Dalam kehidupan sehari-hari, Tuhan sering kali memberikan peringatan dan kesempatan untuk berubah. Tetapi bagaimana kita merespons peringatan tersebut menentukan apa yang terjadi selanjutnya. Dalam bacaan hari ini, kita melihat bagaimana Firaun berkali-kali menolak peringatan Tuhan, hingga akhirnya harus mengalami berbagai tulah, salah satunya adalah tulah katak. Kisah ini mengajarkan kita tentang pentingnya tanggapan yang tepat terhadap peringatan Tuhan, terutama bagi kita sebagai remaja Kristen yang sedang berada dalam masa pertumbuhan iman.
Dalam ayat-ayat ini, Tuhan menyuruh Musa menyampaikan peringatan kepada Firaun, "Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka beribadah kepada-Ku." Tuhan ingin membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir. Peringatan ini datang dengan jelas: jika Firaun menolak, tulah katak akan terjadi.
Tuhan sering kali memberikan peringatan dalam hidup kita supaya kita kembali kepada-Nya. Mungkin itu dalam bentuk nasihat dari orang tua, peringatan dari firman Tuhan, atau teguran dari teman-teman. Peringatan ini adalah cara Tuhan untuk mengingatkan kita agar hidup dalam jalan-Nya dan bukan jalan dunia. Ketika kita mendengar peringatan Tuhan, kita harus siap merespons dengan benar, seperti yang Tuhan inginkan.
Meskipun Tuhan sudah memberikan peringatan, Firaun menolak untuk mendengarkan. Karena ketegaran hatinya, Tuhan menurunkan tulah katak yang membuat seluruh tanah Mesir dipenuhi dengan katak, bahkan di tempat-tempat pribadi seperti rumah dan kamar tidur mereka. Meskipun demikian, Firaun masih keras hati.
Ketika kita keras hati dan menolak untuk mendengarkan peringatan Tuhan, sering kali kita harus menghadapi konsekuensi yang tidak menyenangkan. Mungkin kita pernah mengabaikan peringatan dari orang tua atau guru, dan akhirnya kita mengalami kesulitan di sekolah. Atau kita memilih untuk tidak taat kepada Tuhan, dan akibatnya kita mengalami kekacauan dalam hidup kita. Firaun menunjukkan bahwa ketegaran hati selalu membawa konsekuensi buruk, dan penting bagi kita untuk belajar menjadi rendah hati dan peka terhadap suara Tuhan.
Setelah tulah katak terjadi, akhirnya Firaun memohon kepada Musa untuk berdoa kepada Tuhan agar katak-katak itu dihilangkan. Musa kemudian berdoa, dan Tuhan menjawab dengan menghentikan tulah tersebut. Namun, meskipun Tuhan sudah memberikan kesempatan kepada Firaun untuk bertobat, Firaun terus mengeraskan hatinya.
Tuhan selalu memberikan kita kesempatan untuk bertobat dan mengalami pemulihan, tidak peduli seberapa besar kesalahan kita. Ketika kita bersedia untuk datang kepada Tuhan, meminta pengampunan, dan memperbaiki jalan kita, Tuhan siap memulihkan keadaan kita. Namun, jangan seperti Firaun yang setelah diberikan kesempatan tetap keras hati. Sebaliknya, mari kita terbuka terhadap perubahan, dan belajar dari kesalahan, agar kita bisa terus bertumbuh dalam iman dan hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan.
Sebagai pemuda dan remaja Kristen, kita sering kali dihadapkan pada pilihan untuk mendengarkan peringatan Tuhan atau mengabaikannya. Bacaan hari ini mengajarkan kita bahwa Tuhan selalu memberikan kesempatan bagi kita untuk berubah dan bertobat, tetapi kita harus merespons peringatan-Nya dengan hati yang terbuka, bukan hati yang keras seperti Firaun.
Tuhan ingin membawa kita kepada hidup yang penuh berkat, tetapi kita harus belajar mendengarkan suara-Nya, merespons dengan ketaatan, dan selalu siap untuk berubah ketika Tuhan mengingatkan kita. Jangan biarkan ketegaran hati membuat kita jatuh dalam kesulitan, tetapi biarkanlah hati kita lembut dan peka terhadap Tuhan, supaya kita dapat hidup dalam kebenaran dan menikmati pemulihan yang Tuhan janjikan.
Pertanyaan Refleksi:
- Apakah ada peringatan yang Tuhan sudah sampaikan dalam hidupmu, tapi mungkin kamu abaikan?
- Bagaimana kamu bisa merespons dengan hati yang lebih terbuka dan taat kepada Tuhan?
- Apa langkah konkret yang bisa kamu ambil untuk bertobat dan memperbaiki jalan hidupmu sesuai dengan kehendak Tuhan?
Doa Penutup:
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu mengingatkan kami ketika kami mulai menyimpang dari jalan-Mu. Ajari kami untuk mendengarkan suara-Mu dan merespons dengan hati yang taat dan rendah hati. Tolonglah kami untuk tidak mengeraskan hati seperti Firaun, tetapi untuk siap berubah dan bertobat setiap kali Engkau memperingatkan kami. Terima kasih karena Engkau selalu memberi kami kesempatan untuk mengalami pemulihan dan kasih karunia-Mu. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.
Semoga khotbah ini dapat menguatkan remaja untuk lebih peka terhadap peringatan Tuhan dan meresponsnya dengan ketaatan yang membawa pemulihan!
Editor : Aprilia Sahari