Bacaan Alkitab: 1 Korintus 15:12-15
Tema: "Andaikata Kristus Tidak Dibangkitkan Maka Sia-sialah Penderitaan Kami dan Kepercayaan Kamu"
Jemaat yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Sebagai orang percaya, tentu kita bersyukur karena boleh ada di hari merayakan Paskah ke 2. Kita bersyukur karena berita gereja di sepanjang zaman tidak pernah berubah yaitu bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci (1 Kor.15:3-4). Kita bersyukur karena gereja selalu memberitakan bahwa kematian dan kebangkitan Yesus Kristus adalah penggenapan dari seluruh nubuatan para nabi tentang keselamatan yang dijanjikan dan dikerjakan oleh Tuhan Allah bagi manusia berdosa.
Dalam kematian dan kebangkitan Yesus Kristus terletak pengharapan setiap orang percaya, yakni bahwa dosa telah hilang kuasanya, maut telah dikalahkan dan tersedia hidup yang kekal. Dan inilah kabar baik yang harus terus kita diberitakan. Karena itu, bila ada orang yang ragu terhadap nilai dan makna dari kebangkitan, maka hal ini merupakan pertanda munculnya sikap yang "mempertanyakan" elemen penting dari iman Kristen yaitu "Kebangkitan Yesus Kristus".
Keraguan terhadap nilai dan makna dari kebangkitan juga menjadi pertanda munculnya sikap "kurang-percaya" terhadap daya cipta Tuhan Allah yang berkuasa atas hidup dan mati setiap manusia.
Jemaat yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, khususnya 1 Korintus 15 ayat 12-15 menegaskan bahwa oleh karena orang Kristen di Korintus percaya bahwa Yesus Kristus telah bangkit dari antara orang mati, maka mereka pun harus percaya bahwa orang Kristen akan bangkit bersama Yesus Kristus. Paulus menegaskan ini karena ternyata kebangkitan menjadi persoalan dalam jemaat di Korintus. Di Korintus, ada sebagian orang Kristen yang menolak kebangkitan dengan berpendapat bahwa orang Kristen yang dibaptis telah luput dari kematian. Mereka sudah mengalami kebangkitan itu. Oleh karena itu, ketika mereka mengalami kematian, sesungguhnya tidak ada kebangkitan lagi. Jadi, tidak ada lagi kebangkitan dari antara orang mati. Paulus dengan tegas menolak pendapat itu, sebab bila benar, itu berarti bahwa Yesus Kristus tidak sungguh-sungguh mati dan bangkit.
Ayat 12 Paulus menulis "Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan bahwa tidak ada kebangkitan orang mati? "Kristus dibangkitkan", adalah terjemahan dari kata Yunani egegertai (kata kerja orang ketiga tunggal, Ia telah dibangkitkan). Ia menunjuk pada Kristus. Tuhan Allah yang telah membangkitkan Yesus Kristus dari antara orang mati.
Kalimat selanjutnya dalam ayat 12 yakni "Bagaimana mungkin ada di antara kamu", kata-kata ini merupakan pertanyaan retoris yang menunjukkan bahwa Paulus kaget dan agak marah kepada orang Korintus, karena kelihatannya mereka tidak konsekuen dalam kepercayaan mereka. Bagi Paulus, tidak masuk akal bahwa ada di antara mereka (jemaat Korintus) yang mengatakan bahwa orang mati tidak akan bangkit dari Kematian. Ayat ini menunjukkan bahwa Paulus membahas masalah kebangkitan untuk melawan ajaran palsu di Korintus. Paulus kemudian mengulang penjelasannya dalam ayat 13 untuk menunjukkan bahwa sebenarnya orang yang berbohong atau memberikan kesaksian palsu adalah orang yang mengatakan bahwa Tuhan Allah tidak membangkitkan orang dari kematian. Karena itu, ayat ini menyiratkan bahwa kalau orang mati tidak akan Tuhan Allah hidupkan kembali, maka Yesus Kristus sesungguhnya juga tidak dibangkitkan/hidup kembali.
Ayat 14 dan 15 melanjutkan pengandaian yang di mulai di ayat 13, dengan menyebutkan akibat buruk bila seandainya Yesus Kristus tidak bangkit. Dua kali Paulus menyebut "sia-sia". Kata sia-sia adalah terjemahan dari kata Yunani kene artinya tidak benar, tanpa tujuan, sia-sia, tidak ada artinya, tidak ada dasar, tidak berharga, tidak ada gunanya, omong kosong. Jadi, kalau seandainya Yesus Kristus tidak hidup kembali (setelah Dia mati), maka berita yang disampaikan (kerugma) adalah omong kosong dan kepercayaan (pistis) kepada Yesus Kristus tidak ada artinya sama sekali. Akibat buruk lainnya, jika seandainya Yesus Kristus tidak bangkit adalah "berdusta terhadap Allah". Berdusta diterjemahkan dari kata Yunani pseudomartures artinya saksi-saksi palsu. Jadi "berdusta terhadap Allah" berarti menjadi saksi-saksi palsu mengenai Tuhan Allah, atau berbohong mengenai-Nya.
Beberapa ayat dalam 1 Korintus 15 yang bicara tentang kebangkitan, menjadi jelas bahwa Paulus bermaksud menguraikan tentang hubungan yang tidak terpisahkan antara kebangkitan Yesus Kristus dengan kebangkitan orang percaya dari kematian di masa depan. Menurut Paulus, kebangkitan Yesus Kristus bukan suatu peristiwa terpisah. Kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati memiliki hubungan yang tak terpisahkan dengan kebangkitan orang percaya. Tanpa
kebangkitan Yesus Kristus maka Injil yang diberitakan menjadi suatu kebohongan.
Jemaat yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Saat ini kita merayakan hari kebangkitan Yesus Kristus di Hari Paskah kedua ini, berita firman Tuhan hari ini mengajak, menuntun, mengingatkan kita semua untuk tetap percaya, berdiri teguh di atas pemberitaan, tidak akan pernah bergeser pada keyakinan bahwa Yesus Kristus telah dibangkitkan dan akan tetap hidup. Karena Yesus Kristus telah bangkit, maka orang Kristen akan bangkit dari kematian. Di balik kematian, ada kehidupan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Tidak sia-sialah pemberitaan gereja. Tidak sia-sialah iman kita.
Di Hari Paskah kedua ini, Remaja dan Pemuda GMIM merayakannya bersama. Kaum muda adalah tulang punggung gereja. Potensi dan gerak dinamis dari kaum muda dalam berkarya harus dinyatakan dalam memberitakan karya selamat yang diselenggarakan Tuhan Allah melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Kiranya hal ini harus terus mewarnai perjalanan hidup setiap orang muda. Karena itu, milikilah karakter yang kuat dan teguh di dalam iman kepada Yesus Kristus yang telah bangkit. Selamat merayakan Paskah. Yesus Kristus telah bangkit. Amin.
Editor : Aprilia Sahari