2 Korintus 10:3-4
Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.
Sobat Obor, menurut Wikipedia senjata adalah suatu alat yang digunakan untuk melukai, membunuh, atau menghancurkan sesuatu. Senjata dapat digunakan untuk menyerang maupun untuk mempertahankan diri, bisa juga untuk mengancam dan melindungi. Apapun yang dapat digunakan untuk merusak (bahkan psikologi dan tubuh manusia) dapat dikatakan senjata. Senjata bisa sederhana seperti pentungan atau kompleks seperti peluru kendali balistik. Bagi kita sekarang tentu saja memahami secara umum bahwa senjata itu seperti pistol dan senapan. Akan tetapi senjata juga dapat dimaknai secara kiasan dengan sesuatu yang sangat berharga dan digunakan oleh seseorang dalam melakukan suatu pekerjaannya. Seperti seorang petani senjatanya adalah cangkulnya, seorang pelukis senjatanya adalah kuasnya, seorang penyanyi senjatanya adalah micnya. Bahkan terkadang kita juga sering mendengar dan memperkatakan dalam kehidupan iman bahwa Alkitab adalah senjata iman orang Kristen.
Sobat obor, dalam melawan tuduhan orang-orang di Korintus atas kehidupannya yang dikatakan masih hidup secara duniawi, maka Rasul Paulus mengungkapkan bahwa ia tidak berjuang secara duniawi. Ia tidak berperang secara duniawi dalam cara-cara dunia dengan senjata dunia. Tetapi ia menegaskan bahwa ia berperang dengan menggunakan senjata-senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah. Hal ini tentu saja hendak menegaskan bahwa peperangan dalam dunia tidak akan mungkin dimenangkan dengan cara-cara duniawi tetapi peperangan dunia hanya dapat dimenangkan dengan cara-cara surgawi yang berasal dari yang ilahi, yaitu kuasa Allah. Oleh karenanya maka ia mengatakan bentengbenteng duniawi sekuat apapun dapat diruntuhkan.
Sobat obor, jadilah orang muda yang terus hidup benar di dalam Tuhan dengan tidak pernah meninggalkan senjata-senjata Allah. Gunakanlah itu dalam setiap kehidupan iman yang kita jalani. Agar supaya kita sanggup untuk melawan dan bahkan menghancurkan segala kelicikan & kebusukan dunia ini. Benteng-benteng dosa yang dihadirkan dalam cara duniawi tidak akan runtuh tanpa senjata-senjata dalam kuasa Allah. Oleh karena itu jangan pernah berhenti berjuang, teruslah beperang melawan benteng-benteng duniawi yang begitu kuat dan kokoh. Jangan pernah menyerah dalam peperangan melawan kuasa dosa. Amin.
Baca Juga: MTPJ GMIM 16-22 Maret 2025, 2 Korintus 10:1-11 Menaklukan Segala Pikiran Dalam Kristus Yesus
Editor : Aprilia Sahari