Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

RHK GMIM Kamis 16 Mei 2024, 1 Tesalonika 5:8 Berbajuzirakan Iman dan Kasih Berketopongkan Pengharapan

Aprilia Sahari • Jumat, 10 Mei 2024 | 10:14 WIB
LOGO GMIM.
LOGO GMIM.

1 Tesalonika 5 : 8

Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Rasul Paulus mengingatkan bahwa orang percaya adalah orang-orang siang artinya selalu sadar dan waspada. Itu ditandai dengan berbajuzirahkan iman dan kasih serta berketopongkan pengharapan keselamatan. Bajuzirah dan ketopong merupakan perlengkapan senjata dari para prajurit Romawi yang berfungsi melindungi dari serangan musuh agar selamat di medan perang. Bayangkan saja jika prajurit tidak memiliki perlengkapan tersebut, pasti akan mudah dikalahkan. Artinya bahwa Iman, kasih dan pengharapan harus menjadi bagian kehidupan orang percaya.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Kuasa-kuasa jahat selalu ada di sekitar kita, jadi kita harus mempergunakan perlengkapan senjata iman menghadapi peperangan iman, terus waspada, berjaga-jaga dan mawas diri. Tidak berkompromi dengan tipu daya dosa dengan berbagai bentuk kejahatannya sehingga kita dapat menjadi pemenang. Tipu daya dosa datang dalam hidup kita seringkali sulit dikenali. Ada orang yang nampaknya sangat baik, kelihatan mau menolong kita, mau berteman dengan kita, mau sepenanggungan dengan beban kita, tapi ternyata menusuk dari belakang. Menjatuhkan kita tanpa ampun. Jika kita memiliki perlengkapan senjata Allah maka hikmat Tuhan akan menuntun dan Roh Allah akan melindungi kita. Adakalanya kita berada di zona aman. Tidak berkekurangan, cukup segala kebutuhan bahkan berkelebihan. Hidup kita mapan tidak berkekurangan dan fisik kita bugar dan sehat. Situasi ini dapat membuat kita melepaskan perlengkapan senjata Allah lalu menyombongkan diri, salah menggunakan berkat Tuhan, menganggap diri lebih dari orang lain lalu pandang enteng dan, merendahkan bahkan menghina dan meremehkan sesama, bahkan Tuhan Allah. Kita tidak lagi bersyukur bahkan menjadi malas beribadah dan hanya terus bekerja mengumpulkan rupiah. Tuhan Allah dalam Yesus Kristus diabaikan.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Ingatlah suatu saat akan datang penyesalan karena Tuhan Allah dapat memutarbalikan keadaan dengan seketika. Tuhan Allah punya cara untuk memberkati orang-orang yang setia dan menyatakan kuasa-Nya atas orang-orang yang tidak taat. Berhati-hatilah dan jangan lepaskan bajuzirahmu yaitu kehidupan yang mengasihi Tuhan Allah dalam Yesus Kristus, mengingkari keyakinan kita bahwa Tuhan Yesus Kristus Juruselamat yang patut disembah dan dimuliakan.

Sebagai keluarga Kristen kita diingatkan untuk memelihara iman kepada Yesus Kristus. Jangan sampai orang tua, terus mengingatkan anak-anak agar cinta, harta dan karir jangan sampai membuat anak-anak kita mengingkari keimanan kepada Tuhan Yesus Kristus. Terus hidup dalam kasih mengasihi, baik suami dan istri saling setia, orang tua, anak, maupun kakak beradik pun harus memelihara kasih persaudaraan yang rukun dan damai dengan terus berpengharapan kepada Yesus Kristus dengan janji-Nya. Amin

DOA: Ya Tuhan Allah, lindungilah karni setiap hari. Kiranya Engkau mendapatti kami selalu berbajuzirahkan kebenaran dan berketopongkan keselamatan di dalarn Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.

Baca Juga: RHK GMIM Senin 13 Mei 2024, 1 Tesalonika 5:3 Jangan Ditimpa Kebinasaan

Baca Juga: RHK GMIM Selasa 14 Mei 2024, 1 Tesalonika 5:4-5 Anak-Anak Terang Bukan Anak-Anak Kegelapan

Baca Juga: RHK GMIM Rabu 15 Mei 2024, 1 Tesalonika 5:6-7 Berjaga-jaga dan Sadar

Editor : Aprilia Sahari
#RHK #RHK GMIM Kamis 16 Mei 2024 #GMIM #Renungan GMIM