PERENUNGAN AWAL
• Unsur ini dilakukan di kolom. Semua anggota jemaat berkumpul di satu rumah/halaman jemaat.
• Lilin/lampion/obor/lilin elektrik/batere, dll yang menyimbolkan terang, sudah dipersiapkan
sebelumnya untuk diarak menjadi bagian dari proses ibadah
• PENATUA (P1) dan DIAKEN (P2) memakai stola Pelsus/putih. Para Pendeta menggunakan
kemeja baniang dengan stola Adven.
Menyanyi: KJ No. 109:1 “HAI MARI BERHIMPUN”
Hai mari berhimpun dan bersukaria! Hai mari semua ke Betlehem!
Lihat Yang Lahir Raja Bala sorga.Sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia, sembah dan puji Dia, Tuhanmu!
P1 Marilah kita persiapkan hati dan pikiran kita untuk menyembah TUHAN yang telah
menyinari kehidupan kita.
J Semoga firman Allah yang kudus tetap menjadi cahaya dalam kehidupan kita.
P2 Agar kesaksian semakin nyata bahwa Ia sudah lahir, Ia Imanuel: Allah menyertai kita.
J Dan semoga sukacita dan damai sejahtera akan memenuhi hati kita.
Semua: Biarlah perhimpunan sembah dan puji malam ini mendapatkan kenan Allah
Tuhan kita.
Menyanyi: KJ No. 109:2 “HAI MARI BERHIMPUN”
Terang yang ilahi, Allah yang sejati, t’lah turun menjadi manusia.
Allah sendiri dalam rupa insan! Sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia, sembah dan puji Dia, Tuhanmu!
P1 (memasang sebuah lilin/lampion/obor/dll). Engkau membuat malam kudus ini berseri
dengan kemuliaan Yesus Kristus, Terang kami, penglihatan yang bersinar dan yang baru
dari kemuliaan-Mu.
Menyanyi: KJ No. 109:5 “HAI MARI BERHIMPUN”
Cahaya abadi dari Allah Bapa kentara berwujud di dunia:
Anak ilahi berbalutkan lampin.Sembah dan puji Dia,
sembah dan puji Dia, sembah dan puji Dia, Tuhanmu!
P2 (memasang sebuah lilin/lampion/obor/dll). Yesaya 9:2 “Bangsa yang berjalan di dalam
kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman,
atasnya terang telah bersinar.”
P1 Mari kita berdoa:……..
(Setelah berdoa semua menyalakan lilin/lampion/obor/lilin elektrik, dll. Selanjutnya semua berprosesi dengan teratur menuju ke gedung gereja, didahului oleh Pelsus (tetap menggunakan stola); sambil semua menyanyikan lagu-lagu Natal. Setelah sampai di halaman gereja, alat-alat penerangan yang dibawa lilin, obor, lampion dapat ditata/diletakkan di sekitar pagar/halaman gereja)
LITANI TENTANG GELAP DAN TERANG
(Di luar gedung gereja semua anggota jemaat berkumpul, suasana di dalam gereja gelap/lampu sudah dimatikan, termasuk lampu Natal di pohon Natal masih dalam keadaan mati/off)
P Kami menanti dalam gelap, berharap, datangnya cahaya yang membebaskan dan
menyelamatkan.
J Ya cahaya ilahi, datanglah dan terangilah kami!
Penatua: “Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar;
mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.”
(menyalakan sebuah lilin)
Diaken: “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya
di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.” (menyalakan sebuah
lilin)
P Ya Allah, ketika kekelaman menyelimuti bumi, kiranya kemuliaan-Mu datang dengan
penuh keindahan, seperti seberkas sinar di langit yang menguak tirai kegelapan di pinggir
kota Betlehem (menyalakan sebuah lilin)
J Kami berdoa, datanglah dan terangilah kami. Amin.
