Pembacaan Alkitab: Ulangan 6:1-9
Tema : Ajarkan Berulang-Ulang Perintah Tuhan
Jemaat Maha Tuhan!
Kitab Ulangan berisikan penegasan kembali tentang apa yang telah disampaikan dan dilakukan Allah melalui Musa kepada bangsa Israel agar sebagai generasi baru yang akan memasuki tanah perjanjian mereka tetap setia berpegang dan melakukan perintah, ketetapan Tuhan, makanya atas perintah Tuhan, Musa mengajarkan perintah dan ketetapan Tuhan kepada umat supaya dilakukan dengan setia, dilakukan terus menerus ke manapun mereka pergi, seumur hidup harus hidup takut akan Tuhan, tetap berpegang dan melakukan perintah dan ketetapan Tuhan supaya ketika mereka memasuki tanah yang berlimpah susu dan madu, mereka diberkati dengan panjang umur, keamanan, kesejahteraan, keadaan jadi baik dan diberkati dengan keturunan menjadi sangat banyak (ay.1-3). Karena itu umat diperintahkan: Dengarlah hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Ungkapan ini dikenal dengan Shema Israel atau pengakuan iman.
Shema bahasa Ibrani Shama artinya mendengar dengan serius, dengan teliti, dengan saksama dan menaati dengan setia perintah TUHAN ALLAH yang esa, tidak ada yang lain. Ini pengakuan yang harus diingat dan dilakukan oleh umat Israel supaya tidak tergoda dan terpengaruh pada penyembahan yang lain, karena itu dalam tradisi agama Yahudi pengakuan ini wajib diucapkan dua kali sehari yaitu pagi dan malam.
Pengakuan akan ALLAH yang esa bukan sebatas hafalan, bukan sebatas pengetahuan, bukan sesuatu yang abtrak tapi harus dibuktikan dalam tindakan mengasihi TUHAN ALLAH dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap kekuatan (ay.5) Artinya seluruh totalitas hidup umat; hati, jiwa, kekuatan harus terarah, tertuju, terfokus hanya untuk mengasihi TUHAN.
Tanda Mengasihi TUHAN secara utuh, harus taat setia melakukan perintahNYA. Seperti yang diajarkan oleh Yesus; “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahKu” (Yoh.14:15). Karena itu perintah Tuhan yang disampaikan dan diajarkan kepada umat harus berkelanjutan kepada keturunan dari generasi ke generasi, apa yang disampaikan haruslah engkau perhatikan (ay.6).
Kata haruslah artinya tidak boleh diabaikan wajib diperhatikan, setiap perintah, ketetapan, peraturan Tuhan wajib diperhatikan, untuk apa? Untuk dilakukan dengan setia dan diteruskan, diajarkan berulang-ulang kepada anak-anak, membicarakan, mempercakapkan pada waktu duduk di rumah, sedang dalam perjalanan, pada waktu berbaring dan pada waktu bangun (ay.7).
Kalimat mengajarkan berulang-ulang, diterjemahkan dari bahasa Ibrani wsinnantam berasal dari kata kerja “Sanan” artinya mengulang-ulang pengajaran terus menerus. Perintah Tuhan harus diajarkan, disampaikan berulang-ulang, terus menerus tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, kapanpun dan di manapun mulai dari dalam rumah, keluar rumah, waktu bekerja, beraktivitas dan juga ketika beristirahat.
Pendek kata seluruh totalitas hidup ini dijadikan sarana, dijadikan kesempatan untuk menyampaikan,
mengajarkan perintah dan ketetapan Tuhan, itu berarti mengajarkan perintah dan ketetapan Tuhan bukan sebatas kata-kata tapi menjadi prilaku, menjadi ciri khas, menjadi lifestyle, gaya hidup, umat Tuhan, harus menjadi surat Kristus yang tertulis, yang dapat dilihat, dibaca dan diteladani oleh semua orang (bdk.2 Kor.3:2).
Karena itu dikatakan haruslah diikatkan menjadi tanda ditanganmu dan menjadi lambang di dahi (ay.8) Diikatkan di tangan; Artinya perintah ketetapan Tuhan itu harus dikerjakan, harus dilakukan; lambang di dahi artinya selalu diingat-ingat, tidak dilupakan, semua yang dipikir dan semua yang dilakukan bersumber dari perintah dan kehendak Tuhan, bersumber dari hidup yang takut akan Tuhan dan yang mengasihi Tuhan.
Ditulis pada tiang pintu rumah dan pada pintu gerbang (ay.9) Artinya ketika bepergian keluar rumah, keluar kota melewati pintu gerbang tetap mengingat dan melakukan perintah dan
kehendak Tuhan, di manapun berada tetap setia hidup takut akan Tuhan dan mengasihi Tuhan.
Jemaat Maha Tuhan!
Dari bagian firman ini kita diajak :
Pertama : Sebagai pelayan Tuhan kita punya tanggungjawab untuk mengajarkan secara berulang-ulang, terus menerus, kapanpun dan di manapun, agar jemaat tetap hidup takut akan Tuhan, mengasihi TUHAN dengan seluruh totalitas hidup, melakukan perintah ketetapan dan kehendak
Tuhan dengan setia, hidup yang demikian diberkati Tuhan.
Kedua : Mengajarkan Berulang-ulang Perintah Tuhan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, ketika berada dalam rumah, di sinilah peran orang tua untuk memperlengkapi anak-anak, agar ketika berada di luar rumah, bekerja, beraktifitas, bepergian, bergaul, semua yang dipikirkan dan yang dikerjakan bersumber dari perintah dan kehendak Tuhan.
Ketiga : Mengajarkan perintah, ketetapan dan kehendak Tuhan, secara berulang-ulang, bukan sebatas pengetahuan tapi harus melalui keteladanan hidup. Segala sesuatu yang disampaikan secara berulang-ulang akan menjadi prilaku hidup, karena itu dibutuhkan ketabahan, kesabaran dan kesetiaan. Haleluya, Amin
Editor : Aprilia Sahari