Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Khotbah MTPJ GMIM Pdt Aser Esau MTh, 4-10 Agustus 2024, Yeremia 33:1-13 Tuhan Mendatangkan Kesehatan dan Kesembuhan

Aprilia Sahari • Kamis, 1 Agustus 2024 | 09:57 WIB
Pdt Aser Esau, M.Th
Pdt Aser Esau, M.Th

Pembacaan Alkitab: Yeremia 33:1-13
Tema: Tuhan Mendatangkan Kesehatan dan Kesembuhan

Jemaat Maha Tuhan!
Yeremia dalam bahasa Ibrani Yir’meyahu artinya YHWH telah menunjuk. Anak dari imam Hilkia lahir di Anatot tahun 645 sm (sekarang Almon terletak di wilayah tepi Barat sungai Yordan dekat Yerusalem) dipanggil sebagai nabi pada zaman pemerintahan raja Yosia tahun 627 sm (Yer.1:1-2) Jadi memang Yeremia masih muda, baru sekitar 18 tahun (Yer.1:6,7). Yeremia dipanggil dan diutus oleh Tuhan untuk menyampaikan berita penghukuman atas kesalahan dan dosa yang dilakukan oleh para imam, para nabi, raja dan umat, mereka tidak setia, telah memberontak, berbuat jahat, meninggalkan Allah dan mempersembahkan korban kepada berhala, mereka tidak sadar dan tidak ada upaya untuk bertobat (Yer.1:16; 2:13-17; 6:28; 7:9,11; 9:3; 23). Ditengah kondisi seperti itu, oleh kasih Allah yang besar, disampaikan berita pemulihan oleh Allah melalui nabi Yeremia bahwa Allah akan memulihkan keadaan umatNya. Janji pemulihan itu atas inisyatif TUHAN Allah melalui firman yang disampaikan kepada nabi Yeremia ketika ia ditawan di tempat penjagaan Zedekia raja Yehuda dan Yerusalem dikepung oleh tentara Babel (Yer.32:1-3).

Kepada Yeremia diteguhkan dan diyakinkan bahwa TUHANlah yang telah menciptakan, membentuk dan menegakkan bumi, itu berarti TUHAN berkuasa mengatur dan mengendalikan segala sesuatu yang diciptakanNya. Mengawali Pemulihan yang akan dilakukan Allah, Yeremia diperintahkan agar berseru, berdoa kepada Tuhan, Tuhan akan menjawab, akan memberitahukan hal-hal yang besar, yang tak terpahami dan yang tidak diketahui (ay.1-3). Berseru, berdoa kepada Tuhan, ini adalah tanda kesadaran dan penyerahan kepada Tuhan. Pemulihan Tuhan terjadi harus diawali dengan kesadaran dan pengakuan atas kuasa Tuhan, penyerahan dan permohonan yang sungguh kepada Tuhan. Rumah-rumah, gedung-gedung yang telah dirobohkan untuk dipakai sebagai tembok perlindungan tidak akan mampu melindungi serangan para musuh, karena kejahatan dan dosa umat, TUHAN ALLAH murka dan menghukum melalui orang-orang Kasdim, sehingga kota itu penuh dengan bangkai-bangkai manusia (ay.4-5).

Ini gambaran umat yang tak berdaya karena Tuhan Allah yang bangkit, menghajar tapi dibalik itu Tuhan mengasihi umatNya, “Barangsiapa Kukasihi dia Kutegur dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah” (Wah.3:19).
Dibalik murka dan hukuman Tuhan, ada janji pemulihan yaitu:
Pertama: Pemulihan secara jasmani yaitu Tuhan mendatangkan kesehatan dan kesembuhan (ay.6a). Kesehatan dalam bahasa Ibrani Arukah artinya kesehatan, perbaikan, pemulihan. Kata Ibrani arukah berkaitan dengan marpe, serumpun dengan kata rapha,— JEHOVAH RAPHA, Tuhan yang menyembuhkan, Tuhan yang mendatangkan kesehatan.

