Bacaan Alkitab: Markus 5:38-40 (TB)
"Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat itu, dan di sana Yesus melihat orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring. Sesudah Ia masuk, Ia berkata kepada orang-orang itu: 'Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!' Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka Ia menyuruh semua orang itu keluar, dan Ia membawa ayah dan ibu anak itu, serta pengikut-pengikut-Nya masuk ke kamar anak itu."
Hidup remaja sering kali penuh dengan berbagai tantangan, mulai dari tekanan sosial, akademik, hingga masalah keluarga atau pertemanan. Dalam situasi sulit ini, kita sering kali merasa pesimis, berpikir bahwa masalah kita sudah "mati" alias tak ada harapan lagi. Namun, dalam bacaan hari ini, kita belajar bahwa Yesus mengajarkan kita untuk melihat dengan mata iman, bukan dengan mata dunia yang mudah menyerah.
Ketika Yesus tiba di rumah Yairus, Ia menemukan suasana yang penuh dengan keputusasaan. Orang-orang sedang meratap, menangis dengan suara keras. Bagi mereka, kematian adalah akhir, dan tidak ada yang bisa dilakukan lagi. Mereka melihat anak Yairus sudah mati, dan bagi mereka itu sudah final.
Dunia sering kali mengajarkan kita untuk melihat dari sudut pandang yang terbatas. Ketika kita menghadapi kegagalan atau masalah besar, banyak orang di sekitar kita mungkin akan menyerah dan berkata, "Sudah, tidak ada harapan lagi." Seperti orang-orang yang menangis di rumah Yairus, dunia sering kali memandang masalah dengan keputusasaan. Tetapi Yesus memanggil kita untuk tidak terjebak dalam cara pandang dunia ini.
Yesus memasuki rumah itu dan berkata sesuatu yang mengejutkan, "Anak ini tidak mati, tetapi tidur!" Bagi Yesus, kematian anak itu bukanlah akhir. Ia melihat dengan mata iman, mengetahui bahwa kuasa-Nya dapat membangkitkan anak itu kembali.
Ketika kita menghadapi masalah yang tampaknya tidak ada jalan keluar, Yesus mengajarkan kita untuk melihat dengan iman, bukan hanya dengan apa yang terlihat di permukaan. Ketika kita merasa gagal dalam studi, ketika hubungan kita dengan teman atau keluarga terasa hancur, Yesus berkata kepada kita, "Ini belum berakhir. Masalah ini belum mati." Kita diajak untuk percaya bahwa Tuhan bisa melakukan mujizat, bahkan ketika situasi tampak mustahil.
Ketika Yesus berkata bahwa anak itu hanya tidur, orang-orang menertawakan-Nya. Mereka tidak percaya bahwa sesuatu yang "sudah mati" bisa hidup kembali. Namun, Yesus tidak membiarkan keraguan dan tawa mereka menghalangi-Nya. Ia menyuruh mereka keluar dan hanya membawa orang-orang yang percaya.
Ketika kita memilih untuk melihat dengan mata iman, sering kali kita akan menghadapi keraguan dari orang-orang di sekitar kita. Ada orang yang mungkin akan menertawakan iman kita atau berpikir bahwa kita sedang bermimpi. Namun, Yesus mengajarkan kita untuk tetap teguh dalam iman, bahkan ketika orang lain meragukan kita. Terkadang, kita perlu menjauhkan diri dari suara-suara negatif dan hanya membawa orang-orang yang mendukung iman kita.
Teman-teman remaja, kehidupan memang penuh dengan tantangan yang sering kali membuat kita merasa putus asa, seolah-olah masalah kita sudah "mati." Namun, Yesus mengajarkan kita untuk melihat dari perspektif iman, bukan dari perspektif dunia yang mudah menyerah. Yesus tidak terpengaruh oleh keraguan atau keputusasaan di sekitarnya; Ia melihat bahwa Tuhan mampu melakukan mujizat bahkan ketika harapan tampak hilang.
Dalam setiap masalah yang kita hadapi, Yesus berkata kepada kita, "Ini belum berakhir." Mari kita belajar untuk melihat dengan mata iman, percaya bahwa Tuhan selalu punya rencana yang lebih besar dan bisa membalikkan situasi yang tampaknya tidak mungkin.
Pertanyaan Refleksi:
- Apakah ada situasi dalam hidupmu saat ini yang membuatmu merasa putus asa atau merasa sudah "mati"?
- Bagaimana kamu bisa mulai melihat situasi tersebut dari perspektif iman, seperti Yesus?
- Apakah ada orang atau suara negatif di sekitarmu yang perlu kamu hindari agar bisa menjaga imanmu?
Doa Penutup:
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengajarkan kami untuk melihat hidup dari perspektif iman. Ketika dunia melihat keputusasaan, Engkau melihat harapan. Tolonglah kami untuk tetap percaya kepada-Mu, meskipun situasi tampak mustahil. Ajari kami untuk menjauh dari suara-suara negatif yang meragukan iman kami, dan gantikan ketakutan kami dengan keyakinan kepada kuasa-Mu. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.
Semoga khotbah ini memberikan penguatan dan pengharapan bagi remaja untuk melihat hidup mereka dari perspektif iman, dan tidak menyerah pada situasi yang tampaknya tak mungkin!
Editor : Aprilia Sahari