Menyanyi: KJ No. 422 “YESUS BERPESAN” (sambil prosesi masuk dan ketika Khadim
menyalakan lilin Natal, maka di saat itu semua lampu ruangan gereja dinyalakan, termasuk lampu di pohon Natal. Sesudah itu, khadim naik ke Mimbar)
Yesus berpesan: Dalam malam g'lap kamu harus jadi lilin gemerlap;
anak masing-masing di sekitarnya, dalam dunia ini bersinarlah!
Yesus berpesan: Bersinarlah t'rang; lilinmu Kulihat malam dan siang.
Anak masing-masing di sekitarnya, untuk hormat Tuhan bersinarlah!
Yesus berpesan: Dunia penuh banyak macam dosa, duka dan keluh;
anak masing-masing di sekitarnya,untuk sesamamu bersinarlah!
TAHBISAN (jemaat berdiri)
P Dalam nama Bapa, Putera Yesus Kristus dan Roh Kudus turunlah atas kami anugerah
dan berkat dalam persekutuan Ibadah Malam Natal Jemaat ……….. saat ini. Amin.
J Terpujilah TUHAN, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan
baginya. Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita. Amin.
Menyanyi: BINTANG CEMELANG
Malam sunyi senyap bintang-bintang gemerlap
Tlah terdengar suara bawa kabar senang
Yesus Juruslamat datang di Betlehem, 2x
Malam sunyi senyap terkejutlah gembala
Lihat cahya besar dengar warta genap
Yesus juruslamat datang di Betlehem, 2x
PENGAKUAN DOSA DAN ANUGERAH ALLAH (jemaat duduk)
(Masuk beberapa orang lakon yang merepresentasikan dosa-dosa dalam hidup manusia)
Lakon 1: Dalam kehampaan dan kesenangan jalan hidup, manusia lebih memilih
mengikuti kehendak daging daripada kehendak Allah:
Lakon 2: Dendam, dengki, amarah, perseturuan dan perselisihan memuaskan hasrat
hati manusia. Terlalu sering membanggakan diri dan terpesona pada kekuatan diri sendiri.
Lakon 3: Masa bodoh dan acuh tak acuh serta tak peduli karena egoisme dan
pementingan diri.
Lakon 4: Sombong, angkuh, tinggi hati, congkak, arogan membuatnya dijauhi Tuhan
dan sesama
Lakon 5: Perundungan atau bullying, perzinahan, perjudian, penipuan dan pemabukan
seolah hal yang biasa
Lakon 6: Cinta uang membuat manusia meremehkan sesamanya. Celakanya, manusia
merasa seolah tanpa dosa, tanpa salah dan tanpa noda.
P Biarlah kita semua menyadari dosa-dosa ini dan mengakuinya dengan rendah hati di
hadapan-Nya.
J “Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan
melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut.” (Mikha 7:19)
Menyanyi: NATAL DIHATIKU
Seperti palungan, layakkanlah hatiku menyambut-Mu, Tuhan
Seperti emas, kemenyan dan mur biar hidupku berkenan pada-Mu
Seperti palungan, layakkanlah hatiku menyambut-Mu, Tuhan
Seperti emas, kemenyan dan mur biar hidupku berkenan pada-Mu
Sebab Natal tak akan berarti tanpa kasih-MuLahir di hatiku
Hanya bersama-Mu Yesus, kurasakan selalu, indahnya Natal di hatiku
PEMASANGAN LILIN (lampu dipadamkan)
P Saudaraku, lagu “Malam Kudus” pertama kali dinyanyikan pada hari Kamis tanggal 24
Desember 1818, 206 tahun yang lalu, oleh Joseph Mohr, sang penulis syair, dengan suara
tenor sambil memainkan sebuah gitar; oleh Franz Gruber, sang penulis melodi, dengan
suara bass dan dibantu oleh koor yang terdiri dari beberapa anak Perempuan.
Oleh karena organ gereja rusak saat itu, maka lagu ini pertama kali dinyanyikan dengan
memakai gitar. Beberapa hari kemudian datang seorang tukang reparasi organ gereja,
dialah yang sebenarnya mempopulerkan lagu “Malam Kudus”.
