Tema Mingguan : "Ia Akan Terhitung di Antara Orang-orang Durhaka"
Bacaan Alkitab : Markus 15 : 20b-32
Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!
Minggu Sengsara VI ini semakin menyentuh hati kita menghayati pengorbanan Tuhan kita. Yesus telah datang ke dunia untuk menyelamatkan kita dari kuasa dosa dan maut. Ia rela menjadi hamba bahkan disamakan dengan penjahat berbahaya yang hams dihukum mati. Padahal Dia adalah Allah yang hadir di tengah kehidupan manusia. Inilah salah satu maksud Markus penulis Injil ini untuk memberikan gambaran tentang Yesus Kristus apa adanya. Injil ini diyakini sebagai Injil tertua yang mendokumentasikan cerita yang paling dekat dengan kehidupan Yesus. Markus berhasil membuat catatan yang amat penting yang rekaman atas khotbah rasul Petrus tentang Yesus. Inilah dokumen In artama kali yang tersedia dan menjadi salah satu sumber Injil Matius dan Lukas.
Sahabat Pria/Kaum Bapa yang diberkati Tuhan!
Terlepas dari rencana Ilahi bahwa Mesias (Kristus) akan menjadi hamba yang menderita sebagaimana nubuat nabi Yesaya dalam rangka misi penyelamatan umat Tuhan, bentuk-bentuk kejahatan yang dilakukan oleh para pemuka dan elit Yahudi tidak bisa dibenarkan ataupun ditolerir, karena Allah membenci kejahatan manusia.
Mengapa mereka begitu tega untuk melenyapkan Yesus padahal Ia tidak bersalah. Apalagi mereka adalah pemuka agama yang dianggap sebagai orang-orang saleh,orang-orang baik dan pelindung yang teraniaya. Tapi nyatanya merekalah yang merancangkan kejahatan atau masa kini dikenal dengan pembunuhan berencana. Kita tahu pembunuhan berencana adalah tindak pidana yang diancam dengan hukuman berat.
Saat peristiwa Yesus disiksa dan disalibkan seharusnta merupakan waktu di mana para imam Yahudi memimpin kebaktian suci di Bait Allah pada hari raya roti yang tidak beragi namun justru mereka mengabaikan ritual kudus itu demi melancarkan segenap kebencian mereka terhadap Yesus lewat penyaliban Yesus. Alkitab mencatat mereka tega membunuh Yesus hanya karena dengki (iri hati,menaruh rasa benci,tidak senang) sebab banyak orang Yahudi semakin tertarik dengan Yesus, baik kepribadian-Nya, pergaulan-Nya, pengajaran-Nya, kedekatan-Nya dengan rakyat kecil pada umumnya maupun sejumlah peristiwa ajaib (mukjizat) yang dikeijakan Yesus.
Sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan!
Yesus terhitung di antara orang-orang durhaka karena Dia dijadikan dosa untuk keselamatan kita. Nasib Yesus ini secara historis terkait erat dengan apa yang telah dinubuatkan oleh nabi mengenai hamba Tuhan yang menderita:"...ia terhitung di antara pember sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak" (Yesaya 53:12).
Ungkapan "Raja orang Yahudi" yang dikenakan pada Yesus merupakan bentuk penghinaan kepada Yesus, seorang penguasa yang tidak dapar berbuat apa-apa untuk menyelamatkan diri-Nya. Padahal Dialah Raja sesungguhnya yang berkuasa atas segala-galanya. Misi-Nya adalah misi pendamaian dengan jalan pengorbanan (kasih). Dia tidak mengikuti jalan pikiran manusia (dunia) yaitu melawan kekerasan dengan kekerasan untuk menciptakan damai, melainkan dengan kasih. Terbukti ucapan atau ajaran Yesus agar kita mengasihi musuh; mendoakan orang yang benci kamu,tidak membalas caci maki dengan caci maki,seperti itulah yang ditunjukkan Yesus sampai Ia mati di kayu salib.
Betapa besarnya kasih Allah bagi umat manusia sehingga Ia rela mengorbankan Anak-Nya yang tunggal menjadi korban penghapus dosa manusia. Yesus disalib karena misi itu. Ia rela akan diri-Nya menderita sengsara dan mati demi kehidupan kita. Sebab itu sudah sepatutnya kita hidup untuk Dia, Kristus yang menyerahkan nyawa-Nya demi keselamatan kita. Dari perenungan firman ini, kita selaku P/KB hendaknya introspeksi diri; sejauh mana hidup beriman kita di tengah dunia ini. Jangan kita menyia-nyiakan kasih Allah dan pengorbanan Kristus untuk kita. Jauhkanlah diri kita dari toxic atau racun yang amat berbahaya yaitu "denki" yang telah merusak pikiran orang Yahudi sehingga tega membunuh Yesus. Mari berjuang untuk tidak dikuasai oleh keinginan-keinginan dosa agar Tuhan senang atas kita dan kita dapat menikmati damai sejahtera yang sesungguhnya walau kita masih bermusafir di dunia yang fana ini. Dosa-dosa yang banyak yang telah dihapuskan Tuhan haruslah kita balas dengan banyak-banyak berbuat kebaikan tanpa mengharapkan balas jasa dari manusia. Setiap hari kita merasa bahwa waktu kita tidak banyak lagi untuk menyatakan kasih. Lakukan semua itu dengan sepenuh hati, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. AMIN.
Pertanyaan untuk PA:
1. Jelaskan pemahaman anda mengenai Yesus yang rela menderita dan disamakan dengan orang durhaka yang dihukum dengan kejam sampai mati di kayu salib!
2. Pria/Kaum Bapa merespons penderitaan Kristus dalam hidup beriman sebagai pribadi dalam keluarga, jemaat dan masyarakat?
Baca Juga: Pelita GMIM 10-16 Maret 2024, Matius 26:1-13 Persiapan Penguburan Yesus
Baca Juga: Pelita GMIM 17-23 Maret 2024, Lukas 22:47-53 Sangkamu Aku Ini Penyamun
Editor : Aprilia Sahari