Kedua: Pemulihan ekonomi, Tuhan memberikan kesejahteraan yang berlimpah, tempat yang tadinya kering dipulihkan menjadi padang rumput dengan hasil panen dan hasil ternak kambing domba (ay.6b,12-13)

Ketiga: Pemulihan infrastruktur, Tuhan membangun kembali kota yang sebelumnya mati dan gedung-gedung yang sebelumnya dirobohkan dibangun kembali (ay.7)

Keempat: Pemulihan Sosial, Tuhan mengembalikan Yehuda ke Kanaan, kota yang mati, kota yang sepi tanpa manusia, tanpa hewan, akan menjadi ramai kembali, akan melahirkan generasi baru dengan adanya pengantin laki-laki dan pengantin perempuan, akan mendatangkan kegirangan dan sukacita (ay.10,11a)

Kelima: Pemulihan keamanan, Tuhan memberikan keamanan yang berlimpah-limpah (ay.6b)

Keenam: Pemulihan politik, Tuhan mengembalikan kejayaan Yehuda di mata bangsa-bangsa lain, kota itu menjadi pokok kegirangan: ternama, terpuji dan terhormat bagi Allah, di depan segala bangsa di bumi (ay.9)

Ketujuh: Pemulihan rohani, yaitu Tuhan mentahirkan dan mengampuni kesalahan dan dosa pemberontakan umat kepada Tuhan (ay.8). Inilah pemulihan yang dijanjikan Allah, pemulihan yang bersumber dari Tuhan adalah pemulihan yang holistik mencakup semua aspek kehidupan umat. Tindaklanjut dari umat yang dipulihkan; umat harus tampil beda, sebelumnya terpuruk, terhimpit, tersesak, tanpa harapan, tidak ada sukacita, umat diubahkan bersemangat, bergirang
dan bersukaria. Umat membangun relasi yang harmonis dengan Tuhan, beribadah mengucap syukur atas kebaikan, kasih setia Tuhan, sambil mempersembahkan korban syukur di rumah Tuhan (ay.11b). Inilah yang harus dilakukan oleh umat yang dipulihkan Tuhan.

Jemaat Maha Tuhan!
Janji pemulihan Allah yang disampaikan melalui nabi Yeremia telah digenapi dalam diri Yesus Kristus. Untuk memulihkan, DIA rela sengsara, menderita, mati dan bangkit, karena kasihNYA, DIA berinisyatif menebus, mengampuni dosa kita dan menyelamatkan kita itulah pemulihan yang sempurna; Tuhan mendatangkan kesehatan dan kesembuhan secara holistik, DIA adalah JEHOVAH RAPHA: ALLAH yang MENYEMBUHKAN, baik jasmani maupun rohani. Karena itu umat
yang telah disehatkan dan disembuhkan oleh Tuhan, harus menghargai dan menghormati apa yang Tuhan telah kerjakan; hendaklah kita menjaga, memelihara kesehatan jasmani dan kesehatan rohani, dalam pepatah Latin “Mens sana in corpore sano” yang artinya dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Tubuh yang sehat sangat memungkin kita untuk berkarya dalam segala bidang; bidang ekonomi, politik, keamanan, pendidikan dan lain sebagainya.

Hidup sehat adalah panggilan iman orang beriman untuk terus menerus disuarakan dan dilakukan dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat. Jiwa atau rohani yang sehat sangat ditentukan dari keintiman persekutuan kita dengan TUHAN untuk terus menerus meyakini kemahakuasaan Tuhan, berseru, berdoa, bersyukur dan mempersembahkan korban syukur terutama mempersembahkan totalitas hidup kita kepada Tuhan, sebagai persembahan yang hidup dan yang berkenan kepada Tuhan. Hidup yang demikian memberi semangat dan harapan baru ke masa depan yang datangkan sukacita yang gilang gemilang, Haleluyah, terpujilah nama Tuhan, Amin.

Editor : Aprilia Sahari
#MTPJ #GMIM #Renungan GMIM