Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Khotbah MTPJ GMIM Pdt Aser Esau MTh, 7-13 Juli 2024, Lukas 18:18-27 Siapakah Yang Diselamatkan

Aprilia Sahari • Minggu, 7 Juli 2024 | 08:58 WIB
Pdt Aser Esau, M.Th
Pdt Aser Esau, M.Th

Pembacaan Alkitab : Lukas 18:18-27
Tema : Siapakah Yang Diselamatkan

Jemaat Maha Tuhan!
Bagian firman ini memberitakan tentang seorang pemimpin, yang masih muda, sangat kaya, dia dari kaum Farisi yang menyatakan diri berbeda dengan orang lain, ia telah melakukan yang baik, telah melakukan semua yang benar sesuai tuntutan hukum Taurat (Luk.18:11-12,18,21,23; Mat.19:3; Mrk.10:2), ia bertanya kepada Yesus “Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal? Apa motif dibalik ia mengatakan Yesus Guru yang baik, ada kebiasaan di dunia Timur pujian harus dibalas dengan pujian.

Jadi seorang pemimpin memuji Yesus dengan sebutan Guru yang baik dengan harapan Yesus juga akan memuji dia sebagai orang yang baik. Jadi motif orang Farisi ini adalah untuk mendapatkan pujian dari Yesus bahwa dirinya adalah orang yang baik. Dan karena itu Yesus menanggapi bahwa tidak ada seorangpun yang baik selain Allah (ay.19). Semua manusia telah melakukan yang jahat, tidak ada yang benar, seorangpun tidak, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak, semua manusia telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, hanya Allah yang baik dan benar (Roma 3:10-12,23).

Hal ini mematahkan keyakinan dari si Farisi yang menganggap dia telah melakukan yang baik. Pertanyaan yang disampaikan kepada Yesus perbuatan apa yang harus dilakukan untuk memperoleh hidup yang kekal? Rupanya ada keyakinan bahwa untuk memperoleh hidup yang
kekal setiap orang harus melakukan yang baik, Yesus meluruskan keyakinan ini, engkau tahu segala perintah Allah, dan pemimpin muda yang sangat kaya ini mengatakan semua perintah Allah telah dituruti sejak masa muda, tidak berzinah, tidak membunuh, tidak mencuri, tidak menjadi saksi dusta, menghormati orang tua. Dan Yesus mengatakan masih tinggal satu hal lagi yang harus dilakukan: juallah segala milikmu dan bagikanlah kepada orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga; kemudian datang dan ikutlah Aku, mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya, ia sangat bergantung dan mengandalkan kekayaannya, ia tidak rela melepaskan dan meninggalkan kekayaannya lalu beralih dan mengandalkan Yesus (ay.20-23).

Disini Yesus mengajarkan bahwa dengan mengandalkan perbuatan baik, mengandalkan segala prestasi, kekayaan, jabatan, ketenaran dan lain sebagainya, tidak mungkin manusia memperoleh hidup yang kekal. Alangkah sukar orang kaya masuk Kerajaan Allah, lebih mudah seekor untuk masuk melalui lobang jarum dari pada orang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah (ay.24,25). Apa yang dimaksudkan oleh Yesus lebih mudah seekor untu melewati lobang jarum, dari pada orang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah?
Lobang jarum yang dimaksud bukan lobang jarum yang dimasukkan dengan benang untuk menjahit pakaian atau menjahit sesuatu tapi itu adalah nama pintu darurat.

