Pembacaan Alkitab : Zakharia 6:9-15
Tema : Bersama Membangun Bait Tuhan
Jemaat Maha Tuhan!
Zakharia adalah anak Berekhya bin Ido, ia sebagai nabi di kerajaan Yehuda, karier kenabiannya dimulai pada tahun kedua masa pemerintahan Darius raja Persia tahun 520 sb.M. Ia berkarya di antara orang-orang yang telah pulang dari pembuangan di Babel. Ia menyampaikan firman Tuhan, yang diberikan Tuhan kepadanya agar umat bertobat, berbalik dari perbuatan yang jahat dan kembali kepada TUHAN, taat dan setia melakukan perintah TUHAN (Zak.1:1-6) Selanjutnya nabi Zakharia diperintahkan oleh Tuhan untuk pergi ke rumah Yosia bin Zefanya dan mengumpulkan persembahan dari orang-orang yang sudah kembali dari Babel, yaitu Heldai, Tobia dan Yedaya. Persembahan yang akan dikumpulkan adalah perak dan emas (Zak.6:9-11a).
Perak dan emas dibawa oleh orang-orang yang kembali dari pembuangan di Babel sebagai pemberian dari raja Persia serta penasehat-penasehatnya dan pembesar-pembesarnya dan semua orang Iarael yang ada di Babel untuk membantu membangun kembali Bait Allah serta segala perabotan, hal itu terjadi karena Tuhan yang menggerakkan setiap hati untuk memberi. TUHAN dapat memakai siapa saja termasuk pemimpin bangsa lain untuk menolong, membantu umatNya (Ezra 7:13-16;8:24-30).
Perak dan emas yang akan dikumpulkan antara lain akan dibuatkan mahkota dan dikenakan pada kepala imam besar Yosua, sambil mengatakan firman Tuhan: Inilah orang yang bernama Tunas. IA akan bertunas dari tempatnya dan Ia akan mendirikan bait TUHAN (ay.11b,12). Mahkota dari bahasa Ibrani Atara artinya kehormatan, kebanggaan, kedaulatan dan kemuliaan. Mahkota dikenakan pada kepala Imam besar Yosua.
Imam tidak pernah memakai mahkota. Yang dipakai oleh imam besar adalah ikat kepala, serban, seperti yang dipakai oleh Harun (Kel.28:4, Im.8:9) Yosua berasal dari bahasa Ibrani YEHOSYUA, nama tersebut secara harafiah berarti “YHVH” adalah keselamatan atau Juruselamat, jadi Yosua
di sini menunjuk kepada Yesus Kristus sebagai Sang Tunas, Juruselamat, yang akan membangun kembali bait TUHAN yang hancur, umat Tuhan yang rusak akibat dosa, dengan dikenakan mahkota duri simbol penderitaan, pada akhirnya DIA diagungkan, DIA berkuasa, bertahta, memerintah sebab imam besar, sebagai Raja dan dalam kepemimpinanNya ada damai sejahtera (ay.13).
Ini berita sukacita ditengah pergumulan umat bahwa TUHAN Allah peduli, IA hadir yang disimbolkan dengan membangun bait TUHAN. Adanya Bait ALLAH bagi umat Israel itu adalah
simbol kehadiran TUHAN, dan kalau TUHAN ada di tengah mereka, pasti ada kedamaian, keamanan dan kemenangan. Mahkota akan tetap tinggal dalam bait TUHAN, artinya kemuliaan TUHAN akan tetap ada dalam bait TUHAN, apabila umat dengan baik-baik mendengarkan suara TUHAN ALLAH (ay.14a,15b).
Kata mendengarkan dari bahasa Ibrani Shauma artinya dengar dengan serius, dengan sungguh-sungguh, dengan saksama dan menaati, melakukan apa yang didengar yaitu suara TUHAN, suara Tuhan adalah firman Tuhan. Umat taat setia melakukan perintah TUHAN, maka orang-orang yang melakukan perintah Tuhan itu akan tetap diingat seperti Heldai, Tobia, Yedaya dan Yosia (ay.24b).
Orang-orang dari jauh akan datang untuk turut membangun bait TUHAN (ay.15a) Menunjuk pada orang-orang Israel yang terserak di berbagai tempat, bahkan bangsa-bangsa lain akan digerakkan dan dilibatkan TUHAN untuk membantu, menolong dan memberkati umatNYA.
Jemaat Maha Tuhan!
Tema khotbah ini adalah Bersama Membangun bait TUHAN. Berefleksi dari bagian firman ini kepada kita disampaikan :
Pertama: Bersama Membangun bait TUHAN, atau membangun Greja Tuhan itu penting karena itu harus dilakukan atas perintah dan kehendak Tuhan untuk kepentingan kemuliaan Tuhan. Dan dikerjakan dengan kuasa dan cara TUHAN, yaitu dengan baik, jujur dan benar sebagai tanda mendengar dan melakukan perintah Tuhan, sehingga segala sesuatu yang dibutuhkan TUHAN perintahkan berkat-berkat datang mengalir dari semua jemaat dan dari siapa saja di luar jemaat, TUHAN kirimkan berkat melalui pemerintah, pengusaha atau siapa saja yang digerakkan oleh TUHAN, sehingga semua yang dibutuhkan terpenuhi.
Kedua: Pembangunan fisik bait Tuhan harus dibarengi dengan pembangunan rohani, pembangunan iman anggota jemaat, semakin tekun beribadah di rumah Greja, kolom dan kategorial, semakin tekun hidup dan melakukan firman Tuhan, semakin tekun berdoa, bertambah teguh dalam iman, setia melayani dan rela memberi persembahan yang terbaik, hidup dalam kasih, saling membantu dan saling melengkapi, supaya mahkota, kemuliaan Allah tetap ada dalam bait TUHAN, tetap ada dalam Greja. Sehingga semua yang kita lakukan menjadi berita, menjadi kesaksian bagi banyak orang dan tetap diingat, dikenang oleh semua orang dan terutama diingat dan diberkati oleh TUHAN, Haleluyah, Amin.
Editor : Aprilia Sahari