Bacaan Alkitab: 2 Timotius 4:1-8
Tema: Tunaikanlah Tugas Pelayananmu Dengan Sabar
Ibu-ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Tema ibadah kita adalah: "Tunaikanlah tugas pelayananmu dengan sabar". Tema ini diangkat berdasarkan pembacaan Alkitab kita saat ini yakni 2 Timotius 4:1-8 yang oleh Lembaga Alkitab Indonesia diberi judul: "Penuhilah panggilan pelayananmu"
Bacaan Alkitab ini berisi nasihat-nasihat yang disampaikan kepada Timotius yang ditugaskan untuk melayani jemaat di Efesus. Pengutusan Timotius untuk menjaga iman jemaat di Efesus merupakan usaha agar para pengajar lain berhenti menyebarkan ajaran-ajaran yang sesat. Jemaat sedang mengalami ancaman dari para pengajar sesat yang masuk ke dalam lingkungan jemaat. Mereka mengajarkan hukum Taurat dan berpegang pada hukum sunat. Mereka sering bertengkar tentang hukum Taurat. Para guru sesat juga mempraktikkan cara hidup yang asketis (hidup bertarak). Mereka mengklaim bahwa mereka telah mengalami kebangkitan. Mereka juga memiliki ilmu sihir atau guna-guna. Mereka ke luar masuk rumah orang dan mulai meleter (berkata terus-menerus tanpa maksud atau tujuan yang jelas), mencampuri persoalan orang lain.
Mereka suka membual/berbohong dan memamerkan kekayaan mereka. Pengajaran sesat itu telah merambat dalam lingkungan jemaat sehingga ada yang telah terpengaruh.
Dalam usaha melawan para pengajar sesat iu, dan dalam usaha menjaga jemaat agar tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar, maka sebagai seorang gembala, pelayan Tuhan, pemimpin umat, Timotius dinasihati untuk memberitakan Firman (ayat 2). Beritakanlah adalah terjemahan dari kata Yunani kerukson. Timotius ditugaskan untuk memberitakan/menyampaikan atau mewartakan Injil, kabar baik, ajaran yang benar tentang Yesus. Dalam melaksanakan tugas ini, Timotius dinasihati untuk pertama: siap sedia baik atau tidak baik waktunya (ayat 2). Siap sedia diterjemahkan dari kata Yunani epistethi yang juga dapat berarti "terus giat melakukan kegiatan meskipun ada perlawanan/tantangan". Jadi Timotius diingatkan untuk "tetap gigih" memberitakan Injil atau tugas pelayanannya sebagai pemberita dalam setiap kesempatan, entah itu menyenangkan ataupun tidak. Kedua, nyatakan apa yang salah, terjemahan dari kata Yunani elegkson yang berarti "memberitahu orang-orang bahwa mereka salah". Ketiga, menegor terjemahan dari kata Yunani epitimneson berarti mengungkapkan rasa sangat tidak setuju terhadap tindakan atau kelakuan seseorang. Keempat, nasihatilah, diterjemahkan dari kata Yunani parakaleson yang dalam konteks ini berarti "meminta dengan sungguh-sungguh" atau "menghibur, memberi semangat dengan perkataan atau perbuatan". Kelima, dengan segala kesabaran dan pengajaran. Kesabaran adalah terjemahan dari kata Yunani makrothumia di mana kata ini bukan
hanya menunjukkan keadaan tidak putus asa meskipun banyak tantangan, tetapi juga menunjukkan sikap yang teguh dan usaha terus menerus untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Selanjutnya, pengajaran adalah terjemahan dari kata Yunani didakhe yang dalam ayat ini lebih menunjuk pada perbuatan mengajar. Dengan demikian, kalimat "dengan segala kesabaran dan pengajaran" dapat diartikan kesabaran penuh sambil mengajari mereka. Dalam ayat 3 dan 4 memberikan alasan dan dasar tentang pesan yang disampaikan sebelumnya. Keenam, Timotius diingatkan untuk kuasai diri (ayat 5). Kuasailah dirimu adalah terjemahan dari kata Yunani nephe menunjuk pada keadaan pikiran yang sadar dan tidak mabuk. Kata ini dipakai sebagai perintah untuk mengendalikan diri, baik dalam berkata-kata maupun dalam bertindak, tetap tenang dalam keadaan apa pun. Ketujuh, sabarlah menderita. Timotius diingatkan untuk tetap sabar dan tidak takut ketika mengalami kesulitan. Kedelapan, tunaikanlah tugas pelayananmu. Tunaikanlah adalah terjemahan dari kata Yunani pleroforeson yang berarti selesaikanlah seluruhnya atau kerjakan sesuatu sampai tuntas. Pelayanan diterjemahkan dari kata Yunani diakonian. Jadi, Timotius harus berbuat semua hal yang perlu dalam menjalankan tugasnya sebagai orang yang mengabdi kepada Allah. Selanjutnya, bagian terakhir yakni ayat 6-8 merupakan serangkaian keinginan dan pesan terakhir Paulus bahwa pelayanannya hampir selesai dan kematiannya hampir tiba. Dia telah bekerja sangat keras untuk Injil, dan sudah hampir sampai pada akhir perjalanannya di dunia, dan hadiah kemenangan yang disebut sebagai mahkota yaitu hidup yang damai dengan Allah, telah menantinya. Paulus yang lebih tua dari Timotius merasa sudah mendapat panggilan dari Tuhannya untuk pulang dan orang yang lebih muda harus mengambil alih dan memikul tugas yang ditinggalkan.
Ibu-ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus
Sebagai Wanita/Kaum Ibu, kita juga terpanggil untuk tugas memberitakan Firman, Kabar Baik tentang Yesus di tengah kehidupan keluarga, gereja dan masyarakat. Pasti ada banyak tantangan apakah tantangan dari dalam persekutuan kita ataupun dari luar. Dalam melaksanakan tugas memberitakan Injil, maka kiranya Firman Tuhan hari ini boleh menuntun kita untuk terus memberitakan Inji1, siap sedia dalam segala waktu, menyatakan salah apabila salah (tidak ada kompromi), tegur dan nasihati dengan sabar dan pengajaran, menguasai diri dalam segala hal, sabar menderita, dan mengerjakan tanggung jawab pekerjaan sampai tuntas. Jaminan-Nya menguatkan bahwa hadiah kemenangan yang disebut sebagai mahkota yaitu hidup yang damai dengan Allah akan diberikan kepada mereka yang setia menunaikan tugas pelayanan sampai akhir. Amin.
Pertanyaan untuk diskusi:
1. Apa maksud "Tunaikanlah tugas pelayananmu dengan sabar" menurut 2 Timotius 4:1-8?
2. Bagaimana seharusnya Wanita/Kaum Ibu melaksanakan tugas pelayanan dalam keluarga, gereja dan masyarakat?