Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Sabda Bina Umat GPIB, 27 Januari 2025, Mazmur 104:13-15, Kasih Allah Bagi Bumi Dan Isinya

Clavel Lukas • Sabtu, 25 Januari 2025 | 09:00 WIB
LOG GPIB
LOG GPIB

Mazmur 104:13-15

KASIH ALLAH BAGI BUMI DAN ISINYA

" ... bumi kenyang dari buah pekerjaan-Mu"  (ay. 13b)

Mother earth atau Mother nature  merupakan  istilah populer untuk mendeskripsikan konsep tentang alam sebagai ibu karena dua aspek integral yang terkandung di dalamnya, yakni  memberi  kehidupan (life-giving) dan merawat kehidupan (nurturing).  

Konsep ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran manusia tentang peran bumi  sebagai tempat hidup dan rumah bersama seluruh ciptaan. Karena  itu, kelestariannya patut diupayakan.   

Sebab,  kelestarian  bumi menunjang keberlangsungan hidup semua makhluk yang ada di  dalamnya. Demikian pula sebaliknya, kerusakan bumi menyebabkan    bencana bahkan kepunahan.

Dalam  puji-pujiannya, pemazmur bersaksi bahwa Allah adalah Khalik langit dan bumi yang aktif memelihara  ciptaan-Nya. 

la memberi minum  gunung-gunung dengan air hujan.  la  menumbuhkan  rumput sebagai  makanan  bagi  hewan.  la  menumbuhkan tumbuh-tumbuhan bagi manusia  sebagai  bahan pangan. 

Bahkan  la memberikan anggur sebagai minuman yang  menyukakan hati  mereka.  Demikianlah  tidak satu pun ciptaan Allah di bumi ini yang terluput dari pemeliharaan-Nya.

Mengimani hal tersebut,  maka setiap orang percaya dipanggil dan  diutus untuk turut mengasihi bumi antara lain dengan mengurangi penggunaan  plastik,  membeli produk daur  ulang,  mengurangi barang-barang kemasan,  tidak mencemari sumber air dengan limbah rumah tangga, menanam dan merawat pohon, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, memilih untuk berjalan kaki, bersepeda, atau memanfaatkan transportasi umum, mengurangi penggunaan minyak goreng, pestisida,  herbisida,  dsb.

Semua itu kita lakukan  dengan  sadar  dan  berkelanjutan  setiap  hari sebagai wujud  ibadah aktual kepada  Allah.

 Dengan begitu,  iman kita tidaklah berhenti  pada rumusan-rumusan  dogmatis-liturgis    semata-mata, melainkan  mewujud dalam  aksi-aksi  nyata  untuk  memelihara alam yang terus  menderita  kerusakan  dan pencemaran  akibat kelidakpedulian dan keserakahan manusia.

Mari melakukannya, sehingga  harapan akan datangnya langit dan bumi baru selaras dengan pola hidup keseharian  kita.

Doa  : (Ya Allah, teguhkanlah  komitmen kami untuk memelihara  kelestarian bumi melalui aksi-aksi nyata yang konsisten setiap hari). Amin.

Editor : Clavel Lukas
#GPIB #SABDA BINA UMAT #Renungan