Di kota Yerusalem ada pintu darurat model lorong memancang dan bagian atas melengkung seperti lobang jarum, makanya pintu darurat itu dinamai lobang jarum. Bilamana pintu gerbang utama telah ditutup pada sore hari, maka pintu darurat lobang jarum digunakan untuk keluar masuk ke kota Yerusalem. Pintu darurat model lobang jarum dijaga oleh dua pengawal. Karena pintu ini cukup sempit dan rendah bagi seekor unta, maka kalau ada seekor unta yang akan lewat dengan membawa barang-barang dagangan, harta benda, maka semua barang bawaan akan diturunkan, akan dilepaskan, baru unta dapat melewati pintu lobang jarum tersebut. Unta rela melepaskan seluruh barang bawaan supaya dapat masuk sedangkan orang kaya sulit melepaskan kekayaannya, orang kaya sangat terikat pada bawaan kekayaannya sehingga sukar masuk ke dalam Kerajaan Allah, itulah yang dimaksud oleh Yesus lebih mudah seekor untu masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: Jika demikian, siapakah yang akan diselamatkan? Kata Yesus: Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.” (ay.26,27). Bagi Yesus bukan berarti orang kaya tidak bisa masuk Kerajaan Allah, sukar bukan berarti tidak bisa, yang dituntut oleh Yesus adalah jangan terikat dan mengandalkan apa yang ada pada manusia, kita harus sadar, mengakui dan
menyakini bahwa kita lemah, tak berdaya dan dengan jujur dan tulus bagaikan anak kecil datang dan menyerahkan diri kepada Tuhan, barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya (Luk.18:15-17).

Ketika datang dan menyerahkan diri kepada Tuhan harus rela menanggalkan segala peng-andalan diri, kebanggaan, kesenangan diri antara lain usaha manusia, kekayaan, keluarga dan mengalihkan, memprioritaskan, mengutamakan, mengandalkan dan mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Tuhan, maka akan memperoleh hidup yang kekal (Luk.18:28-30). Itulah yang harus diperbuat
untuk memperoleh hidup yang kekal. Hidup yang kekal diperoleh bukan atas usaha manusia, tetapi semata karena kasih karunia. Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri (Efesus 2:8,9).

Jadi manusia diselamatkan bukan atas usaha, pekerjaan atau amal manusia tapi karena kasih karunia, anugerah, hadiah Allah oleh iman, percaya kepada Yesus Kristus, karena itu Yesus katakan: Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal (Yoh.6:47). Kata sesungguhnya artinya so pasti, so betul-betul, so benar-benar bukan moga-moga, bukan mudah-mudahan. Barangsiapa percaya ada kepastian memperoleh hidup yang kekal. Percaya kepada Yesus Kristus artinya apa yang diandalkan, dibanggakan, disanjung, semua dialihkan, diserahkan dan mempertaruhkan sepenuhnya hanya kepada Yesus saja satu-satunya sumber keselamatan.

Jemaat Maha Tuhan!
Firman Tuhan ini memberitahukan kepada kita bahwa :
Pertama : Kita diselamatkan bukan karena usaha, bukan karena hasil kerja keras kita dan bukan karena upah atau pahala dari hasil amal kita tapi semata-mata hanya karena kasih karunia Allah oleh iman kepada Yesus Kristus. Barangsiapa percaya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh.3:16,6:47).

Kedua : Untuk memperoleh keselamatan, memperoleh hidup yang kekal jangan mengandalkan kekuatan, kemampuan diri sendiri seperti si Farisi Pemimpin yang masih muda dan sangat kaya dengan menganggap telah melakukan yang baik dan layak, pantas untuk mendapatkan hidup kekal, ternyata semua manusia telah berbuat dosa, manusia tidak layak, tidak pantas untuk memperoleh hidup kekal. Untuk mendapatkan hidup kekal harus sungguh-sungguh mengandalkan, mengutamakan TUHAN si pemberi hidup kekal

Ketiga : Kita yang telah memperoleh keselamatan karena iman, karena percaya kepada Yesus Kristus wajib bersyukur; melaksanakan tugas gereja bersekutu, bersaksi, berdiakonia, melakukan yang baik, melakukan yang benar, jujur, bekerja dengan maksimal, hidup berdamai dengan semua orang sebagai tanda berterima kasih kepada Allah yang telah menyelamatkan kita, semoga demikian, Haleluyah, Amin.

Editor : Aprilia Sahari
#MTPJ #GMIM #Renungan GMIM