ketika Injil diberitahukan.
Ibu — ibu yang diberkati Tuhan,
Yesus menegur dengan keras ketidakpekaan orang-orang Yahudi tentang penggenapan janji di dalam Dia, maka pada bagian ini Yesus memuji kepekaan seorang perempuan di dalam mempersiapkan pemakaman-Nya. Seorang perempuan yang dengan segenap hatinya memberikan urapan minyak wangi kepada Yesus sebagai tanda bahwa Yesus akan segera dimakamkan. Mengapa dia bisa mengetaiiui saatnya? Karena Tuhan memberikan kepada dia kepekaan dan telinga yang cepat untuk mendengar. Jika para pemimpin agama Yahudi tetap mengeraskan hati meskipun Tuhan telah memberikan finnan-Nya berkali-kali tentang hal ini, tetapi mata mereka tetap buta dan telinga mereka tetap tuli. Itulah sebabnya nubuat Yesaya telah tergenapi di dalam kedegilan mereka yang terus menerus melawan (Yes. 6:10-11). Mereka melihat, tetapi tidak mengerti. Mereka mendengar, tetapi tidak menanggapi. Bagaimana dengan para murid? Para murid juga tidak mengerti seperti perempuan ini. Mereka melihat bahwa membayar uang sangat mahal untuk minyak wangi, lalu membuang minyak wangi itu merupakan pemborosan. Benarkah ini merupakan pemborosan? Tidak. Mengapa tidak? Karena telah tiba waktunya bagi Yesus akan mati di kayu salib, dan tidak ada seorang pun yang mengerti dan memberikan persiapan simbolik seperti perempuan ini. Para murid berulang kali mendengarkan ajaran Yesus tetapi tidak memahami apa yang sebenarnya akan dilakukan oleh Yesus. Tanpa disadari oleh para murid, ternyata ada seorang perempuan yang terus menyimak apa yang Yesus nyatakan kepada mereka. Dia tidak termasuk orang penting tetapi bagi Yesus is memiliki peran yang sangat penting. Tuhan memilih untuk menyatakan pekerjaan-Nya melalui orang-orang pilihan-Nya, dan pilihan-Nya tidak bergantung betapa pintar, kaya, atau terkenal seseorang. Dia juga tidak memilih hanya laki-laki. Dalam Yoh 12 : 3 — 5 minyak ini harganya sekitar 300 dinar harganya, Maria memiliki kesempatan untuk memberikan penghargaannya kepada tubuh Yesus. Jika Yesus telah mati nanti dengan prosesi pemakaman orang-orang hukuman yang disalib akan berlangsung sangat cepat dan tidak memungkinkan untuk memberikan kepada Yesus upacara kedukaan yang pantas, maka Maria mempersiapkan prosesi itu pada waktu makan bersama ini. Berarti Maria bukan hanya tahu bahwa Yesus akan mati, tetapi dia juga tahu bahwa Yesus akan mati di tangan bangsa-bangsa lain oleh karena kebencian dari bangsanya sendiri. Dia tahu dan dia mempersiapkan penguburan yang pantas bagi Yesus. Tanpa bicara, tanpa membanggakan diri, Maria segera bertindak, membeli minyak yang sangat mahal itu, dan dicurahkan kepada Yesus. Yang tidak mengerti pasti akan mengatakan, mengapa buang-buang minyak mahal ini? Tetapi setelah mereka tahu makna simbolik yang dilakukan Maria, barulah mereka tahu bahwa waktu yang dipilih Maria, dan cara yang dilakukannya memang tidak bisa lebih baik lagi. Waktunya tepat, dan tindakannya tepat.
Ibu — ibu yang diberkati Tuhan,
Marilah kita memberi sesuatu untuk Tuhan. Biarlah kerinduan kita akan Tuhan bukan sekedar ingin sekali-sekali melayani, tetapi kerinduan untuk seumur hidup dikuasai oleh tujuan hanya mau menyenangkan hati Tuhan. Kita aplikasikan dalam melakukan pekerjaan, dalam mendidik anak, menjadi istri yang baik, ibu rumah tangga yang bertanggung jawab dalam masyarakat, dalam gereja, dan di manapun kita berada. Tuhan Yesus memberkati Firman-Nya. Terpujilah Kristus. Amin
Pertanyaan untuk Diskusi:
1. Bagaimanakah cara metimers. penguburan Yesus menurut Matius 26 : 1 — 13?
2. Sebagai ibu-ibu Tuhan bagaimanakah cara kita memberikan hal-hal yang terbaik, hal-hal yang menjadi berkat dan dapat dikenang oleh keluarga, gereja dan oleh banyak orang?