Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus, dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Rasul Paulus memberikan panduan tentang bagaimana kita harus hidup sebagai pengikut Kristus.
Dalam Roma 12:13-14, Paulus menekankan pentingnya hidup dalam keramahtamahan dan pengampunan. Ini adalah dua sikap yang sangat penting bagi kita sebagai orang percaya, karena melalui sikap-sikap ini kita dapat mencerminkan kasih Kristus kepada dunia.
Paulus memanggil kita untuk membantu dalam kekurangan orang-orang kudus dan selalu memberikan tumpangan. Keramahtamahan adalah salah satu bentuk kasih yang sangat nyata.
Ini berarti kita harus siap membantu mereka yang membutuhkan, baik itu melalui memberikan tumpangan, makanan, atau dukungan lainnya. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk membuka pintu rumah dan hati kita bagi orang lain, menunjukkan kasih dan perhatian yang tulus.
Paulus juga mengajarkan kita untuk memberkati siapa yang menganiaya kita dan tidak mengutuk mereka. Ini adalah panggilan yang sulit tetapi sangat penting.
Mengampuni dan memberkati mereka yang menyakiti kita adalah cara kita mencerminkan pengampunan dan kasih Kristus.
Pengampunan tidak hanya membawa damai dalam hati kita, tetapi juga dapat membawa pemulihan dalam hubungan dan menunjukkan kekuatan kasih Kristus yang mengatasi kebencian.
Izinkan saya menutup renungan ini dengan sebuah kisah nyata yang menginspirasi tentang keramahtamahan dan pengampunan.
Corrie ten Boom adalah seorang wanita Kristen Belanda yang bersama keluarganya menyembunyikan orang-orang Yahudi dari Nazi selama Perang Dunia II. Keluarga ten Boom akhirnya ditangkap dan dikirim ke kamp konsentrasi. Di sana, Corrie mengalami penderitaan yang luar biasa, tetapi ia tetap teguh dalam imannya kepada Tuhan.
Setelah perang berakhir, Corrie menjadi pembicara dan penulis terkenal, berbagi tentang kasih dan pengampunan Allah. Suatu hari, setelah memberikan ceramah tentang pengampunan di Jerman, seorang pria mendekatinya. Pria itu adalah salah satu mantan penjaga kamp konsentrasi di mana Corrie dan keluarganya ditahan. Ia meminta maaf dan memohon pengampunan dari Corrie.
Corrie mengalami pergulatan batin yang besar, mengingat semua penderitaan yang ia alami. Namun, dengan kekuatan dari Tuhan, ia mengulurkan tangannya dan berkata, "Aku mengampuni kamu, saudaraku, dengan segenap hatiku." Tindakan pengampunan Corrie membawa damai dan pemulihan yang luar biasa, tidak hanya bagi pria tersebut tetapi juga bagi dirinya sendiri.
Saudara-saudara, perikop dari Roma 12:13-14 mengajarkan kita tentang pentingnya hidup dalam keramahtamahan dan pengampunan. Mari kita membuka pintu rumah dan hati kita untuk membantu mereka yang membutuhkan, menunjukkan kasih Kristus yang nyata melalui keramahtamahan kita. Selain itu, mari kita belajar untuk mengampuni dan memberkati mereka yang menyakiti kita, mencerminkan pengampunan Kristus yang telah kita terima.
Seperti Corrie ten Boom, biarlah kita menjadi teladan dalam keramahtamahan dan pengampunan, membawa damai dan pemulihan dalam hidup kita dan orang-orang di sekitar kita.
Amin.
Editor : Clavel Lukas