Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Materi Khotbah Roma 13: 1-7, Pemerintah Adalah Hamba Allah Untuk Kebaikan

Clavel Lukas • Jumat, 9 Agustus 2024 | 10:36 WIB

 

Ilustrasi Alkitab.
Ilustrasi Alkitab.

Roma 13:1-7

Ketika Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat di Roma, kekaisaran Romawi berada di puncak kejayaannya. Kaisar Nero, yang terkenal akan kekejamannya, memerintah.

Meskipun kekaisaran Romawi dikenal dengan kejam terhadap orang-orang Kristen, Paulus, dengan hikmat dan pengajaran yang diberikan oleh Roh Kudus, menulis tentang pentingnya tunduk kepada pemerintah.

Jemaat di Roma hidup dalam ketakutan dan ketidakpastian, menghadapi tekanan dari pemerintah yang tidak mengenal belas kasihan terhadap iman mereka.

Dalam situasi yang tampaknya mustahil ini, Paulus tidak meminta mereka untuk memberontak atau menentang kekuasaan, tetapi justru menasihati mereka untuk melihat pemerintah sebagai alat yang diatur oleh Allah untuk mengatur kehidupan manusia.

1. Kedaulatan Allah atas Pemerintah (Roma 13:1-2)
Paulus dengan tegas menyatakan bahwa "tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah." Ini menekankan bahwa semua kekuasaan berasal dari Allah, dan pemerintah, apapun bentuknya, berada di bawah kendali-Nya.

Allah yang berdaulat memegang kendali penuh atas segala sesuatu di dunia ini, termasuk pemerintah. Oleh karena itu, melawan pemerintah yang sah adalah melawan ketetapan Allah sendiri.

2. Pemerintah sebagai Hamba untuk Kebaikan (Roma 13:3-4)
Pemerintah, meskipun tidak sempurna, diletakkan oleh Allah untuk menjadi hamba-Nya yang membawa kebaikan bagi masyarakat. Mereka ditugaskan untuk menjaga ketertiban, menegakkan keadilan, dan melindungi warga negara. Paulus menggambarkan pemerintah sebagai "hamba Allah untuk kebaikanmu."

Meski tidak semua tindakan pemerintah benar, secara umum mereka berfungsi sebagai alat untuk menegakkan keadilan dan kesejahteraan. Ketika kita menaati hukum dan aturan yang ditetapkan, kita turut berpartisipasi dalam rencana Allah untuk menciptakan masyarakat yang teratur dan damai.

3. Tunduk kepada Pemerintah sebagai Tindakan Iman (Roma 13:5-7)
Paulus mengajarkan bahwa tunduk kepada pemerintah bukan hanya karena takut akan hukuman, tetapi karena hati nurani kita yang dipimpin oleh iman kepada Allah.

Tunduk kepada pemerintah adalah bagian dari kehidupan yang saleh dan beriman, menunjukkan bahwa kita menghormati tatanan yang telah Allah tetapkan. Membayar pajak, menghormati pemimpin, dan memenuhi kewajiban kita sebagai warga negara adalah bentuk ketaatan kita kepada Allah.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, bagaimana jika kita dihadapkan pada pemerintah yang tidak adil atau yang menuntut kita untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan iman kita? Masih ingat perenungan kita sebelumnya tentang Daniel?

Ketika ada aturan yang bertentangan dengan iman kepada Allah, Daniel dengan tegas menolaknya. Ketika Raja Darius mengeluarkan aturan yang melarang berdoa kepada siapa pun kecuali kepada raja, Daniel tetap berdoa kepada Allah, meskipun tahu bahwa konsekuensinya adalah dilemparkan ke dalam gua singa. Daniel memilih untuk tetap setia kepada Allah, dan Allah membelanya dengan menyelamatkannya dari mulut singa.

Dari kisah Daniel, kita belajar bahwa meskipun kita dipanggil untuk tunduk kepada pemerintah, kesetiaan kita kepada Allah harus tetap menjadi yang utama. Jika pemerintah menuntut kita untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan perintah Allah, kita harus dengan tegas menolaknya, sambil tetap menunjukkan sikap hormat dan kasih.

Di zaman ini, kita mungkin menghadapi berbagai tantangan dengan pemerintah, baik yang bersifat politik, ekonomi, atau sosial. Namun, ajaran Paulus tetap relevan: kita dipanggil untuk menghormati dan tunduk kepada pemerintah, selama tidak bertentangan dengan perintah Allah.

Ini bukan berarti kita tidak boleh menyuarakan ketidakadilan atau memperjuangkan perubahan, tetapi kita melakukannya dengan cara yang tetap menghormati otoritas yang ditetapkan Allah.

Sebagai orang Kristen, kita harus menjadi teladan dalam ketaatan dan integritas, menunjukkan bahwa kita percaya bahwa Allah yang berdaulat atas semua hal, termasuk pemerintah.

Namun, seperti Daniel, kita juga dipanggil untuk tetap setia kepada Allah dalam segala keadaan, bahkan ketika itu berarti menentang perintah yang tidak adil dari pemerintah.

Marilah kita ingat bahwa pemerintah, meskipun kadang tampak tidak adil, tetap merupakan alat di tangan Allah untuk membawa kebaikan.

Marilah kita berdoa agar Allah memberi hikmat kepada para pemimpin kita dan memberikan kita kekuatan untuk hidup sebagai warga negara yang bertanggung jawab dan beriman.

Dengan demikian, kita dapat menjadi berkat bagi masyarakat di sekitar kita dan memuliakan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan kita. Amin.

Editor : Clavel Lukas
#roma #MTPJ #khotbah #GMIM