Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Upus Ni Mama GMIM 14-20 April 2024, 1 Korintus 15:1-11 Yesus Kristus Yang Bangkit Adalah Injil Menyelamatkan

Aprilia Sahari • Selasa, 9 April 2024 | 10:51 WIB
LOGO WKI GMIM
LOGO WKI GMIM

Tema Mingguan: "Yesus Kristus Yang Bangkit Adalah Injil Menyelamatkan"
Bacaan Alkitab: 1 Korintus 15 : 1-11

Wanita/Kaum Mu yang dikasihi Tuhan.
Yesus Kristus sudah bangkit! Haleluya! Muliakanlah Tuhanmu! Puji syukur kepada Tuhan bahwa oleh perkenanan-Nya kita dapat berada di minggu-minggu perayaan Paskah dengan sukacita. Tema renungan kita "Yesus Kristus yang bangkit adalah injil menyelamatkan". Injil (Yunani Evangelion : berarti Kabar baik, kabar Sukacita). Injil kabar baik bahwa Allah didalam Yesus Kristus telah memenuhi janji-janji-Nya kepada Israel umat Allah bahwa jalan keselamatan telah dibuka bagi orang. Yesus berkata "Akulah jalan kebenaran dan hidup, tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yoh. 14:6). Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya (Roma 1:16). Kebangkitan Kristus adalah fakta sejarah yang membuktikan kemenangan terhadap dosa dan maut. Yesus Kristus adalah Allah yang hidup dan berkuasa atas segalanya. Kata Yesus "kepada-Ku telah diberikan segala di surga dan di bumi" (Mat. 28:18). Oleh kuasa Yesus Tuhan kita, Paulus terpanggil memberitakan Injil Firman Tuhan kepada orang-orang Yahudi, Yunani dan segala bangsa termasuk mereka yang ada di kota Korintus. Selama 1 tahun 6 bulan Paulus mengajar Firman Allah di Korintus dan banyak yang menjadi percaya dan memberi diri dibaptis. Paulus ditantang namun Tuhan menantangnya, dalam suatu penglihatan, Firman Tuhan "Jangan takut! teruslah memberitakan Firman dan jangan diam sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau sebab banyak umat-Ku di kota ini (Kisah Para Rasul 18).

Wanita/Kaum Ibu yang dikasihi Tuhan.
Penyertaan Tuhan selalu nyata dalam Penginjilan Kristus. Masihkah kita WKI bersemangat melayani Tuhan? Atau sudah mulai suam-suam kuku? Semangat penginjilan rasul Paulus nyata melalui surat 1 Korintus 15:1-11. Paulus menulis surat ini dari Efesus sekitar tahun 55-56M. Tujuan Paulus mengokohkan iman percaya orang Korintus pada Kristus yang mati, bangkit dan hidup. Nah, sebagaimana ibu-ibu paling suka dengan tanaman bias bunga sehingga dirawat supaya subur dan kelihatan sehat, indah dan baik, demikian pula Paulus memberikan nasehat supaya iman mereka terawat. Paulus berkata "Dan sekarang saudara-saudara aku mau mengingatkan kamu pada Injil yang di dalamnya kamu kokoh berdiri". Ibu-ibu, betapa penting sebagai sesama Wanita/ Ibu, orang tua, saling tentang hidup di dalam Injil Kristus Yesus. Dehidrasi iman terjadi pada generasi muda yang bimbang dan ragu atas pilihan hidup dalam Kristus atau cinta diluar Kristus. Pernah terdengar dari orang tua "ya pendeta mobilang apalagi, kita pe anak so pigi deng depe kekasih yang di luar Kristus, torang orang tua so mana-mana jo asal baku-baku bae". Oh kasiang itu orang tua bilang pa pendeta setelah anak so pigi ke seberang. Ingat bahwa oleh Injil kamu diselamatkan berarti di luar Injil Kristus apapun alasannya tidak diselamatkan. Kabar baik Yesus Kristus yang bangkit menyelamatkan kita, jika kita terus percaya dan setia mengikuti-Nya. Hal penting untuk disyukuri bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita sesuai Kitab Suci. Kematian Kristus di kayu salib bukanlah kebetulan, itu sudah merupakan rencana Allah. Jika Yesus telah mengampuni kita apakah kita sebagai ibu-ibu Tuhan telah mengampuni sesama yang
bersalah atas kita? Seorang ibu pernah berkata "Pendeta kita so ampuni pa dia yang pejaha itu, mar jang harap kalau kita mo baku bae deng dia! sorry ye ". Pengampunan hanya sebatas ucapan tanpa perbuatan, percuma. Orang yang hidup dalam Injil Kristus adalah orang-orang percaya yang menyatakan kesejajaran berucap dan
bertindak.

Wanita Kaum Ibu yang dikasihi Tuhan. Dibalik penderitaan dan kesetiaan orang percaya, selalu ada kemenangan. Yesus Kristus yang mati dikuburkan telah bangkit pada hari ketiga sesuai dengan Kitab Suci. Kemenangan telah membuat hidup kita lebih dari pemenang (Roma 8:37). Siapa yang tidak senang? Kita mesti bersyukur dan menyanyi ku menang, ku menang bersama Yesus Tuhan. Kemenangan Kristus yang bangkit dapatlah dibuktikan melalui penampakan akan diri Yesus kepada Kefas, 12 murid-Nya, kepada lebih dari 500 saudara sekaligus, kepada Yakobus dan kepada semua rasul. Paulus berbicara kepada jemaat Korintus sesuai data dan fakta yang benar terjadi. Berita-berita hoax akan menyesatkan tetapi berita-berita benar akan meneguhkan iman orang percaya. Perselisihan di antara para wanita, ibu-ibu antara lain penyebaran berita tanpa fakta. Betapa penting mendengar dengan baik, supaya tidak salah menyebar berita. Yesus Kristus benar benar bangkit, beritanya sangat aktual, teruji dan benar. Rasul Paulus mengingatkan bahwa Yesus Kristus adalah Injil yang menyelamatkan itu. lni merupakan wujud dan kasih karunia Allah
bagi dunia. Hidup ini hanya karena anugerah (Solagratia). Paulus pun tidak merasa layak karena pernah menganiaya jemaat Allah. Tetapi karena kasih karunia Allah yang dianugerahkan kepadanya, maka kerja keras melayani diakuinya bukan karena kemampuannya melainkan kasih karunia Allah yang menyertainya.

Wanita/Kaum Ibu yang dikasihi Tuhan.
Kuatkan dan teguhkanlah hatimu pada Injil Yesus Kristus. Lanjutkan memberitakan kabar baik, kabar sukacita ini pada anak-anak dan cucu kita supaya di era ini, era digital global dengan IPTEK, Iman percaya kepada Kristus Yesus yang bangkit, menyelamatkan tetap terpelihara dan jika ibu ibu berhasil semuanya karena kasih karunia Allah. Kristus bangkit! Haleluya. Amin

Pertanyaan Untuk Diskusi:
1. Apa yang saudara pahami tentang "Yesus Kristus yang Bangkit adalah Injil Menyelamatkan" menurut 1 Korintus 15:1-11?
2. Apa yang melatarbelakangi orang-orang percaya menjadi ragu tentang hidup dalam Kristus dan apa solusinya supaya mereka tetap hidup di dalam Injil Kristus?

Editor : Aprilia Sahari
#Upus Ni Mama GMIM #WKI GMIM #GMIM #Renungan GMIM