Amarah dan gengsi hanyalah perpaduan yang parah untuk menyeret pada kehancuran
Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.
AMSAL 18 : 12
Zaman sekarang banyak orang yang gengsinya setinggi langit, miskin belagak kaya, bodoh belagak pinter, banyak gayanya dan sok tahu, alhasil emosinya mudah meledak ledak, padahal hidup apa adanya kita tetap terhormat.
Ujian hidup yang paling berat ketika kita merasa lebih, lebih berhasil, lebih berkuasa, lebih tinggi dan lebih penting dari orang lain, kita terjebak gaya hedonis selalu berlomba untuk bisa tampil wah didepan orang lain, orang model begini bila jatuh langsung ngusruk tanpa bisa bangkit lagi.
Bergayalah sesuai dengan kemampuan, bersenang senang boleh boleh saja, tapi jangan berlebihan, mau bangga akan kelebihan kita boleh saja namun harus tau diri, sesungguhnya hidup sederhana lebih berharga dari gengsi model apapun juga.
Hidup itu harus bersosialisasi, orang yang gengsinya tinggi penuh dengan umpatan, siapa saja dicela dan dikritik, parahnya karena gengsi mereka tidak dapat mengontrol pengeluaran, nggak ada uangpun berani hutang kiri hutang kanan, alhasil hidupnya semrawut dan berantakan.
Hidup itu sebenarnya murah dan mudah, kitalah yang membuat hidup ini menjadi rumit, jangan kira anda bukan pemarah, diam diam ngeloyor pergi meninggalkan tugas dan kewajiban baik dalam pekerjaan, pelayanan maupun pertemanan adalah wujud kemarahan juga.
Zangan katakan kita tidak sombong, tidak tinggi hati dan bukan pemarah, gesekan adalah proses untuk membuat kita lulus ujian kerendahan hati dan kesabaran, orang yang tidak mau bersosialisasi apalagi lari dari persekutuan gengsinya masih setinggi langit.
SELAMAT PAGI
TUHAN YESUS MEMBERKATI
Editor : Clavel Lukas