PERSIAPAN
▪ Pemimpin Ibadah menyalakan lilin sesuai minggu Adven, sebelum ibadah dimulai.
▪ Membagikan lilin kepada semua yang hadir dalam ibadah
PANGGILAN BERIBADAH (Jemaat duduk)
Penatua:
Saat menyambut Natal Yesus Kristus, sering kali kita lebih sibuk dengan hal-hal
jasmani daripada merenungkan makna rohani yang sejati. Kita melihat banyak orang
sibuk menghias rumah, membuat kue natal, menyiapkan hidangan lezat, dan hal-hal
lainnya. Namun, sering kali kita lupa untuk mempersiapkan hati kita sendiri agar siap
menjadi alat kesaksian bagi kemuliaan nama-Nya.
Diaken: Kita juga sering terjebak dalam kesibukan mempersiapkan perayaan Natal yang
mewah dan penuh kemegahan. Kita berusaha menampilkan yang terbaik di setiap
perayaan-perayaan yang dilaksanakan, dan tanpa sadar, menjadi bangga dengan
kemegahan itu seakan-akan pujian dan sanjungan hanya untuk kita.
P Untuk siapakah sebenarnya kita menyambut Natal Yesus Kristus ini? Untuk siapa semua
upaya dan persiapan sukacita Natal kita lakukan? Apakah hanya untuk kepuasan diri kita
sendiri? Siapakah yang seharusnya kita senangkan dalam setiap perayaan ini? Siapakah
yang paling layak dipuji dan disanjung dalam sukacita Natal?
J Biarlah segala kemuliaan hanya bagi Juruselamat dunia, Sang Penebus yang datang
untuk menyelamatkan kita semua.
P Sebagai pelayan-pelayan-Nya, mari kita arahkan pujian hanya kepada-Nya, memuliakan
dan memasyhurkan kuasa-Nya dalam sukacita menyambut Natal. Semoga kita tidak lupa
bahwa Natal bukan tentang kemegahan kita, tetapi tentang kasih-Nya yang
menyelamatkan.
(Jemaat berdiri)
Menyanyi : NNBT No. 7 : 1 MARI PUJI TUHAN YESUS
Mari puji Tuhan Yesus Dialah Jurus’lamat dunia
Mari sembah sujud pada-Nya Dialah Raja dunia
B’rita keselamatan harus kita sebarkan
Agar banyak orang tahu dan mau datang kepada-Nya
TAHBISAN DAN SALAM (Jemaat berdiri)
P Ibadah Menyambut Natal Yesus Kristus Pelayan Khusus............... saat ini ditahbiskan
didalam nama Allah Bapa Anak dan Roh Kudus.
Kasih dan damai sejahtera-Nya menyertai kita semua. Amin
Menyanyi: NNBT No. 4:1 NAIKAN DOA PADA ALLAH
Naikkan doa pada Allah ditempat-Nya yang kudus
Sembah Dia yang di sorga Allah yang Mahakudus
Refr: Puji Dia, Puji Dia Jurus’lamat manusia
Agungkalah yang mulia Jurus’lamat dunia
PENGAKUAN DOSA ( Jemaat duduk)
P Ya Tuhan, Engkau tetap berkenan memakai kami semua sebagai alat di ladang
pelayanan-Mu, meski kami penuh dengan kelemahan dan dosa. Dengan segala talenta,
potensi, dan kelebihan kami, tetapi juga dengan segala keterbatasan dan kekeliruan
kami, Tuhan menjadikan kami sebagai mitra-Nya. Tugas pelayanan yang kami terima
sebagai Penatua, Diaken, Pendeta dan Guru Agama memang penuh tantangan, namun
mulia; berat, namun membawa berkat. Dan di tengah tugas itu, kami sering menyadari
betapa seringnya kami gagal memenuhi panggilan-Mu dengan sepenuh hati.
