MANADOPOST.ID-Sekira 30 tahun lalu pada 1995, Pdt Marthen Luter Rindengan memberikan nama Kanisah Yudea dan tiga tahun kemudian, GMIM Yudea jadi jemaat mandiri, mekar dari GMIM Betlehem Winuangan Paal Dua.
Minggu 9 Maret 2025, Pdt (Emiritus) ML Rindengan hadir dalam ibadah syukur HUT ke-27 GMIM Yudea dan berbaur bersama jemaat dan sejumlah pendeta.
Di antaranya Ketua BPMW Manado Timur VI Pdt Erni Untu, Ketua BPMJ Yudea Paal Dua Pdt Vally Agnes Pelealu, Pdt Jean Ondang-Kalele, Pdt Merry Muntu, Pdt Estevin Parengkuan, Pdt Michael Mengko, Pdt Steven Manopo, Pdt Rimawanty Wawointana, Pdt Altobeli Sumlang, Pdt Lendy Modi Pangaila, Pdt Relsie Sinaulan, dan Pdt Fabiola Sumajouw.
Ibadah syukur yang dipimpin Pdt Stien Rondonuwu (Korbid Pelsus dan Pekerja GMIM) ini, berlangsung khusyuk dan hikmat karena bertepatan Minggu Pertama umat kristiani di seluruh dunia ada dalam penghayatan Minggu Minggu Sengsara.
Jemaat GMIM Yudea sungguh bersyukur atas kasih sayang Tuhan Yesus di usia ke 27.
Turut hadir mewakili Gubernur Yulius Selvanus, Kadis Sosial Sulut Karimun Pangaribuan, Asisten II Pemkot Manado Atto Bulo, Kadis Perhubungan Manado Jeffry Worang, Kadis Perindag Manado Hendrik Waroka, Camat Paal Dua Franky Mantis, dan Lurah Paal Dua.
Kegiatan ini dilaksanakan Panitia Hari Raya Gereja GMIM Yudea Paal Dua tahun pelayanan 2025 yang diketuai Maria Magdalena Oley. PHRG Yudea 2025 juga akan melaksanakan HUT ke 11 Wilayah Manado Timur VI dan Paskah Wilayah.
SELAYANG PANDANG YUDEA
PADA mulanya,
beberapa warga GMIM telah tinggal bermukim di perkebunan seputaran Jalan Lengkong Wuaya. Masuk teritorial GMIM Efrata Paal Dua.
Kemudian Tahun 1993, GMIM Betlehem Winuangan menjadi jemaat mandiri, mekar dari GMIM Efrata Paal Dua. Sehingga beberapa warga jemaat di sini, otomatis jadi tercatat/tersensus sebagai anggota GMIM Betlehem Winuangan, dari yang sebelumnya anggota jemaat GMIM Efrata Paal Dua.
Hamba Tuhan yang melayani di GMIM Betlehem Winuangan Paal Dua adalah Pdt Eduard Arina.
Waktu berjalan, warga GMIM di seputaran Jalan Lengkong Wuaya terus bertambah. Sehingga dipandang baik ada Kanisah.
Oleh Pdt Martin Luther Rindengan, lantas mengusulkan nama kanisah: YUDEA.
Puji Tuhan. Tanggal 30 Oktober 1995 dilakukan ibadah syukur Kanisah Yudea, dipimpin Wakil Ketua I BPS GMIM Pdt AF Parengkuan, dan dihadiri Wali Kota Manado Ir Lucky Harry Korah.
Saat itu, personil BPMJ Betlehem Winuangan bergiliran datang melayani di Kanisah Yudea, pada setiap ibadah Minggu maupun hari raya gereja.
Pada tahun pelayanan 1998, BPMJ Betlehem Winuangan memprogramkan pemekaran Yudea dan mengajukan permohonan ke BPS GMIM.
Oleh BPS GMIM, terbitlah Surat Keputusan Badan Pekerja Sinode GMIM No 90 tertanggal 16 Februari 1998 tentang GMIM Yudea Paal Dua mekar dari GMIM Betlehem Winuangan.
Lalu pada hari Minggu 1 Maret 1998, dilakukanlah ibadah syukur peresmian GMIM Yudea Paal Dua menjadi jemaat mandiri.
GMIM Yudea Paal Dua tercatat sebagai jemaat GMIM ke-710.
Sebagai Ketua BPMJ sbb,
1.Pdt Nevy Rondonuwu
(1998-2003)
2.Pdt Jean Kalele
(2003-2008)
3.Pdt Ria Luntungan
(2008-2013)
4.Pdt James Jocom
(2013-2019)
5.Pdt Soan Sumilat
(2019-2023)
6.Pdt Vally Agnes Pelealu
(2023-sekarang)
Saat ini, GMIM Yudea memiliki 10 Kolom, 202 Kepala Keluarga dengan 670 anggota jemaat.
Demikian selayang pandang GMIM Yudea Paal Dua.
Selamat Ulang Tahun ke-27
GMIM Yudea Paal Dua
Terima Kasih
Tuhan Yesus memberkati.
Pakatuan Wo Pakalawiran
Somahe Kai Kehage
Sang Siote Sang Patepate.(*)
Editor : Clavel Lukas