Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Khotbah MTPJ GMIM Pdt Aser Esau MTh, 26 Mei - 1 Juni 2024, Roma 8:18-30 Allah Turut Bekerja Mendatangkan Kebaikan

Aprilia Sahari • Jumat, 24 Mei 2024 | 09:52 WIB
Pdt Aser Esau, M.Th
Pdt Aser Esau, M.Th

Pembacaan Alkitab : Roma 8:18-30
Tema : Allah Turut Bekerja Mendatangkan Kebaikan

Kitab Roma ditulis oleh Paulus ketika ia berada di Korintus untuk menguatkan jemaat yang sedang menghadapi tekanan baik dari orang Yahudi maupun dari orang Roma, Umat yang berada ditengah penderitaan, diajak untuk tetap berpegang pada kebenaran Injil yang telah mereka terima, sebab Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya (Roma 1:16).

Umat diyakinkan bahwa penderitaan yang dialami karena iman kepada Yesus Kristus tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kelak (ay.18). Jika kita menderita bersama dengan Kristus, kita juga akan dipermuliakan bersama dengan Dia (ay.17b).

Ditengah penderitaan karena iman kepada Yesus Kristus, umat harus berpengharapan yang kuat akan menerima kemuliaan yang tak sebanding dengan penderitaan yang dialami. Sehingga penderitaan itu tidak dilihat sebagai penderitaan, malah bermega ditengah penderitaan, “Kita malah bermega dalam kesengsaraan, karena kesengsaraan menimbulkan ketekunan, ketekunan menimbulkan tahan uji, tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak
mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita (Roma 5:3-5).

Pengharapan itu memberi kekuatan kepada semua makhluk, kepada anak-anak Allah, umat Tuhan yang sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin, untuk menanti dengan sabar akan dimerdekakan dari kebinasaan dan masuk menerima kemuliaan anak-anak Allah (ay.19-23)

Mengeluh, merasa sakit bersalin; ini gambaran umat yang mengalami penderitaan yang amat berat, tiada taranya tapi dibalik itu ada sukacita melampaui segalanya, itulah sukacita yang akan dinyatakan ketika Yesus Kristus datang kembali memberikan kehidupan kekal kepada umat yang percaya kepadaNya. Kita diselamatkan dalam pengharapan. Pengharapan ini belum menjadi kenyataan, sebab pengharapan yang sudah dilihat, itu bukan pengharapan lagi, untuk mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun (ay.24,25)

Mengharapkan dan menanti dengan tekun apa yang tidak kita lihat, itulah iman. “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibr.11:1). Umat yang telah menerima karunia Roh Kudus, dalam menghadapi kelemahan Roh Kudus akan membantu menuntun dan Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah, berdoa untuk orang-orang kudus, yang didoakan adalah segala keluhan yang sesuai dengan kehendak Allah (ay.26,27).

Umat diberi penguatan bahwa ditengah kelemahan, ditengah penderitaan TUHAN tidak membiarkan dan tidak meninggalkan, keyakinan iman itu disampaikan oleh Paulus “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (ay.28).

Hal ini disampaikan untuk meneguhkan iman umat Tuhan ditengah penderitaan bahwa Tuhan Allah tidak berdiam diri, TUHAN turut bekerja dalam segala keadaan, dalam segala peristiwa yang dialami, suka duka, susah senang, sukses gagal dipakai Tuhan untuk mendatangkan kebaikan kepada orang-orang yang mengasihi Dia. Apapun yang kita alami tetaplah mengasihi Tuhan, karena kita telah dipanggil, dipilih, ditentukan oleh Tuhan dari semula sesuai dengan rencanaNya untuk menjadi serupa dengan gambaran AnakNya, supaya IA, AnakNya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara (ay.29).

Artinya dalam menghadapi segala keadaan, TUHAN harus menjadi yang pertama dan yang terutama dalam hidup ini, menjadi yang sulung. Dan umat yang telah ditentukan, dipanggil oleh Tuhan dari semula, mereka itu dibenarkan dan dimuliakan oleh Tuhan (ay.30).

Umat yang dibenarkan dan dimuliakan semua karena kasih karunia Allah, oleh kasihNya Dia telah menyerahkan AnakNya menderita, mati dan bangkit, untuk menebus, mengampuni dan menyelamatkan kita, tidak ada penderitaan atau semacam apapun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah yang menyelamatkan kita, sehingga kita akan tampil sebagai pemenang bahkan lebih dari pemenang (bdk.Roma 8:13-39)

Jemaat Maha Tuhan!
Berefleksi dari kebenaran firman ini, disampaikan kepada kita :
Pertama : Hidup ini tak pernah sepi dari tantangan dan penderitaan itu realita yang harus dihadapi oleh semua orang. Sebagai orang beriman dalam menghadapi penderitaan hidup ini jangan pernah menyerah, jangan berputus asa, jangan mengeluh, jangan ambil jalan pintas dengan menghalalkan berbagai cara melainkan tetap memiliki keyakinan, pengharapan yang kuat dan teguh, dibalik penderitaan karena iman kepada Yesus Kristus ada kemuliaan, sukacita abadi, keselamatan kekal yang akan dinugerahkan Allah kepada kita.

Kedua : Ditengah kelemahan Tuhan tidak membiarkan dan tidak meninggalkan kita, Roh Kudus akan membantu, menolong, menuntun dan mendoakan dengan segala keluhan sesuai dengan kehendakNya, sehingga kita tampil sebagai pemenang bahkan lebih dari pemenang.

Ketiga : Apapun yang kita hadapi, alami dan rasakan, TUHAN tidak berdiam diri, Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. Sebagaimana Tema khotbah ini : “Allah Turut Bekerja Mendatangkan Kebaikan”. Karena itu senyaman dan seaman, sesulit dan sepahit apapun keadaan hidup kita, tetaplah mengasihi Tuhan, sehingga kita akan menemukan, merasakan dan mengalami segala kebaikan Tuhan disetiap musim hidup ini, semoga demikian, HALELUYAH, Amin.

Editor : Aprilia Sahari
#MTPJ #GMIM #Renungan GMIM