Pembacaan Alkitab: Yakobus 4:1-10
Tema: Tunduklah Kepada Allah Dan Lawanlah Iblis
Jemaat Maha Tuhan!
Kitab Yakobus ditujukan kepada kedua belas suku yang berada di perantauan (Yak.1:1), menunjuk kepada orang kristen yang meyakini sebagai ahli waris tradisi Yahudi. Orang Kristen harus membuktikan kualitas iman dalam tindakan nyata, sebab iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati (Yak.2:17). Dalam Yak.4:1-10 disoroti tentang prilaku hidup orang kristen yang tidak
sesuai dengan iman, yang tidak membuktikan iman dalam tindakan nyata, mereka seharusnya saling mengasihi, hidup rukun dan damai, tapi ternyata mereka bertengkar dan berkelahi. Karena itu dipertanyakan dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Ternyata
sengketa dan pertengkaran terjadi karena hawa nafsu, ingin mendapatkan sesuatu tetapi tidak terpenuhi keinginan itu, maka terjadi iri hati, pertengkaran, berkelahi dan berakhir terjadi pembunuhan (ay.1-2a).
Hawa nafsu adalah penyebab terjadinya konflik dalam jemaat. Kata nafsu dari bahasa Yunani Hedone atau hedonisme artinya kesenangan, gaya hidup yang mencari kesenangan dan kepuasan tanpa batas. Jadi pertengkaran dalam jemaat disebabkan oleh hawa nafsu, disebabkan oleh hedone atau hedonisme, manakala tujuan utama hanya untuk mencari kesenangan, mencari kepuasan diri, bukan mencari dan mengenal Tuhan lebih dalam, maka yang didapat bukan kesenangan tetapi pertengkaran, perkelahian, kehancuran dalam jemaat. Umat tidak memperoleh apa-apa, karena mereka tidak berdoa. Kalau berdoa, mereka salah berdoa, karena yang diminta hanya untuk dihabiskan, untuk memuaskan hawa nafsu (ay.2b-3).
Tidak berdoa, salah berdoa yaitu doa yang hanya untuk memuaskan keinginan diri, kedua-duanya tidak akan menerima apa-apa dari Tuhan. Yesus ajarkan agar kita berdoa bukan supaya keinginan kita terjadi di bumi seperti di sorga, melainkan kehendak Tuhan terjadi di bumi seperti di sorga, jadi kita berdoa bukan berdasar pada keinginan dan kehendak kita tapi berdasar pada keinginan dan kehendak Tuhan, bukan kehendakKu melainkan kehendak-MUlah yang terjadi. Tujuan doa bukan supaya Tuhan menuruti kehendak kita, tetapi supaya kehendak Tuhan diberlakukan. Doa yang
demikian akan mendatangkan jawaban dari Tuhan (Mat.6:10, 26:39,Mrk.14:36,Luk.22:42).
Karena itu ditegaskan agar orang percaya jangan bersahabat dengan dunia, sebab persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah, barangsiapa menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah (ay.4).
Kata dunia dari bahasa Yunani Kosmos yang menunjuk pada dunia yang jahat, yang terpisah dengan Allah, orang-orang yang dikendalikan oleh hawa nafsu daging, orang-orang yang hidup untuk harta benda. Allah cemburu dengan umatNya yang hidup demikian, hidup mencintai dunia ini. Dengan mencintai dunia, itu tanda umat tidak setia kepada Allah. Umat hidup congkak, angkuh dan sombong, itu semua adalah musuh Allah, dan Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati (ay.5,6b).
Kalau Allah yang bangkit menentang umat yang dikuasai oleh hawa nafsu maka yang akan dialami bukan kesenangan dan kebahagiaan melainkan pertikaian dan kehancuran. Namun dibalik semua itu Allah mengasihi umatNya, yang rendah hati. IA menganugerahkan kasih karunia yang lebih
besar kepada kita (ay.6a).
