Pembacaan Alkitab: Keluaran 18:5-7
"Yitro, mertua Musa, datang dengan anak-anak dan isteri Musa kepada Musa di padang gurun, tempat ia berkemah dekat gunung Allah. Ketika diberitahukan kepada Musa, keluarlah ia menyongsong mertua-nya, lalu sujud dan mencium dia; mereka bertanya-tanyaan tentang keselamatan mereka, kemudian masuklah mereka ke dalam kemah."
Sebagai pemuda dan remaja, kita sering berfokus pada hubungan kita dengan Tuhan, namun Tuhan juga mengajarkan pentingnya hubungan antarmanusia—dengan keluarga, teman, dan komunitas di sekitar kita. Bacaan ini menggambarkan hubungan antara Musa dan mertuanya, Yitro, yang menunjukkan sikap kasih, hormat, dan keterbukaan dalam relasi mereka. Dari perjumpaan ini, kita dapat belajar bagaimana membangun hubungan yang kuat dengan orang lain dalam kehidupan kita sehari-hari.
Membangun Relasi dengan Kasih dan Hormat:
Dalam ayat 7, ketika Musa bertemu dengan Yitro, dia keluar menyongsongnya, sujud, dan mencium dia. Ini adalah tanda hormat dan kasih sayang yang mendalam. Musa, meskipun seorang pemimpin besar yang membawa bangsa Israel keluar dari Mesir, tetap menunjukkan sikap rendah hati kepada mertuanya. Ini adalah teladan yang baik untuk kita, pemuda dan remaja, bahwa tidak peduli seberapa besar pencapaian atau kedudukan kita, kita harus tetap menunjukkan kasih dan hormat kepada orang lain, terutama kepada keluarga dan mereka yang lebih tua.
Dalam dunia yang sering kali mengajarkan untuk menjadi egois dan mengejar kepentingan pribadi, Tuhan mengajarkan kita untuk menghormati orang-orang di sekitar kita dengan sikap yang rendah hati dan penuh kasih.
Pentingnya Komunikasi yang Terbuka:
Setelah mereka bertemu, Musa dan Yitro saling bertanya tentang keadaan masing-masing, dan ini menunjukkan adanya komunikasi yang terbuka antara mereka. Komunikasi adalah kunci dalam membangun hubungan yang sehat. Baik itu dengan keluarga, teman, atau orang-orang di komunitas kita, kita harus belajar untuk membuka diri dan saling berbicara dengan jujur dan tulus.
Dalam kehidupan pemuda, sering kali kita merasa sulit untuk membuka diri tentang apa yang kita alami atau rasakan. Namun, komunikasi yang baik adalah fondasi bagi hubungan yang sehat. Musa dan Yitro memberikan contoh bagaimana saling berbagi keadaan dan saling peduli melalui percakapan.
Kehadiran dalam Komunitas:
Ayat ini juga mengajarkan kita tentang pentingnya kehadiran fisik dan perhatian dalam kehidupan komunitas. Yitro datang menemui Musa di padang gurun. Ini menunjukkan betapa pentingnya relasi dan kehadiran nyata dalam hidup orang lain. Sebagai pemuda dan remaja, kita dipanggil untuk tidak hidup terisolasi atau hanya fokus pada diri sendiri, tetapi juga hadir bagi orang lain—baik keluarga, teman, maupun komunitas gereja.
Kehadiran kita bagi orang lain bisa sangat berarti. Mungkin kita memiliki teman yang sedang melalui masa sulit, atau ada anggota keluarga yang membutuhkan dukungan. Mari kita belajar untuk hadir dan menjadi pendengar yang baik bagi mereka yang ada di sekitar kita.
Kasih sebagai Tindakan Nyata:
Musa tidak hanya berbicara dengan Yitro, tetapi ia menunjukkan kasih sayang dan perhatian melalui tindakan nyata—dengan keluar menyambutnya, sujud, dan mencium mertuanya. Kasih dalam relasi tidak cukup hanya melalui kata-kata, tetapi juga perlu diwujudkan dalam tindakan. Bagaimana kita menunjukkan kasih kepada orang lain? Apakah kita peduli terhadap kebutuhan mereka? Tindakan Musa menjadi teladan bagi kita untuk mengungkapkan kasih dengan sikap rendah hati dan pelayanan.
Kasih yang kita berikan kepada orang lain adalah perwujudan dari kasih Tuhan yang kita terima. Setiap kali kita bertindak dengan kasih, kita sedang merefleksikan kasih Tuhan kepada dunia.
Dari Keluaran 18:5-7, kita belajar betapa pentingnya membangun hubungan yang didasari oleh kasih, hormat, dan komunikasi yang baik. Sebagai pemuda dan remaja, kita dipanggil untuk menjadi agen kasih di tengah keluarga, pergaulan, dan komunitas kita. Mari kita belajar untuk hadir bagi orang lain, menunjukkan kasih kita melalui tindakan nyata, dan tetap menghormati serta rendah hati dalam setiap relasi yang kita bangun.
Doa: Tuhan Yesus, ajar kami untuk membangun relasi yang sehat dan penuh kasih dengan orang-orang di sekitar kami. Berikan kami hati yang rendah hati, dan mampukan kami untuk hadir bagi mereka yang membutuhkan, seperti Engkau selalu hadir bagi kami. Penuhi kami dengan kasih-Mu, sehingga kami bisa menjadi saksi kasih-Mu di dunia ini. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.
Editor : Aprilia Sahari