Karena ia meminta salinan
lagu itu, kemudian dinyanyikan oleh koor gereja Ziller di Pekar Raya Leipzig sehingga
lagu ini menyebar ke Jerman dan Austria. Tahun 1840, lagu ini di cetak dan diterbitkan ke
seluruh dunia. Kini, Natal seolah belum lengkap kalau lagu ini belum dinyanyikan. Karena
itu, di malam Natal ini mari kita menyalakan lilin sebagai tekad untuk menjadi saksi Injil
dan terang dunia, sambil menyanyi lagu “Malam Kudus”.
(Khadim menyalakan sebuah lilin, diikuti oleh para Ketua BIPRA memasang sebuah lilin dan pada saat lagu mulai dinyalakan para pendeta/khadim dan Ketua BIPRA memasang lilin pada jemaat)
Menyanyi: KJ No. 92:1-3 MALAM KUDUS
Solo Anak:
Malam kudus, sunyi senyap; dunia terlelap.
Hanya dua berjaga terus - ayah bunda mesra dan kudus;
Anak tidur tenang, Anak tidur tenang.
J (kembali menyanyikan ayat 1)
Solo Remaja/Pemuda):
Malam kudus, sunyi senyap. Kabar Baik menggegap;
bala sorga menyanyikannya, kaum gembala menyaksikannya:
"Lahir Raja Syalom, lahir Raja Syalom!"
J (kembali menyanyikan ayat 2)
Solo Bapak/Ibu:
Malam kudus, sunyi senyap, Kurnia dan berkat
tercermin bagi kami terus di wajah-Mu, ya Anak Kudus
cinta kasih kekal, cinta kasih kekal.
J (kembali menyanyikan ayat 3)
(setelah selesai proses penyalaan lilin pada seluruh jemaat, menyanyi Seribu Lilin, lampu
ruangan masih tetap padam)
Menyanyi: SERIBU LILIN (jemaat dapat mengangkat lilin yang sudah dinyalakan)
Seribu lilin nyalakan ditengah dunia
Biar sinarnya menyatakan kemuliaan surga
Wartakan pada dunia kabar sukacita
Tlah lahir Yesus, Penebus, Juruslamat kita
Hai bintang indah Betlehem kiranya sinarmu
Bawa harapan dan damai bahagia di kalbu
Kehangatanmu kirimkan di hati yang beku
Kehangatan kasih Tuhan di Natal yang syahdu
RENUNGAN MALAM NATAL
▪ Doa (saat amin, lampu dinyalakan)
▪ Pembacaan Alkitab
▪ Renungan
PERSEMBAHAN
(Kotak persembahan dibuat dalam bentuk palungan dan jemaat akan meletakkan persembahanya di dalam model palungan itu. Sesudah persembahan uang, ada persembahan khusus berupa hiasan natal di pohon natal diletakkan oleh utusan kolom)
P Tuhan sudah memberikan banyak berkat kepada kita. Itulah pemberian yang Terbesar
dan Agung, yaitu Anak-Nya, Yesus Kristus.
J “Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-
Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan
mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.”
P Saat ini kita akan membawa persembahan kita ke dalam model palungan di depan mimbar
ini. Ketika saudara memberi di dalam palungan ini secara otomatis tubuh Saudara perlu
membungkuk. Itulah tanda penyembahan dan kerendahan hati kita dalam memberi
persembahan saat ini.
Menyanyi: TITIAN KASIH
Ditempat Mahatinggi namun tak tersembunyi kasih sayang-Mu Tuhan
Engkau datang ke bumi tuk menggenapi janji-Mu tentang Yerusalem yang baru
Tahun silih berganti Natal datang kini undang Dia di hati
Damaikan diri ini biar Dia satukan yang terputus dan Dia hapus tangisan dan air mata
Bila kurenungkan diriku ini entah apa jadinya hidup ini tanpa campur tangan-Mu Tuhan
Akan kemana arah langkah ini entah dimana bagaimana
dari manakah datang pertolongan
Tanpa Kau buka Tuhan tirai kasih-Mu Tuhan maka titian takkan ada di depanku
hanyalah jurang yang menganga.
