Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan Pemuda Remaja Kristen, Markus 5:35-37

Aprilia Sahari • Kamis, 10 Oktober 2024 | 13:59 WIB
Ilustrasi Alkitab
Ilustrasi Alkitab

Bacaan Alkitab: Markus 5:35-37 (TB)
"Ketika Yesus masih berbicara, datanglah orang-orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: 'Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?' Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: 'Jangan takut, percaya saja!' Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorang pun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus, dan Yohanes, saudara Yakobus."

Dalam hidup, kita sering kali menghadapi situasi yang tampaknya tidak mungkin. Ketika masalah datang, kita merasa putus asa dan seolah-olah tidak ada jalan keluar. Bacaan hari ini menyoroti kisah Yairus, seorang kepala rumah ibadat yang baru saja menerima kabar buruk: anak perempuannya meninggal. Namun, Yesus mengajarkan kepada Yairus (dan kita semua) sebuah kebenaran penting: "Jangan takut, percaya saja!"

Yairus datang kepada Yesus dengan harapan agar anaknya bisa disembuhkan, tetapi kabar yang datang justru lebih buruk: Anaknya sudah meninggal. Orang-orang berkata, "Apa gunanya lagi mengganggu Yesus?" Mereka berpikir bahwa tidak ada yang bisa dilakukan setelah kematian terjadi.

Banyak dari kita mungkin pernah berada dalam situasi seperti Yairus, di mana masalah yang kita hadapi tampak begitu besar dan mustahil untuk diatasi. Mungkin kita merasa tidak ada harapan lagi dalam menghadapi masalah di keluarga, sekolah, atau hubungan dengan teman. Namun, seringkali ketakutan dan keraguan muncul karena kita hanya melihat keadaan dari sudut pandang manusia. Kita cenderung mudah menyerah ketika segalanya tampak tidak mungkin.

Ketika kabar buruk datang, Yesus tidak terpengaruh oleh kata-kata orang lain. Dia tahu bahwa keadaan itu tidak menghalangi kuasa-Nya. Yesus langsung menenangkan Yairus dengan mengatakan, "Jangan takut, percaya saja!"

Saat masalah tampak tak terpecahkan, sering kali kita membiarkan ketakutan menguasai hati kita. Yesus mengajarkan kita untuk tidak membiarkan ketakutan mengalahkan iman. Apa pun situasi yang kita hadapi, Yesus meminta kita untuk percaya kepada-Nya. Percaya bahwa kuasa-Nya lebih besar daripada masalah kita. Percaya bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, bahkan ketika harapan tampaknya telah hilang.

Yesus memutuskan untuk membawa hanya beberapa murid terdekat-Nya: Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Ia tidak membiarkan kerumunan orang atau suara-suara negatif lainnya memengaruhi misi-Nya. Ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga fokus dan mendampingi orang-orang yang akan mendukung iman kita.

Kadang-kadang, kita perlu menjauhkan diri dari suara-suara yang membuat kita ragu atau takut. Teman-teman kita, media sosial, atau bahkan pikiran kita sendiri bisa membuat kita kehilangan kepercayaan pada Tuhan. Namun, Yesus menunjukkan pentingnya berfokus pada iman, mengelilingi diri kita dengan orang-orang yang memperkuat kepercayaan kita kepada Tuhan. Di tengah masalah, carilah orang-orang yang akan menguatkan imanmu, bukan yang membuatmu semakin ragu.

Remaja sekalian, ketika kita menghadapi situasi yang sulit, ingatlah perkataan Yesus kepada Yairus: "Jangan takut, percaya saja!" Ketakutan mungkin datang ketika kita merasa tak ada jalan keluar, tetapi Yesus mengajarkan bahwa kita harus terus percaya kepada-Nya, karena tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Dia meminta kita untuk fokus pada iman dan tidak terpengaruh oleh suara-suara negatif di sekitar kita.

Jadi, dalam setiap masalah yang kamu hadapi—entah itu di sekolah, keluarga, atau pertemanan—ingatlah untuk tidak menyerah pada ketakutan, tetapi terus percayakan semuanya kepada Yesus yang selalu sanggup melakukan hal-hal besar dalam hidup kita.

Pertanyaan Refleksi:

  1. Apakah ada situasi dalam hidupmu yang membuatmu merasa takut atau putus asa?
  2. Bagaimana kamu bisa lebih percaya kepada Yesus di tengah situasi sulit?
  3. Siapa saja orang-orang di sekitarmu yang bisa membantu memperkuat imanmu?

Doa Penutup:

Tuhan Yesus, kami bersyukur karena Engkau selalu bersama kami dalam setiap situasi, terutama ketika kami merasa takut dan putus asa. Tolonglah kami untuk tidak takut, tetapi untuk percaya kepada-Mu, karena kami tahu bahwa tidak ada yang mustahil bagi-Mu. Ajari kami untuk fokus pada iman kami kepada-Mu dan dikelilingi oleh orang-orang yang menguatkan kepercayaan kami. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.

Semoga khotbah ini bisa menjadi penguat iman dan membawa pengharapan bagi pemuda remaja yang menghadapi tantangan hidup mereka!

Editor : Aprilia Sahari
#GMIM #Pemuda Remaja #Kristen #Renungan