J Ketika kami melayani Tuhan, sering kali ada tawa dan tangis, suka dan duka. Ada
saat di mana kami melayani dengan penuh kesungguhan, namun tak jarang juga
kami melakukannya dengan keterpaksaan. Ada dedikasi dan pemberian diri yang
tulus, tetapi di balik itu, seringkali kami tidak luput dari godaan menghitung-hitung
untung dan ruginya. Ada ketulusan, tapi ada pula kepentingan pribadi yang
menyelinap. Betapa sering kami jatuh dalam kelemahan ini dan mengabaikan
panggilan pelayanan yang sejati.
P Seringkali kami bertanya, “Apa yang telah kami berikan untuk Tuhan?” atau “Apa yang
akan saya dapatkan dari pelayanan ini?” Apakah kami lebih sering terpanggil untuk
memenuhi kehendak Tuhan, atau hanya mencari apa yang bermanfaat bagi diri kami
sendiri? Dalam kejujuran ini, kami harus mengakui, betapa sering kami terjebak dalam
ego dan kebanggaan pribadi, dan ternyata kami membutuhkan pengampunan-Mu.
J Di antara kami, ada yang tekun dan rela hati melayani meski kadang diiringi beban
dan air mata. Tapi ada pula di antara kami yang mungkin bermegah diri, merasa
lebih penting daripada yang lain, sehingga menjadi sombong, kurang menghargai,
dan kurang bertanggung jawab. Ada iri hati dan kebencian yang diam-diam
menggerogoti, ada keinginan untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri. Kami
mengakui dosa-dosa ini dan dengan tulus menyesalinya di hadapan Tuhan.
...HENING SEJENAK...
Menyanyi : NKB 13 : 1 OH ALLAHKU JENGUKLAH DIRIKU
O Allahku, jenguklah diriku, ujilah hati dan pikiranku.
Aku telah berdosa dan cemar, sucikan dan jadikan 'ku benar.
P Di hadapan Tuhan, marilah kita mengaku dosa kita kepada-Nya. Kita berdoa:
Ya Tuhan, Engkau Allah yang Maha Kasih, luluhkanlah segala kebusukan dan kekotoran
yang masih melekat dalam diri kami. Tanggalkanlah setiap noda dosa yang telah
mencemari hati dan pelayanan kami.
Ampunilah kami, Tuhan, dan kasihanilah kami. Kiranya Engkau berkenan menambahkan
hikmat-Mu, agar kami dapat dengan rendah hati menyadari setiap kesalahan kami,
memperbaiki sikap dan perilaku kami, serta berkomitmen setia dalam jalan kebenaran-
Mu. Biarlah hidup kami, pelayanan kami, dan keluarga kami menjadi alat di tangan-Mu,
menjadi berkat bagi banyak orang.
P + J Dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang penuh kasih dan belas kasihan, yang
menebus dan mengampuni kami. Amin.
Menyanyi : NKB 13 : 2 OH ALLAHKU JENGUKLAH DIRIKU
Pujianku tetaplah bagi-Mu, kar'na 'Kau hapus dosa-dosaku.
Nyatakanlah firman-Mu yang kudus, agar 'ku junjung nama-Mu terus.
BERITA HADIRNYA TERANG PENGHARAPAN
P Dengarkanlah berita nubuatan yang memberi pengharapan. “Aku telah menghapus
segala dosa pemberontakanmu seperti kabut diterbangkan angin dan segala dosamu
seperti awan yang bertiup. Kembalilah kepada-Ku sebab Aku telah menebus engkau
(Yesaya 44:22)
Menyanyi: BESAR ANUG’RAHMU
Ku ada sebagaimana ku ada, berdiri menghadap tahta-Mu Bapa
Semua karena anug’rah-Mu, yang t'lah selamatkanku
Ku hidup dalam s’gala kelimpahan, ku layak untuk melayani Tuhan
Semua kar’na anug’rah-Mu tercurah bagiku
** Besar anug’rah-Mu berlimpah kasih-Mu
semakin hari, s’makin bertambah besar anug’rah-Mu
➢ Seorang Penatua : Membaca Yesaya 9 : 1
➢ Seorang Diaken : Membaca Yesaya 7 : 14
Menyanyi: KJ No. 96:5 DI MALAM SUNYI BERGEMA
T’lah hampir penggenapannya nubuat kaum nabi:
‘Kan datang zaman mulia, indahnya tak terp’ri.
