Daniel 3 : 1-13
Raja Nebukadnezar membuat sebuah patung emas yang tingginya enam puluh hasta dan lebarnya enam hasta yang didirikannya di dataran Dura di wilayah Babel. Lalu raja Nebukadnezar menyuruh orang mengumpulkan para wakil raja, para penguasa, para bupati, para penasihat negara, para bendahara, para hakim, para ahli hukum dan semua kepala daerah, untuk menghadiri pentahbisan patung yang telah didirikannya itu. Lalu berkumpullah para wakil raja, para penguasa, para bupati, para penasihat negara, para bendahara, para hakim, para ahli hukum dan semua kepala daerah, untuk menghadiri pentahbisan patung yang telah didirikan raja Nebukadnezar itu. Dan berserulah seorang bentara dengan suara nyaring: "Beginilah dititahkan kepadamu, hai orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa: demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, maka haruslah kamu sujud menyembah patung yang telah didirikan raja Nebukadnezar itu; siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala!" Sebab itu demi segala bangsa mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, maka sujudlah orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, dan menyembah patung emas yang telah didirikan raja Nebukadnezar itu. Pada waktu itu juga tampillah beberapa orang Kasdim menuduh orang Yahudi. Berkatalah mereka kepada raja Nebukadnezar: "Ya raja, kekallah hidup tuanku! Tuanku raja telah mengeluarkan titah, bahwa setiap orang yang mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, harus sujud menyembah patung emas itu, dan bahwa siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala. Ada beberapa orang Yahudi, yang kepada mereka telah tuanku berikan pemerintahan atas wilayah Babel, yakni Sadrakh, Mesakh dan Abednego, orang-orang ini tidak mengindahkan titah tuanku, ya raja: mereka tidak memuja dewa tuanku dan tidak menyembah patung emas yang telah tuanku dirikan." Sesudah itu Nebukadnezar memerintahkan dalam marahnya dan geramnya untuk membawa Sadrakh, Mesakh dan Abednego menghadap. Setelah orang-orang itu dibawa menghadap raja,
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Berada dalam komunitas yang berbeda agama atau kepercayaan rnerupakan tantangan tersendiri. Masing-masing dituntut untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan. Jika yang terjadi sebaliknya, pemaksaan untuk tunduk pada ajaran agama yang tidak dianut akan sangat tidak kondusif maka yang terjadi adalah konflik. Diskriminasi dan dominasi kaum mayoritas terhadap kaum minoritas dan tindakan-tindakan kriminal terkadang tidak bisa dihindari, hasilnya pasti tidak mendatangkan kebaikan. Ada orang memanfaatkan kondisi ini untuk menuduh orang sebagaimana yang dialami oleh Sadrakh, Mesak dan Abednego dalam pembacaan pada hari ini.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Raja Nebukadnezar membuat sebuah patung emas yang tingginya 60 hasta dan lebar 6 hasta. 1 hasta di Indonesia memiliki 45,72 cm atau 0,4572 m, jika dikali 60 hasta maka tinggi patung emas itu 27,432 m dan lebarnya 2,7432 m. Dalam peresmian patung emas ini Raja Nebukadnezar yang baru berkuasa mengundang orang-orang penting dalam jajaran pemerintahan. Peresmian ditandai dengan penyembahan patung setelah bunyi sangkakala, seruling, kecapi, gambus, dan
berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian. Ternyata orang-orang Yahudi ada yang masuk dalam pemerintahan seperti Sadrak, Mesakh dan Abednego. Mereka dituduh tidak mengindahkan titah raja karena tidak menyembah patung yang dibuat raja. Tuduhan ini memicu kemarahan Raja. Kemarahan Raja membawa ancaman kebinasaan kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego di mana mereka dibuang dalam perapian yang menyala-nyala.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Dalam kehidupan pekerjaan dan pergaulan kita setiap hari, pasti berada dalam kemajemukan. Kemajemukan berkaitan dengan budaya, etnis tetapi juga keyakinan. Ada orang-orang yang memanfaatkan keadaan kemajemukan untuk menjatuhkan orang dengan berbagai tuduhan. Tuduhan-tuduhan mengancam seseorang kehilangan jabatan dan bahkan ancaman nyawa tidak
jarang terjadi. Namun sebagai keluarga Kristen yang taat, kita diajak untuk menghindarkan diri dari keterlibatan merancang orang lain celaka dengan fitnah untuk menjatuhkan orang-orang di sekitar kita yang berbeda pilihan atau beda keyakinan. Kita diajak untuk bersikap inklusif dengan hidup toleran: menghormati dan menghargai perbedaan dengan saling menolong orang-orang di sekitar kita. Tuhan kiranya memampukan kita menjadi berkat bagi sesama. Amin
Doa: Ya Tuhan Allah, mampukan kami hadir dalam kemajemukan yang saling menghormati dan menghargai tanpa saling menyakiti. Jadikanlah kami berkat di manapun berada. Amin.
Editor : Aprilia Sahari