Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Renungan Pemuda Remaja Kristen, Keluaran 18:2-4

Aprilia Sahari • Kamis, 17 Oktober 2024 | 15:32 WIB
Ilustrasi Alkitab
Ilustrasi Alkitab

Pembacaan Alkitab: Keluaran 18:2-4 "Maka Yitro, mertua Musa, membawa Zipora, isteri Musa, yang dahulu disuruh Musa pulang, dan kedua anak laki-lakinya, yang seorang bernama Gersom, sebab katanya: 'Aku telah menjadi seorang pendatang di negeri asing,' dan yang seorang lagi bernama Eliezer, sebab katanya: 'Allah bapaku adalah penolongku dan telah melepaskan aku dari pedang Firaun.'”

Setiap dari kita, terutama pemuda dan remaja, memiliki cerita hidup yang unik. Di balik setiap cerita, kita dapat melihat bagaimana Tuhan menyertai kita dalam perjalanan hidup kita, baik di masa-masa sulit maupun masa penuh sukacita. Bacaan ini mengingatkan kita pada perjalanan hidup Musa, yang menggambarkan dua sisi hidupnya melalui nama kedua anaknya—Gersom dan Eliezer. Nama-nama ini bukan hanya nama biasa, tetapi memiliki makna mendalam tentang hubungan Musa dengan Tuhan.

Gersom: "Pendatang di Negeri Asing"

Nama Gersom berarti "Aku telah menjadi seorang pendatang di negeri asing." Musa menamai anak pertamanya sebagai pengingat bahwa dia pernah hidup sebagai orang asing di negeri Midian. Kita juga, sebagai pemuda dan remaja, mungkin merasa seperti "pendatang" dalam berbagai situasi hidup kita. Mungkin kita merasa tidak sepenuhnya diterima di lingkungan sosial, di sekolah, atau bahkan dalam keluarga. Namun, melalui pengalaman ini, kita diajari bahwa hidup ini adalah sebuah perjalanan dan kita dipanggil untuk bergantung sepenuhnya pada Tuhan meskipun merasa "asing" di dunia ini.

Menjadi pendatang mengingatkan kita bahwa dunia ini bukanlah rumah yang kekal. Kita harus mengingat identitas kita sebagai anak-anak Tuhan yang memiliki tujuan lebih besar, yaitu berjalan bersama Tuhan menuju kehidupan kekal.

Eliezer: "Allah adalah Penolongku"

Nama Eliezer memiliki arti yang kuat, yaitu "Allah adalah penolongku, yang telah melepaskan aku dari pedang Firaun." Ini adalah pernyataan iman yang luar biasa dari Musa. Di sini Musa mengenang bagaimana Tuhan menyelamatkannya dari bahaya dan ancaman Firaun. Kita juga memiliki Allah yang sama, yang menyelamatkan kita dari segala bentuk bahaya dan dosa. Dalam setiap tantangan yang kita hadapi, baik dalam pergaulan, tekanan hidup, atau masalah pribadi, Allah selalu hadir sebagai penolong yang setia.

Sebagai pemuda dan remaja, kita sering dihadapkan dengan masalah yang membuat kita merasa terjebak atau terancam, entah itu ketakutan, keraguan, atau tekanan dari orang lain. Namun, kisah ini mengingatkan kita bahwa Allah selalu hadir sebagai penolong, bahkan di saat-saat kita merasa terpojok.

Mengenali Penyertaan Tuhan dalam Setiap Aspek Hidup:

Musa memilih nama kedua anaknya berdasarkan pengalaman hidupnya dan bagaimana Tuhan bekerja dalam kehidupannya. Ini menunjukkan bahwa Musa menyadari penyertaan Tuhan dalam setiap bagian hidupnya, baik dalam masa pengasingan (Gersom) maupun saat Tuhan menolongnya (Eliezer). Begitu juga dengan kita, kita dipanggil untuk mengenali bagaimana Tuhan bekerja dalam hidup kita. Ketika kita mengalami kesulitan, kita harus percaya bahwa Tuhan sedang memelihara kita, dan saat kita diberkati, kita harus bersyukur atas pertolongan-Nya.

Sebagai pemuda dan remaja Kristen, penting bagi kita untuk tidak hanya melihat Tuhan di saat kita diberkati, tetapi juga di saat kita menghadapi tantangan. Tuhan selalu berjalan bersama kita, memberikan kekuatan, penghiburan, dan harapan.

Menjaga Kesaksian Hidup:

Nama Gersom dan Eliezer adalah pengingat bahwa Musa tidak melupakan apa yang Tuhan telah lakukan untuknya. Dalam hidup kita, kita juga harus menjaga kesaksian tentang bagaimana Tuhan bekerja dalam hidup kita. Apakah kita sudah bersyukur atas pertolongan Tuhan? Apakah kita menceritakan kepada orang lain bagaimana Tuhan menolong kita melewati masa-masa sulit? Kesaksian kita dapat menguatkan iman orang lain, terutama teman-teman kita yang mungkin sedang mencari Tuhan dalam hidup mereka.

Setiap tantangan yang kita lalui bersama Tuhan bisa menjadi alat untuk menguatkan orang lain. Jadikan hidupmu sebagai kesaksian tentang Allah yang menolong dan memelihara.

Bacaan dari Keluaran 18:2-4 ini mengajarkan kita tentang pentingnya mengenali Tuhan sebagai penolong dan penyelamat dalam setiap fase hidup kita. Seperti Musa yang memberikan nama kepada anak-anaknya sebagai pengingat akan penyertaan Tuhan, kita juga harus selalu ingat bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Dalam setiap kesulitan, dalam setiap perjalanan hidup, Tuhan adalah penolong kita.

Doa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang selalu menyertai kami. Tolonglah kami untuk mengenali pertolongan-Mu dalam setiap bagian hidup kami, baik dalam masa sulit maupun masa berkat. Ajarlah kami untuk bersaksi tentang kebaikan-Mu dan menjadi terang bagi orang-orang di sekitar kami. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.

Editor : Aprilia Sahari
#GMIM #Pemuda Remaja #Kristen #Renungan