Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Upus Ni Mama GMIM 24-30 Maret 2024, Markus 15:20b-32 Ia Akan Terhitung di Antara Orang-orang Durhaka

Aprilia Sahari • Kamis, 21 Maret 2024 | 14:31 WIB
LOGO WKI GMIM
LOGO WKI GMIM

Tema Mingguan : "Ia Akan Terhitung di Antara Orang-orang Durhaka"
Bacaan Alkitab : Markus 15 : 20b-32

Wanita/ Kaum Ibu yang diberkati Tuhan Yesus Kristus,
Keselamatan anugerah Allah (Sola Gratia) lewat pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib. Tubuh dan darah-Nya telah menjadi pendamaian sempurna bagi segala dosa manusia. Betapa agung kasih dan kuasa-Nya yang menyelamatkan itu. Saat ini, orang percaya termasuk kita sebagai Wanita/Kaum Ibu diberi kesempatan untuk memaknai hidup dengan berbuat baik, benar dan berkenan kepada-Nya sebagai respons atas karya selamat Tuhan Yesus itu.

Di minggu sengsara keenam ini, kita merenungkan bagaimana Tuhan Yesus disalibkan di bukit Golgota (tempat tengkorak). Golgota adalah tempat penyaliban orang-orang yang mendapat hukuman mati dari pemerintahan Romawi dan biasanya mereka adalah para penjahat, penyamun, budak-budak dan yang dianggap sebagai pemberontak yang berbahaya bagi negara. Dalam penyaliban, biasanya seseorang itu disalib dengan tangan dan kaki diikat serta dijemur di bawah sinar matahari. Golgota letaknya di dekat jalan, sehingga banyak orang yang melewati tempat itu. Orang yang disalibkan, bukan hanya menderita siksaan badan tetapi juga batin karena banyak orang yang lalu lalang di tempat itu akan memberikan hinaan dan cemoohan. Tuhan Yesus mengalaminya, bahkan lebih dan itu bukan sekedar hinaan tapi hujatan yang dikatakan oleh imam kepala dan ahli-ahli Taurat bahkan dua orang penyamun. Tangan dan kaki Tuhan Yesus tidak diikat seperti mereka yang disalibkan pada umumnya, tetapi tangan dan kaki-Nya dipakukan di salib sehingga darah mengucur dan tangan dan kaki-Nya, sehingga benarlah yang tertulis dalam Ibrani 9:22, "...... dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan". Sebelum Tuhan Yesus disalibkan, Ia diberikan minuman anggur bercampur mur yang berfungsi sebagai obat bius untuk mengurangi rasa sakit dan bisa mempercepat kematian, tetapi Tuhan Yesus menolaknya karena la tidak mau mengurangi penderitaan-Nya dan rela menanggung dosa dunia dengan paripurna. Ia yang tidak bersalah disalibkan di antara dua orang penyamun yang terbukti kesalahan mereka, sehingga Tuhan Yesus berada di antara dua orang durhaka. Hal ini sebagaimana tema kita di minggu sengsara keenam ini, dalam ayat 27b: "Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka". Hal ini sebagai penggenapan nubuatan nabi Yesaya tentang penderitaan Tuhan Yesus (Yes. 53:12). Durhaka dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah ingkar terhadap perintah dan tidak setia kepada kekuasaan yang sah. Dengan demikian, Tuhan Yesus terhitung di antara orang yang ingkar dan tidak setia, seperti para penyamun atau para penjahat. Tuhan Yesus rela disejajarkan dengan dua orang penyamun (penjahat), bergaul dan berada di tengah-tengah orang berdosa supaya dapat menyelamatkan mereka dan hukuman. Tuhan Yesus harus berada di tengah kemunafikan orang yang merasa tersaingi kekuasaan, jabatan, penuh kesombongan, amarah, iri hati, dengki dan dendam. Inilah karya agung dan bukti cinta kasih-Nya kepada manusia. Ia mau merendahkan diri-Nya supaya manusia beroleh keselamatan. Dalam karya penyelamatan-Nya itu, Tuhan Yesus tidak memilih bagian-bagian tertentu yang ingin dilewati-Nya untuk menghindar dari penderitaan, karena setiap bagian dilalui-Nya dengan setia bahkan mati di kayu salib.

Wanita Kaum Ibu yang diberkati Tuhan Yesus Kristus,
Dalam kehidupan kita di dunia ini, kita akan bertemu dengan orang-orang yang tidak durhaka dan orang-orang durhaka, mungkin keluarga, jemaat, ataupun di lingkungan kita berada. Kita selalu hidup setia kepada Tuhan dengan melakukan kehendak-Nya
tetapi ada orang yang tidak setia bahkan hidup jauh dari Tuhan. Penuh iri hati, dengki, dendam, nemau lia orang senang dan senang lia orang susah bahkan tidak mau ada perdamaian. Kita tidak dapat menghindari situasi tersebut, tetapi bukan berarti sikap dan tindakan kita akan sama dengan mereka. Orang percaya dan kita sebagai Wanita Kaum Ibu hams tetap setia menjaga iman kepada Tuhan Yesus dan tidak ingkar dalam menjalani kehidupan. Kiranya kita selalu melakukan kehendak Yesus Kristus sekalipun tantangan dan pergumulan selalu ada dalam kehidupan kita. Sebagai ibu rumah tangga, istri, mama ataupun oma dari anak cucu, penderitaan dan pergumulan kita berbeda-beda tetapi satu hal yang sama dalam kehidupan kita adalah kasih Allah yang tidak pernah berubah dulu, sekarang sampai selama-lamanya. Hiduplah penuh kasih untuk saling menghargai satu dengan yang lain, menjaga mulut untuk tidak menghina, memfitnah dan menghujat orang, kaki dan tangan untuk bertanggung-jawab dalam kerja, pengabdian dan pelayanan serta seantero hidup kita sebagai persembahan yang berbau harum bagi kemuliaan-Nya. Amin.

Pertanyaan untuk Diskusi:
1. Apa yang ibu-ibu pahami tentang "Ia akan Terhitung di Orang-Orang Durhaka"?
2. Bagaimana cara hidup yang menghargai pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib?

Baca Juga: Upus Ni Mama GMIM 3-9 Maret 2024, Yohanes 13:21-30 Sesungguhnya Seorang di Antara Kamu Akan Menyerahkan Aku

Baca Juga: Upus Ni Mama GMIM 10-16 Maret 2024, Matius 26:1-13 Persiapan Penguburan Yesus

Baca Juga: Upus Ni Mama GMIM 17-23 Maret 2024, Lukas 22:47-53 Sangkamu Aku Ini Penyamun

Editor : Aprilia Sahari
#Upus Ni Mama GMIM #WKI GMIM #GMIM #Renungan GMIM