Bacaan: Roma 12:17-19
Saudaraku dalam Kristus, kita akan mempelajari nasihat penting dari Rasul Paulus dalam Roma 12:17-19. Dalam bagian ini, Paulus memberikan petunjuk tentang bagaimana seharusnya kita hidup sebagai pengikut Kristus dalam hubungan kita dengan orang lain.
Paulus mengingatkan kita untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Ini adalah tantangan besar karena secara alami, kita sering merasa terdorong untuk membalas dendam ketika kita disakiti. Namun, Paulus mengajarkan bahwa membalas kejahatan dengan kejahatan hanya akan memperburuk situasi dan menambah ketidakadilan.
Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk menanggapi tindakan buruk dengan kebaikan. Prinsip ini berasal dari ajaran Kristus sendiri, yang mengajarkan kita untuk mengasihi musuh kita dan berdoa bagi mereka yang menganiaya kita (Mat. 5:44). Kasih yang kita tunjukkan kepada orang lain, bahkan kepada mereka yang mungkin tidak memperlakukan kita dengan baik, adalah cerminan dari kasih Kristus yang ada dalam diri kita.
Paulus mendorong kita untuk selalu berusaha melakukan apa yang baik di hadapan semua orang. Ini berarti bahwa kita harus aktif mencari cara untuk melakukan kebaikan dan tidak hanya menunggu sampai seseorang meminta bantuan kita. Kebaikan yang tulus menunjukkan karakter Kristen yang sejati dan menyebarluaskan dampak positif di sekitar kita.
Melakukan kebaikan kepada orang-orang di sekitar kita, terutama ketika kita tidak mendapatkan balasan yang sama, adalah bentuk kasih yang nyata. Ini bisa melibatkan tindakan sederhana seperti menawarkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, memberikan dorongan kepada mereka yang putus asa, atau menunjukkan pengertian kepada mereka yang berkonflik dengan kita.
Paulus menekankan bahwa kita tidak harus membalas sendiri, karena pembalasan adalah hak Tuhan. Ini bukan berarti kita membiarkan ketidakadilan tanpa tindakan, tetapi kita harus mempercayakan hasil akhirnya kepada Tuhan. Tuhan adalah hakim yang adil dan akan memberikan balasan yang tepat pada waktunya.
Kepercayaan pada keadilan Tuhan membantu kita melepaskan perasaan dendam dan kemarahan. Ketika kita mempercayakan pembalasan kepada Tuhan, kita melepaskan beban yang berat dari hati kita dan membiarkan Tuhan bekerja dengan cara-Nya. Ini adalah bentuk iman yang mendalam dan penyerahan diri kepada kehendak Tuhan.
Pengampunan tidak selalu mudah, tetapi itu adalah langkah penting dalam menjaga hubungan yang sehat dan damai dengan orang lain. Dengan mengampuni, kita mencerminkan kasih Kristus dan memberikan ruang bagi Tuhan untuk melakukan karya-Nya dalam kehidupan kita dan orang lain.
Hidup dalam kasih dan keadilan berarti menjadi teladan Kristus di dunia ini. Kita dipanggil untuk menunjukkan sifat-sifat Kristus melalui tindakan kita, tidak hanya dengan kata-kata kita. Melalui kasih, kebaikan, dan pengampunan kita, dunia dapat melihat Kristus yang hidup dalam diri kita.
Roma 12:17-19 mengajarkan kita tentang bagaimana kita seharusnya berinteraksi dengan orang lain sebagai pengikut Kristus. Kita dipanggil untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi untuk melakukan kebaikan, menyerahkan pembalasan kepada Tuhan, dan menghidupkan kasih serta keadilan dalam tindakan kita. Mari kita berkomitmen untuk menerapkan ajaran ini dalam kehidupan kita sehari-hari, menjadi teladan kasih Kristus dan menyebarluaskan kebenaran Firman Tuhan. Amin
Editor : Clavel Lukas