Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan Pemuda Remaja Kristen, Markus 5:25-27

Aprilia Sahari • Senin, 7 Oktober 2024 | 10:06 WIB
Ilustrasi Alkitab
Ilustrasi Alkitab

Bacaan Alkitab: Markus 5:25-27 (TB)
"Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya, malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati-Nya dari belakang dan menjamah jubah-Nya."

Anak-anak muda sering kali menghadapi banyak masalah, mulai dari tekanan sekolah, pertemanan, hingga kebingungan mencari jati diri. Seperti perempuan dalam bacaan ini, mungkin kita merasa sudah berusaha keras untuk memperbaiki keadaan, namun seolah-olah tidak ada perubahan. Bacaan hari ini mengajarkan bahwa di tengah semua kesulitan yang kita alami, ada satu hal yang bisa membuat perbedaan besar: iman kita kepada Yesus.

Perempuan dalam kisah ini sudah menderita selama dua belas tahun. Ia mencoba segala cara yang mungkin: pergi ke berbagai tabib, menghabiskan semua uangnya, namun hasilnya nihil—bahkan keadaannya semakin buruk.

Banyak dari kita, termasuk para remaja, sering kali merasa putus asa ketika semua usaha kita tampaknya tidak membuahkan hasil. Kita mencoba mencari solusi di dunia ini: nasihat dari teman, media sosial, atau kegiatan yang menjanjikan kesenangan sementara. Namun, seringkali hasilnya tidak memuaskan, dan kita justru merasa lebih kosong.

Perempuan ini mendengar tentang Yesus. Dia tahu bahwa Yesus bukan hanya seorang guru biasa, melainkan seseorang yang memiliki kuasa untuk menyembuhkan dan mengubah hidup.

Kadang, kita mendengar tentang Yesus dari sekolah minggu, gereja, atau teman-teman Kristen kita. Tapi, apakah kita benar-benar mengerti kuasa yang dimiliki oleh Yesus? Dia bukan hanya seseorang yang mengajarkan moralitas; Dia adalah Tuhan yang penuh kuasa yang mampu mengubah setiap aspek hidup kita. Seperti perempuan itu, kita harus mendekat kepada Yesus, tidak peduli seberapa sulit jalan yang harus kita tempuh.

Perempuan itu tidak sekadar datang kepada Yesus, tapi dia datang dengan iman yang teguh. Dia berpikir, "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Meski berada di tengah kerumunan, dia tetap berusaha menjamah jubah Yesus dengan penuh keyakinan.

Iman kita mungkin diuji saat menghadapi masalah-masalah hidup. Tetapi ingatlah bahwa iman bukan sekadar percaya dalam pikiran, tetapi percaya yang disertai tindakan. Ketika kita sungguh-sungguh datang kepada Yesus dengan iman yang penuh, kita akan mengalami perubahan, baik secara rohani maupun jasmani. Iman seperti ini memampukan kita untuk melampaui keterbatasan dan memperoleh kekuatan baru.

Pemuda dan remaja sekalian, tantangan hidup mungkin terasa berat dan menekan kita, seperti perempuan yang mengalami penderitaan selama dua belas tahun. Namun, seperti perempuan itu, kita diundang untuk percaya kepada Yesus. Iman kepada Yesus bukan hanya tentang menyelesaikan masalah secara instan, tetapi tentang mengalami hubungan yang mengubah hidup kita secara mendalam.

Mari kita mendekat kepada-Nya dengan iman, percaya bahwa Dia mampu melakukan hal-hal yang tak terbayangkan, menyembuhkan luka kita, dan memberikan masa depan yang penuh harapan.

Pertanyaan Refleksi:

  1. Apakah ada hal dalam hidupmu yang membuatmu merasa putus asa seperti perempuan dalam bacaan ini?
  2. Bagaimana kamu bisa lebih mendekat kepada Yesus dan mencari pertolongan-Nya?
  3. Apa yang bisa kamu lakukan untuk menunjukkan iman yang lebih kuat dalam hidup sehari-harimu?

Doa Penutup:

Bapa yang baik, kami bersyukur untuk kasih-Mu yang besar. Terima kasih telah mengajarkan kami melalui perempuan yang datang kepada Yesus dengan iman. Ajari kami untuk memiliki iman yang sama, yang percaya bahwa Engkau mampu mengubah hidup kami. Tolonglah setiap kami yang sedang mengalami masalah, agar kami selalu mencari-Mu dengan segenap hati. Di dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.


Semoga khotbah ini dapat menjadi berkat!

Editor : Aprilia Sahari
#GMIM #Pemuda Remaja #Kristen #Renungan