Yohanes 13:18-20
YESUS DIUTUS BAPA
Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa yang menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, ... (ay.20)
Dalam rangkaian prosesi lamaran sebelum perkawinan, biasanya ada utusan yang ditunjuk untuk mengutarakan maksud kedatangan keluarga pria.
Menerima atau menolak lamaran utusan tersebut berarti menerima atau menolak calon pengantin pria itu sendiri.
Yohanes secara konsisten mengulang-ulang pernyataan tentang Yesus sebagai utusan yang melaksanakan maksud dan tujuan Bapa dengan kehadiran pelayanan-Nya di dunia (Yohanes 3:17, 4:34, 5:23, 24, 30, 36, dst).
Maksudnya, dengan mengenal Yesus, kita akan mengenal karya penyelamatan Yesus. Yohanes 5:36-37 menyatakan bahwa kepada Yesus, Bapa memberikan pekerjaan-Nya untuk dilaksanakan.
Meskipun kita tidak dapat mendengar suara atau melihat rupa Bapa, melalui Yesus kita dapat memehami maksud-Nya dengan jelas.
Pada akhir prosesi, Yesus membasuh kaki para murid-Nya dan mengatakan bahwa siapapun yang menerima orang yang diutus Bapa, maka ia juga menerima Yesus, dan barangsiapa yang menerima Yesus, maka ia juga menerima Bapa yang mengutus-Nya.
Tujuannya untuk memperkuat iman dan para murid, agar sungguh percaya akan karya keselamatan yang dipercayakan Bapa kepada Yesus.
Keraguan bisa terjadi seperti yang dialami Yudas yang tampak "menjanjikan" dalam dunia ini.
Melalui kisah ini, Yesus juga ingin mengingatkan bahwa, jika kita sungguh menyakini Dia sebagai utusan Bapa, kita harus meneladani-Nya dengan tulus.
Teruskan karya keselamatan-Nya dalam hidup kita. Wujudkan sikap rendah hati, tindakan yang rela mengampuni, mengasihi dengan tulus, membawa damai dalam perseteruan, dan menolong sesama untuk mengalami kesejahteraan.
Doa : (Ya Allah, berilah hikmat-Mu agar kami memahami Yesus sebagai Juruselamat dan meneruskan karya keselamatan-Nya bagi banya orang untuk menjadi percaya kepada Kristus). Amin
Editor : Clavel Lukas