Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan Lansia GMIM 7-13 April 2024, Lukas 24:36-49 Yesus Makan Membuktikan Ia Bangkit

Aprilia Sahari • Jumat, 5 April 2024 | 16:38 WIB
LOGO GMIM.
LOGO GMIM.

Tema Mingguan: "Yesus Makan Membuktikan Ia Bangkit"
Bacaan Alkitab: Lukas 24 : 36-49

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus
Syalom Terpujilah nama Tuhan Allah Bapa dalam Yesus Kristus oleh karena kasih-Nya terus menuntun dan memberkati dalam menjalani hidup. Syukur boleh memasuki waktu dalam penanggalan kalender Gerejawi di bulan sukacita Paskah sebagai Hari Kemenangan Tuhan Yesus Kristus atas maut/kematian. Dalam persekutuan bersama hari ini kita hendak merenungkan firman Tuhan dalam Lukas 24:36-49 dalam sorotan tema Mingguan Gereja: "Yesus Makan Membuktikan Dia Hidup".

Bagaimana reaksi kita ketika seseorang yang telah meninggal dan baru dikuburkan; apakah itu suami, istri, ayah, ibu, teman, saudara dan lain-lain kemudian tiba-tiba datang berkunjung dan menjumpai kita? Menampakkan wajahnya pada kita, apakah di rumah, dalam perjalanan atau ditempat-tempat lain? Pasti terkejut, ketakutan, berteriak mungkin melarikan diri, dan lain sebagainya sebab berpikir bahwa orang yang telah mati tidak mungkin hidup lagi, kalau ada itu hantu bukan?

Firman yang kita baca hari ini menjelaskan kenyataan tentang sosok yang telah meninggai dan menampakkan diri. Ketika murid-murid Yesus Kristus sedang berkumpul dan berbagi cerita tentang Guru yang mereka kasihi telah mati dengan cara yang tragis disalibkan dan dikuburkan, mereka sangat sedih dan berdukactia. Dan mereka mendengar berita bahwa Ia sudah bangkit. Mereka bersedih karena Yesus Kristus adalah sosok yang mereka harapkan dapat melepaskan dari tekanan dan penjajahan pemerintahan Romawi. Pupus harapan mereka, kesedihan yang mendalam mewarnai kehidupan para murid dan mereka harus melanjutkan hidup tanpa Yesus Kristus. Bagi mereka kematian adalah akhir dari segala-galanya.

Dalam kesedihan, dukacita dan kegalauan hati, tiba-tiba para murid disentakkan, dikagetkan oleh penampakkan diri Yesus Kristus. Memang mereka telah mendengar berita tentang kebangkitan-Nya, namun mereka masih ragu karena belum melihatnya. Lukas 24:36-37 Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dn berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!" Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.

Ibu, Bapak LANSIA yang di kasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Ayat 46 Yesus Kristus berkata bahwa: Mesias harus menderita dan bangkit pada hari ketiga. Bahwa para murid ketika terbawa dengan suasana dukacita dan kesedihan sebagai bagian dari pergumulan hidup karena kematian Yesus Kristus. Mereka dengan mudah melupakan pesan-pesan yang disampaikan sehingga ketika Yesus Kristus bangkit mereka ragu dan tidak percaya. Untuk meyakinkan para murid bahwa Ia adalah sosok yang nyata hidup dan mengalahkan maut maka Ia menyuruh mereka mengambil makanan, lalu mereka memberi-Nya sepotong ikan goreng dan Ia memakannya. Yesus Kristus makan membuktikan Dia hidup, bukan hantu.

Penampakan Yesus Kristus adalah anugerah terindah dalam hidup para murid dan semua orang percaya. Ia menjumpai para murid adalah tanda bahwa Ia tidak meninggalkan mereka, juga kita. Tidak ada kebohongan di dalam nama-Nya, yang ada ialah kebenaran dan keselamatan. Sebab Dia adalah Allah yang berkuasa atas hidup dan kematian. Dalam kematian dan kebangkitan-Nya dosa manusia telah dihapuskan dan para murid serta semua orang percaya telah menjadi manusia baru karena telah dikaruniakan Roh Kusdus. (1 Korintus 3:16)

Belajar dari penenungan Firman Tuhan hari ini bahwa sama seperti para murid ketika bersama Yesus Kristus diberi kesempatan untuk mengalami banyak hal termasuk mendengarkan pengajaran-pengajaran yang penuh hikmat, maka kita sebagai LANSIA pun diajak untuk selalu belajar firman dalam ibadah baik di rumah, di gereja, ataupun dalam ibadah-ibadah lainnya. Sehingga ketika berhadapan dengan tantangan, pergumulan, kesulitan, persoalan, kesedihan dan dukacita atau pun bergembira dan bersukacita, kiranya pesan Firman Tuhan tidak kita lupakan. Karena melupakan firman Tuhan akan membuat hidup jadi lemah iman, jadi rapuh, hidup pesimis serta bermasa bodoh bahkan kadang cenderung melupakan Tuhan. Tetapi justru hidup di dalam firman akan memberi kekuatan menghadapi pergumulan dan memberi tuntunan hidup ketika bergembira dan bersukacita agar tidak tersesat dan jam ke dalam dosa.

Ibu, Bapak LANSIA yang dikasihi don diberkati Tuhan Yesus,
Firman Tuhan mengingatkan kita untuk melangkah pasti memaknai hidup di usia senja agar supaya apapun kenyataan yang akan dijumpai kiranya pesan-pesan firman Tuhan jangan dilupakan tapi terus diingat agar menguatkan, menyemangati dan meneguhkan iman. Sebab hidup tidak akan lepas dari kesukaran tapi bukan berarti tanpa harapan. Hidup tidak bebas dari pergumulan tapi dalam Yesus Kristus selalu ada jawaban dan kemenangan. Bahwa kuasa kebangkitan Yesus Kristus membawa sukacita sebab Dia hidup dan berkuasa menyertai dan memberkati kehidupan kita. Apapun keadaan hidup kita tetaplah berpegang pada sabda-Nya. Yesus Kristus bangkit dan menang. Dia akan selalu menjumpai kita dan memberi salam damai sejahtera, memperlengkapi kita dengan kuasa-Nya agar tetap kuat memaknai hidup dan bersaksi dalam kata dan perbuatan di usia senja. Tetaplah semangat teruslah berjalan dalam ketaatan iman dan jadilah berkat dalam hidup di manapun kita berada, karena kuasa kebangkitan Yesus Kristus senantiasa mengiringi langkah hidup kita orang percaya sampai selama-lamanya.
Selamat Paskah Tuhan Yesus Kristus memberkati kita sekalian.

Editor : Aprilia Sahari
#Lansia GMIM #GMIM #Renungan GMIM