Kitab Markus adalah Injil yang secara khusus ditulis untuk orang-orang bukan Yahudi, terutama orang-orang Romawi, yang mungkin kurang mengenal latar belakang agama Yahudi.
Markus ingin menekankan kuasa Yesus sebagai Mesias dan Anak Allah yang aktif bertindak, penuh kuasa, dan penuh belas kasih.
Dalam Injil ini, Yesus digambarkan sebagai seorang pelayan yang sibuk melayani, menyembuhkan, dan mengajar, yang selalu bergerak dari satu tempat ke tempat lain.
Injil ini menceritakan banyak mukjizat yang dilakukan oleh Yesus, yang menegaskan bahwa Dia bukan hanya seorang guru yang luar biasa, tetapi juga Tuhan yang berkuasa atas segala sesuatu—termasuk penyakit dan kematian.
Markus 5:21-43 mencakup dua mukjizat yang terjadi secara bersamaan. Pertama, kisah Yairus, seorang pemimpin rumah ibadat yang putrinya sedang sekarat, dan kedua, perempuan yang telah menderita pendarahan selama dua belas tahun.
Kedua kisah ini menjadi latar bagi pesan penting tentang iman dan kuasa Yesus dalam menyelamatkan dan memulihkan.
Ayat 21-24: Yairus Datang kepada Yesus
Ketika Yesus kembali dari seberang danau, seorang pria bernama Yairus, seorang pemimpin rumah ibadat, datang dan memohon kepada Yesus untuk menyembuhkan putrinya yang sedang sekarat.
Sebagai seorang bapak, Yairus menunjukkan kualitas seorang pria yang memiliki tanggung jawab besar terhadap keluarganya.
Ia tidak malu atau ragu untuk datang kepada Yesus. Yairus tidak hanya berdoa, tetapi ia juga berani mengambil tindakan, mencari Yesus dan memohon pertolongan.
Kondisi ini mengingatkan kita, bapak-bapak, bahwa tanggung jawab kita sebagai pemimpin keluarga juga mencakup aspek rohani. Dalam menghadapi kesulitan atau penyakit dalam keluarga, apakah kita segera mencari Tuhan? Apakah kita menunjukkan iman yang aktif seperti Yairus?
Ayat 25-34: Perempuan dengan Pendarahan
Saat Yesus sedang berjalan menuju rumah Yairus, seorang perempuan yang telah menderita pendarahan selama dua belas tahun berusaha menjamah jubah Yesus dengan harapan sembuh.
Dia tahu bahwa hanya dengan menjamah jubah-Nya, dia akan disembuhkan. Setelah menjamah-Nya, seketika pendarahannya berhenti, dan Yesus menyadari ada kuasa yang keluar dari-Nya.
Perempuan itu ketakutan ketika Yesus bertanya, tetapi Yesus dengan penuh belas kasihan berkata, “Imanmu telah menyelamatkan engkau.”
Dalam kehidupan kita, terkadang kita menghadapi masalah yang berlangsung lama, baik masalah kesehatan, ekonomi, atau hubungan. Perempuan ini telah mencoba segala cara selama bertahun-tahun, tetapi tidak ada yang berhasil.
Namun, iman yang besar dan keyakinannya kepada kuasa Yesus membuatnya disembuhkan. Bapak-bapak, apakah kita memiliki iman seperti perempuan ini?
Ketika segala sesuatu tampak mustahil, apakah kita tetap mencari Yesus dengan keyakinan penuh bahwa Dia mampu menyelamatkan kita dari masalah yang paling berat sekalipun?
Ayat 35-36: “Jangan takut, percaya saja”
Sementara Yesus berbicara kepada perempuan itu, orang datang dari rumah Yairus dan memberitahunya bahwa putrinya telah meninggal.
Mereka berkata kepada Yairus bahwa tidak ada gunanya mengganggu Yesus lagi. Namun, Yesus segera berkata kepada Yairus, “Jangan takut, percaya saja.”
Sering kali, dalam menghadapi masalah yang tampaknya tidak ada harapan, kita cenderung menyerah. Pesan Yesus kepada Yairus adalah pesan yang sangat relevan bagi kita hari ini.
Ketika keadaan terasa suram, ketika berita buruk datang, Tuhan berkata kepada kita: "Jangan takut, percaya saja."
Iman bukan hanya tentang percaya saat segala sesuatu berjalan baik, tetapi terutama saat segala sesuatu tampak tidak mungkin.
Ayat 37-43: Kebangkitan Putri Yairus
Ketika Yesus tiba di rumah Yairus, orang-orang sudah meratap karena anak itu telah meninggal. Namun, Yesus berkata bahwa anak itu hanya tidur, dan orang-orang menertawakan-Nya.
Meski begitu, Yesus tetap melanjutkan, dan dengan penuh otoritas membangkitkan anak itu dari kematian dengan berkata, “Talita kum!” yang artinya, “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!”
Ini adalah demonstrasi yang luar biasa tentang kuasa Yesus atas kematian. Bapak-bapak, hal ini mengajarkan kita bahwa Yesus tidak hanya berkuasa atas penyakit, tetapi juga atas kematian.
Dalam situasi-situasi hidup yang tampak “mati” atau tidak ada harapan, Yesus mampu membawa kehidupan kembali.
Baik itu masalah dalam pekerjaan, hubungan keluarga yang rusak, atau mimpi-mimpi yang sudah mati, Yesus berkuasa untuk membangkitkan dan memulihkan.
Penutup:
Renungan ini mengajarkan kita bahwa iman yang sejati kepada Yesus membawa keselamatan, penyembuhan, dan pemulihan.
Sebagai bapak-bapak, kita memiliki tanggung jawab besar untuk memimpin keluarga kita, tidak hanya secara fisik tetapi juga secara rohani.
Seperti Yairus yang datang kepada Yesus, kita juga dipanggil untuk selalu membawa setiap masalah keluarga kita kepada Tuhan dengan iman yang teguh.
Kadang-kadang, dunia mungkin berkata bahwa situasinya sudah tidak ada harapan, tetapi Yesus mengingatkan kita, "Jangan takut, percaya saja."
Iman yang besar tidak berarti bahwa kita tidak akan menghadapi tantangan. Sebaliknya, itu berarti kita tetap percaya meskipun situasinya tampak tidak mungkin.
Iman adalah tindakan menyerahkan segala sesuatu kepada Yesus, percaya bahwa Dia memiliki kuasa untuk menyelamatkan dan memulihkan.
Sebagai bapak-bapak, mari kita membangun iman yang teguh dalam setiap aspek kehidupan kita—dalam keluarga, pekerjaan, dan relasi—percaya bahwa Yesus mampu bekerja dengan kuasa-Nya yang besar.
Iman kita kepada Yesus adalah kunci untuk menghadapi berbagai tantangan hidup ini. Jika kita menaruh percaya penuh kepada-Nya, kita akan melihat kuasa-Nya bekerja dalam hidup kita dan keluarga kita.
Sebagaimana Yesus berkata kepada perempuan itu, Dia juga berkata kepada kita: “Imanmu telah menyelamatkan engkau.”
Amin
Editor : Clavel Lukas