Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Sejarah 112 Tahun GMIM Yobel Winangun Atas, Bermula dari Jemaat Kristen Protestan Kilo Tujuh di Tahun 1913, Berikut Para Tokoh dan Kisah Pelayanannya

Reza Abdilah • Senin, 24 Maret 2025 | 09:09 WIB
Seluruh pendeta dan pelayanan khusus bersyukur di ibadah syukur ulang tahun ke 112 GMIM Yobel Winangun Atas.
Seluruh pendeta dan pelayanan khusus bersyukur di ibadah syukur ulang tahun ke 112 GMIM Yobel Winangun Atas.

 

MANADOPOST.ID- Seluruh jemaat GMIM Yobel Winangun Atas bersyukur. Pasalnya di tahun 2025 ini, menapaki usia yang baru. Masuk dalam wilayah pelayanan GMIM Manado Winangun, bersukacita di ulang tahun ke 112.

Ibadah syukur pun dipimpin langsung Wakil Ketua BPMS Bidang Pembinaan dan Pengembalaan Pdt Richard Mengko, MTh. Khusyuk dalam peribadatan seluruh pendeta, pelayanan khusus dan jemaat serta tamu undangan.

Di tahun ini, Pemuda dan Remaja jemaat jadi panitia H2RG. Yang dikemas dalam kepanitiaan yang dipimpin Ketua Pnt Vicky Makawimbang dan Sekretaris Walanda Lumentut, dalam bimbingan Ketua BPMJ Pdt Nova Makahanap Jacob. Dengan konsep acara dikemas menarik oleh Koordinator Seksi Acara Pnt Hesni Taidi.

Diketahui perjalanan panjang pelayanan GMIM Yobel Winangun Atas ini, telah berlangsung sejak tahun 1913 silam. Dalam catatan sejarah jemaat mula-mula, ada lima keluarga yang tinggal di Paal 4. Dan medio tahun 1906 hingga 1915, bertambah menjadi tujuh keluarga yang tinggal di daerah Kilo Tujuh.

Daerah tersebut saat itu, ada dalam wilayah pemerintahan desa Pineleng jaga 4. Seiiring waktu, tahun 1921 membangun sebuah rumah ibadah darurat di Kilo Tujuh yang terbuat dari bambu dan atap rumbia. Kemudian pada tahun 1925 secara bergotong royong, kembali membangun gedung gereja dengan lantai beton dan mendapat bantuan dari Petrus Makasutji.

Pada tahun 1929, gereja telah terbentuk semi permanen atas bantuan dari Keluarha Nayoan-Lasendu di Pineleng. Jemaat Kilo Tujuh pada tahun 1928 secarah organisasi termasuk dalam wilayah pelayanan Jemaat Melayu Protestan Pineleng dan masuk dalam Resort Manado Maumbi.

Pada tahun 1934 setelah GMIM berdiri, maka Jemaat Kilo Tujuh menjadi GMIM Winangun dan terhitung sejak tanggal 1 Oktober 1962 berdasarkan SK BPS GMIM tanggal 27 November 1962 nomor 35 termasuk dalam wilayah Ranotana Bahu.

Dari perjalanan ini, kemudian pada tahun 1968 Jemaat GMIM Winangun terbagi menjadi dua jemaat. GMIM Winangun Atas Kilo Tujuh dan Jemaat GMIM Winangun Atas. Dengan 13 orang yang sudah menjabat Ketua Jemaat GMIM Yobel Winangun Atas hingga saat ini.(rez)

Berikut para tokoh-tokoh yang pernah melayani di Jemaat Kristen Protestan Kilo Tujuh sejak tahun 1914:
Petrus Walewangko- 1914 hingga 1921
Handrik Tamaka - 1915 hingga 1962
Benyamin Salindeho - 1945 hingga 1962

Nama-nama ketua Jemaat GMIM YOBEL Winangun Atas:
Penatua Walewangko - 1913 hingga 1915
Penatua Handrik Tamaka - 1915 hingga 1945
Penatua Benyamin Salindeho - 1945 hingga 1968
Penatua Armenius Wahiu - 1968 hingga 1973
Penatua Frans Barail -1973 hingga 1977
Penatua Daniel Taidi - 1977 hingga 1978
Penatua Desius ohede - 1978 hingga 1980
Penatua Joseph Damping - 1980 hingga 1985
Penatua Lefran Mebinta - 1985 hingga 1990
Penatua Benhard Wurara - 1990 hingga 1995
Penatua Ir. A.F Sandag - 1995 hingga 2001
Pendeta Dr. Ventje A. Talumepa, M.Th - 2001 hingga 2006
Pendeta Roy H. Rompis, S.Th - 2006 hingga 2010
Pendeta Seska Sumaraw - Plangiten, M,Theol - 2010 hingga 2015
Pendeta Refny Antow - Tambariki, S.Th - 2015 hingga 2020
Pendeta Sherly Langi - Angel, S.Th - 2020 hingga 2024
Pendeta Nova Makahanap - Jacob, S.Th, M.Pd - 2024 hingga kini

Editor : Reza Abdilah
#bersyukur #GMIM #winangun