Kolose 2:20-23
KEMATIAN SEBAGAI KEMENANGAN
"Apabila kamu telah mati bersama-sama dengan Kristus ... " (ay.20)
Seorang yang telah dibaptis, adalah seorang yang diyakini telah menjadi manusia yang baru, serta berada dalam kehidupan yang baru. Tetapi sayang, banyak yang tidak memahami baptisannya.
Dirinya seakan masih hidup dengan kepercayaan sebelumnya, atau malah terpengaruh berbagai ajaran yang mempercayai adanya kuasa-kuasa di alam semesta ini selain Tuhan Yesus. Ajaran tersebut memberi pandangan masuk akal baginya, sehingga ia mematuhi peraturan-peraturannya.
Padahal semua ajaran dan peraturan yang dibuat menurut kehendak manusia. Pandangan dan sikapnya mengikuti kemauan seperti seorang yang belum berimankan Yesus Kristus.
Persis seperti yang disinggung Paulus; dilarang menjamah ini, dilarang mengecap itu, atau dilarang menyentuhnya. Tak disadari bahwa semua larangan itu justru memperberat hidupnya; menyiksa dirinya. Pikirnya supaya hidupnya lebih berkenan atau dekat dengan Tuhan.
Pernah ada seorang sahabat, yang sebelumnya juga warga GPIB, setelah lama tidak berjumpa kami bertemu kembali di Yogyakarta.
Dia kuliah di universitas negeri terkenal, tapi sayang, di kampusnya dia terpengaruh sebuah aliran yang ajarannya diyakini benar.
Diajarkan untuk menjaga kesalehan hidup kristiani dilarang menonton di bioskop, dilarang menonton siaran berita, termasuk larangan membaca koran. Semua itu dianggap berita yang menyampaikan karya setan.
Menjadi pengikut Kristus, dirinya telah terhisap dalam kematian-Nya. Kematian dalam peristiwa baptisannya (Roma 6:3-6).
Kematian dalam pengertian kiasan, sehingga memiliki makna kematian rohani. Berkat kematiannya bersama Kristus, kita telah menang dan dibebaskan dari segala roh penguasa semesta. Tidak perlu tunduk dan takut kepada segala kuasa yang dipenuhi kejahatan dan dosa.
Juga tidak lagi ditaklukkan oleh semua ajaran yang menyiksa diri agar memperoleh pengudusan, tetapi cukup dengan ucap syukur yang diungkapkan dengan tindakan benar.
Doa : (Ya Yesus, kiranya kami yang telah mati bersama-Mu, kini hidup sebagai saksi Kristus di dunia ini). Amin
Editor : Clavel Lukas