DOA SYUKUR:…………………
NYANYIAN PENUTUP DAN BERKAT ( Jemaat berdiri)
Menyanyi: HALELUYA
Bintang-bintangpun teranglah seterang hatiku
Anak Penebus t'lah datang menebus dosaku
Lihatlah semua gembala bersuka hati
Serta semua malaikat datang bernyanyi
Haleluya, haleluya, haleluya..
P Pergilah dengan damai dan berdamailah dengan semua orang:
Maka Kasih Karunia Tuhan Yesus, menyertai saudara-saudara, dari sekarang sampai
selama-lamanya
J Amin…Amin…Amin… (dinyanyikan)
SAAT TEDUH
Jadwal/tata urutan kegiatan Malam Natal
17.00 – 17.15 Persiapan di kolom, semua anggota kolom berkumpul di salah satu rumah/keluarga yang ditentukan
17.15 – 17.30 PERENUNGAN AWAL, ibadah perenungan ini dipimpin oleh Para Penatua/ Pendeta/ Diaken/Guru Agama/Vikaris Pendeta. Unsur ini diawali dengan menyalakan alat penerang (lilin/obor/lampion/lilin elektrik) yang akan dipakai dalam prosesi dari Kolom ke Gereja. Lilin-lilin ini diatur/dibuat sedemikian rupa agar tidak padam selama dalam perjalanan.
17.30 – 17.45 Prosesi lilin sambil diiringi nyanyian-nyanyian Natal sampai tiba di lokasi gedung gereja, semua lilin diletakkan di depan pagar atau sekelilin gedung gereja.
17.45 – 18.00 Persiapan di gedung gereja
18.00 – 20.00 Ibadah Perayaan Malam Natal
20.00 – 23.00 Kegiatan Caroling/Christmass Carol atau Kumantar di rumah-rumah anggota jemaat, terutama kepada mereka yang lansia, janda/duda, anak cacat/yatim-piatu, dll atau sesuai dengan kreasi dan kemampuan kolom atau BIPRA atau Panitia.
23.00 – 24.00 Doa Malam Natal bersama keluarga/seisi rumah masing-masing.
Hal-hal yang perlu dipersiapkan oleh kolom (dalam koordinasi Penatua dan Diaken):
1. Anggota jemaat (BIPRA) dan Pelayan yang ada (Penatua, Diaken, Pendeta, UPK BIPRA) untuk mengikuti ibadah ini. Karena itu, bagi kolom yang memiliki pengeras suara, mohon selain mengumumkan untuk anggota kolomnya, juga kiranya menghimbau kepada seluruh jemaat yang ada.
2. Lilin/lampion/obor/lilin elektrik, dll untuk setiap peserta prosesi, yang tentu dikreasikan oleh kolom masing-masing dalam prosesi ke gereja. Lilin harus dipersiapkan dengan baik agar indah dan supaya selama prosesi dari kolom ke gereja tidak padam. Apabila jarak terlalu jauh untuk berjalan dapat diatur menggunakan kendaraan dan berhenti sekitar beberapa meter dari gereja kemudian berjalan kaki berprosesi ke gereja secara bersama-sama.
3. Lagu-lagu yang akan dinyanyikan selama perjalanan/perarakan.
4. Hiasan natal sebanyak 5 (lima) buah untuk pohon natal, yaitu yang berbentuk gantungan buah, sebaiknya berwarna merah atau kuning emas, bukan berbentuk slayer, pita, dll. 5 buah mewakili 5 unsur BIPRA yang akan diserahkan/dipasang sebagai salah satu bentuk persembahan Natal dalam ibadah. Jika ada keluarga dan pribadi yang juga berkeinginan untuk memberi persembahan Natal dalam bentuk hiasan Natal untuk pohon, maka dapat bersama-sama dengan utusan kolom itu ketika sedang memasang hiasan Natal di pohon.
Editor : Clavel Lukas