Seluruh dunia ‘kan penuh, sejaht’ra Penebus
serta mengulangi menggema nyanyian yang kudus.
SIMBOL KEHANGATAN KASIH TUHAN (lampu dipadamkan)
P Lilin merupakan simbol kehangatan kasih Tuhan yang datang memberi keselamatan bagi
manusia dan dunia. Nyala lilin menjadi simbol Sang Terang yang sesungguhnya yakni
Tuhan Yesus yang datang menerangi kegelapan dunia.
P+J Biarlah hati kami diterangi oleh kasih-Nya dan tetap setia melanjutkan terang-Nya
menerangi semua orang.
Sementara penyalaan lilin Menyanyi : SERIBU LILIN
Seribu lilin nyalakan, di tengah dunia
Biar sinarnya menyatakan, kemuliaan sorga
Wartakan pada dunia, kabar sukacita
T’lah lahir Yesus Penebus, Jurus’lamat kita
Hai bintang indah Betlehem, kiranya sinar-Mu
Bawa harapan dan damai, bahagia di kalbu
Kehangatan-Mu kirimkan, di hari yang beku
Kehangatan kasih Tuhan, di Natal yang syahdu.
P (Setelah semua lilin dinyalakan)
“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya didepan orang, supaya mereka melihat
perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapa-Mu yang di sorga.” ( Matius 5 :16)
PEMBERITAAN FIRMAN (Jemaat duduk)
• Berdoa, Membaca Alkitab, Khotbah/Refleksi
PERSEMBAHAN
P Seperti para majus yang datang dengan sukacita untuk mempersembahkan pemberian
mereka kepada Yesus, demikian pula kita diajak untuk memberikan persembahan kita
dengan hati yang rela dan penuh syukur. Kiranya kita memberi dengan hikmat dari
Tuhan, disertai rasa hormat dan takut akan Dia, sehingga persembahan ini dapat
digunakan untuk kemuliaan-Nya dan pelayanan di ladang-Nya.
Menyanyi : KJ No. 100 MULIAKANLAH
Muliakanlah, muliakanlah Tuhan Allah, Tuhan Allah Mahatinggi!
Damai sejaht'ra turun ke bumi bagi orang pengasihan-Nya.
Muliakanlah Tuhan Allah! Muliakanlah Tuhan Allah!
Damai sejaht'ra turun ke bumi, damai sejaht'ra turun ke bumi
bagi orang, bagi orang pengasihan-Nya, bagi orang pengasihan-Nya, pengasihan-Nya.
Muliakanlah, muliakanlah Tuhan Allah, Tuhan Allah Mahatinggi!
Damai sejaht'ra turun ke bumi bagi orang pengasihan-Nya. Amin, amin, amin.
DOA UMUM
P ………..
NYANYIAN PENUTUP (Jemaat berdiri)
Menyanyi: KJ No. 91:1,3 PUTRI SION, NYANYILAH
Putri Sion, nyanyilah; soraklah, Yerusalem!
Mari sambut Rajamu. Raja damai t’rimalah!
Putri Sion, nyanyilah; soraklah, Yerusalem!
Hosiana, Putra Daud, Salam, Raja mulia.
Raja Damai abadi, Putra Allah yang kekal.
Hosiana, Putra Daud, Salam, Raja mulia!
PENGUTUSAN DAN BERKAT (berdiri)
P Pergilah dalam damai sejahtera dan bagikanlah Terang-Nya kepada sesama, dan
sampaikanlah pesan damai sejahtera dari Allah kepada setiap orang yang merindukan
kedatangan-Nya.
Terimalah berkat Tuhan:
Kasih dari Allah Bapa, Anugerah dari Tuhan Yesus Kristus, dan persekutuan dengan Roh
Kudus kiranya menyertai kita semua, sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.
P+J Amin, Amin, Amin, (dinyanyikan)
SAAT TEDUH
Editor : Clavel Lukas