Karena itu umat yang telah memperoleh kasih karunia diajak:
Pertama: Tunduklah kepada Allah. Kata Tunduk dalam bahasa Yunani Hupatasso; menaklukkan diri, merendahkan diri kepada Allah. Umat harus menyerahkan diri, menaklukan diri sungguh-sungguh hanya kepada Allah.
Kedua: Lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu. Oleh kasih karunia Allah kita harus berusaha untuk melawan Iblis, tidak masa bodoh, tidak membiarkan diri jatuh dalam godaan tapi oleh kekuatan Tuhan, dengan perlengkapan senjata rohani; kita melawan iblis; ikat pinggang kebenaran, bajuzirah keadilan, kasut kerelaan memberitakan Injil, perisai iman, ketopong keselamatan, pedang Roh, firman Allah, doa yang terus menerus, maka iblis akan lari (Ef.6:14-18)
Ketiga: umat harus mendekatkan diri kepada Allah (ay.8a). Umat tidak boleh menjauhkan diri dari Allah, sebab manakala terpisah dengan Allah maka kita tak berdaya, tidak dapat berbuat apa-apa,(Yoh.15:5). Manakala dekat dengan Allah maka Allah akan mendekat kepada kita, maka kita
mendapatkan ketenangan, hanya dekat Allah saja aku tenang (Maz.62:2).
Keempat: Umat harus mentahirkan diri dari dosa. Bersihkan tangan dan hati dari dosa. Umat harus sadar, jangan terbuai dalam dosa, jangan tertawa, senang dalam dosa tapi harus meratap, jangan bersukacita tapi harus berdukacita (ay.8b,9). Umat harus sadar, meratapi, membenci dosa, bertobat dan kembali kepada Tuhan
Kelima: Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan (ay.10) Kita harus sadar dan malu di hadapan Tuhan, sebab siapakah kita ini, kita ini orang berdosa yang tidak patut untuk dikasihani, sepantasnya dihukum tapi oleh kasih karunia Allah kita dikasihiNYA, ditebus, diampuni dan diselamatkan dan tidak ada alasan untuk tidak merendahkan diri, kita harus sungguh-sungguh merendahkan diri, maka IA akan meninggikan kita.
Jemaat Maha Tuhan!
Firman Tuhan ini memberitahukan kepada kita bahwa:
Pertama: Hawa nafsu, hedone atau hedonisme; kesenangan. Manakala tujuan utama hanya untuk mencari kesenangan, kepuasan diri dan bukan mencari dan mengutamakan Tuhan maka hal itu akan menjadi penyebab terjadinya konflik dalam jemaat. Pertengkaran terjadi dalam jemaat karena orientasi pelayanan bukan lagi tertuju dan terfokus pada Tuhan, tapi pada manusia, pada diri sendiri, ingin mendapatkan sesuatu untuk kepuasan diri, apakah itu materi, jabatan, kedudukan, ingin dipuji, dihormati, dibangga-banggakan, pada akhirnya pelayanan tidakmaksimal, hanya mengandalkan kekuatan dan kemampuan manusia, kemampuan diri sendiri, tidak berdoa, kalau berdoa, salah berdoa karena yang diminta bukan kehendak Tuhan, tapi keinginan dan kehendak diri sendiri. Kita harus sungguh-sungguh mencari dan mengutamakan Tuhan maka kesenangan, kedamaian dan kebahagiaan akan dianugerahkan Tuhan kepada kita.
Kedua: Untuk mengejar kesenangan dunia, manusia berusaha bersahabat dengan dunia, hal itu dibenci oleh Tuhan sebab itu adalah tanda umat tidak setia kepada Tuhan. Tuhan kehendaki agar kita tetap setia kepadaNya, DIA yang akan memelihara kita.
Ketiga: Kita diajak tunduklah kepada Allah dan lawanlah iblis, hidup mendekatkan diri kepada Allah dengan selalu berupaya hidup dalam pertobatan, membenci dosa dan hidup merendahkan diri di hadapan Tuhan, hidup yang demikian dikasihi dan diberkati Tuhan, terpujilah nama TUHAN, Haleluyah, Amin.
Editor : Aprilia Sahari